Secret of the Heart

Secret of the Heart
Konspirasi



Setelah pengakuan Ivan, tidak ada yang berkembang dari hubungan Melly dan Dion, Wanita itu justru mendiami Dion selama beberapa hari.


Dan dia hanya berbicara seperlunya itu pun hanya di depan Hani. Hal itu tentu saja membuat Reval dan Luna pusing sekaligus bingung.


Pusing karena menghadapi tingkah Melly yang kelewatan batunya dan bingung karena harus kembali ke jakarta tetapi hubungan sahabat mereka masih seperti ini.


" Yank." Panggil Luna, keduanya kini sedang berada di apartemen, sementara Dion sedang mengantar Hani ke sekolah. Untuk Melly sendiri, tentunya ia sedang bertugas di rumah sakit apalagi.


" Hmmm, kenapa." Jawab Reval. Tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop yang berada di pangkuannya. Selama berada di sini Reval selalu memantau perusahaan dan mengerjakan pekerjaannya.


" Apa tidak punya cara untuk menyatukan mereka begitu. Atau kita culik aja Melly terus kita paksa dia agar mau balik sama dion." Tanya Luna sekaligus menyarankan sesuatu yang tidak masuk akal, menurut Reval.


" Kamu ngomong apa sih." Tanya Reval, ia menyudahi pekerjaannya dan meletakkan tangan di dahi luna.


" Apa apaan sih. Aku nggak sakit loh yank. " Luna menarik turun tangan Reval.


" Terus kenapa kamu ngomong kaya gitu." Tanya Reval sambil menatap wajah istrinya.


" Habisnya, aku nggak tahu harus gimana lagi, aku kasihan sama Dion dan Hani yank. Kenapa sih, sifat Melly harus sekeras itu! Apa karena Dion yang suka gonta ganti wanita kaya ganti baju ya." Ucap Luna, entah dari mana pemikiran itu.


Sementara Reval hanya menanggapi ucapan luna dengan geleng geleng kepala. " Yank sifat Melly itu udah keras dari dulunya. "


" Sembarangan. Tahu dari mana! Selama kita tinggal bersamaku di nggak pernah kaya gitu. " Bela Luna.


" Dari kakaknya."


" Emang iyaa?" Reval mengangguk.


" Menurut kakaknya, Melly itu orangnya keras kepala, makanya mereka lebih keras sama dia hanya saja mereka tidak sadar jika sikap mereka membuat Melly nggak betah tinggal sama mereka! Jadi dia mau mau aja nikah sama dion padahal masa depannya masih panjang, ekonomi keluarganya juga lebih dari cukup. Emangnya Melly nggak cerita. " Tanya Reval.


" Kalau itu aku juga tahu, Melly juga pernah cerita, tapi tentang sifat nya itu aku baru tahu sekarang. " Sahut Luna ia ingat, Melly pernah bilang, hubungannya dengan Dion itu cuma simbiosis mutualisme." Apa kita juga perlu kerasin dia."


" Bisa juga kaya gitu, tapi takutnya dia makin jauhi kita. "


" Terus. kamu punya saran nggak, buat nyatuhin mereka. " Tanya Luna.


" Ada tapi, harus kamu yang lakuin. " Jawab Reval.


" Apa? " Luna kembali bertanya dengan begitu antusias.


" Sini aku bisikin." Reval menarik tangan luna,, mengikis jarak di antara keduanya." Tapi ini nggak gratis loh yank. " Sebelum berisik, Reval memberikan penawaran.


" Iya iya. Buruan ih." Sahut luna, semakin tidak sabar dengan rencana sang suami. Dan Reval pun membisikkan rencananya. " Kamu yakin bakalan berhasil?" Tanya Luna begitu Reval menjauhkan bibirnya dari telinga luna.


" Itu balik lagi ke kamu, kalau kamu bisa pasti semuanya akan berjalan sesuai rencana ku." Ucap Reval penuh keyakinan.


" Baiklah, akan aku coba! Kalau sampai gagal. Adik kamu suruh Puasa seminggu ya. "


" Kalau berhasil. Apa yang aku dapat." Tanya Reval.


" Terserah kamu mau nya apa! asalkan tidak kawin lagi. " Begitu lah luna, selalu takut dengan sesuatu yang seharusnya tidak perlu ia takuti karena sampai kapan pun Reval tidak mungkin menduakan nya.


Malam harinya, setelah makan malam, Luna membantu Melly mencuci piring bekas makan mereka sementara Reval, Dion menemani Hani nonton sambil bercerita.


" Mel, kamu nggak ada keinginan gitu, buat balas perbuatan wanita itu, terlalu enteng hidup dia, kalau kita nggak sentil ginjalnya ." Ucap Luna memulai obrolan serius di antar mereka sambil melirik keruang keluarga seakan takut ada yang datang, padahal ini sudah rencananya dia agar Melly tidak curiga.


" Terus kamu mau aku ngapain, culik anak dia juga?" Tanya Melly sambil melipat tangan di dada.


" Kenapa tidak! Dia aja bisa dengan santainya berpikir seperti itu." Sahut luna.


" Soal itu, aku pasti akan membalas dia dengan tangan ku sendiri."


" Ngapain kamu, repot repot untuk mengotori tangan kamu, tangan kamu ini buat nyembuh in orang bukan sebaliknya. Lagian Ada Dion kan. Suruh Dion Ambil anak hak asuh anaknya. Biar wanita tahu gimana rasanya kehilangan seperti yang kamu rasakan waktu itu. Bedanya kamu sementara dia selamanya biar kapok dan nggak main main lagi sama keluarga kalian terlebih Hani. " Luna berharap Melly memakan umpan yang dia berikan dengan begitu rencana mereka tinggal selangkah lagi.


" Itu nggak mungkin bisa, Karena sudah jelas anak itu bukan anaknya Dion, lagian aku malas berbicara dengannya. "


" Cih, jika wanita itu melihat kamu seperti ini, dia pasti tertawa, karena berhasil menyakiti kalian bertiga termasuk Hani. Seperti kata pepatah sekali mendayung beberapa pulau terlewati. Kamu, Dion, Hani dan Ivan. " Luna tidak begitu saja menyerah, Demi memuluskan konspirasi mereka, ia rela berperan sebagai wanita antagonis seperti yang ada di sinetron atau Novel novel yang pernah ia baca.


" Hmm, terus aku harus gimana. " Tanya Melly. Tidak ada Salahnya membalas wanita kurang ngajar itu.


" Ngomong sama Dion, terus bilang! Kalau dia berhasil kamu akan mengabulkan 1 permintaannya dia! Aku yakin hal sesulit apapun pasti dia lakuin demi kamu."


" Emangnya aku Jin, bisa ngabulin 1 permintaan." Sahut Melly.


" bedalah Jin itu, bisanya ngabulin tiga permintaan sementara kamu cuma satu." Bisa bisanya di saat serius seperti ini, mereka sempat sempat nya untuk bercanda.


" Entahlah. " Sahut Melly sambil mengangkat kedua bahunya.


". Jangan kelamaan mikir, makin senang tuh perempuan kalau nggak di kasih pelajaran! Lagian, Semua terserah kamu sih, aku Cuma bisa nyaranin aja! Kalau aku jadi kamu, aku udah kasih dia pelajaran dari kemarin Kemarin. Biar dia tahu siapa aku."


" Kenapa kamu baru ngomongnya sekarang? Kenapa nggak dari kemarin. " Sikap Luna yang terburu buru membuat Melly sedikit mencurigainya.


" Itu karena aku nggak mau Dion Sama Reval tahu, kalau ngomong kaya gini ke kamu, lagian kamu tahu sendiri dari kemarin mereka nempel terus ke kita. Giliran berdua pasti ada Hani. Aku nggak mau lah ngajarin Hani yang tidak tidak." Jelas Luna. Dia sedikit bersyukur karena alasannya masuk akal dan Benar adanya.


Setelah pembicaraan panjang mereka di dapur usai, Melly dan Luna ikut bergabung bersama Reval, Dion juga Hani.


.......


.......


.......


.......


...Bersambung...


...Happy reading.. 💘💘...


...Kemarin aku sedikit nggak enak Badan makanya nggak update, karena sekarang sudah mendingan. Jadinya aku lanjutin ceritanya. ...


...Maaf buat kalian menunggu tanpa kepastian 🙏🙏...