Secret of the Heart

Secret of the Heart
Kabar baik



Saat tengah asyik bersantai, Hani menghampiri Melly sambil membawa boneka Barbie pemberian Dokter Richard dan bertanya kepada Melly. " Mommy, ini mommy." Ucapnya sambil menunjuk boneka barbie kepada Melly, " ini aku." ia kembali menunjukkan boneka barbie kecil. " Dan ini siapa Mommy?" Kali ini Hani menunjukkan boneka Ken lengkap dengan setelan jas nya. Hal itu membuat tubuh Melly membeku dan wajahnya terlihat pucat. Pertanyaan sederhana tetapi sangat Melly takuti.


Kenapa semua harus secepat ini, Melly tidak ingin berbohong kepada Hani, tetapi ia juga belum siap mengatakan tentang Dion. Bukan karena ia tak ingin! Hanya saja usia Hani masih terlalu kecil untuk di paksa mengerti keadaannya saat ini.


Melihat Melly hanya diam, Hani kembali bertanya. " Uncle Richard?"


" Ya." Jawab Melly. Gadis kecil itu mengangguk! Setelah itu ia kembali bermain dengan boneka bonekanya. Sementara Melly bisa bernafas dengan lega karena Hani, tidak menuntut penjelasan yang lebih dari itu.


Tepat Jam Sembilan Malam, Melly mengajak Hani untuk tidur! Mengingat besok keduanya akan sibuk dengan kegiatan masing masing.


...\=\=\=\=\=\=\=...


Jauh tempat Melly, Seorang anak kecil perempuan tengah bermain seluncuran bersama teman temannya. Tak jauh dari tempat mereka bermain dua orang Pria Dewasa tengah duduk, sesekali menatap kearah anak anak yang tengah bermain itu. Kedua pria dewasa itu tidak lain adalah Dion dan Reval.


" Apa Luna masih menghubungi Melly?" Selalu pertanyaan itu yang keluar dari bibir Dion saat bertemu dengan Reval, seolah tidak ada bosannya ia bertanya soal mantan istrinya. " Aku sangat merindukannya! Terkadang aku berharap tanpa sengaja bertemu dia, agar aku memiliki alasan untuk berbicara dengannya! Tapi sayang kesempatan itu tidak pernah datang! Aku menyesal val, pernah menyakiti dan melepaskannya dulu."


" Kenapa kamu tidak mencarinya." Usul Reval.


" Untuk alasan apa! Istri? Aku dan dia sudah bercerai. Cinta? Yang ada di makin membenci aku karena tidak bisa menepati janji. Anak? Dia saja tidak ingin mengandung anakku, tapi itu bukan salah dia! Sebab wanita lain pun akan melakukan hal sama jika di posisi Melly. " Ucap Dion di iringi tawa miris. Lelaki itu kini tengah menertawakan kebodohannya.


" Aku tidak tahu harus berkata apa untuk mu saat ini. Tapi kamu harus ingat! Melly tidak akan suka jika kamu merusak hidup mu. " Kehadiran Anak Ria, tidak dapat mengobati perasaan Dion, Lelaki itu justru semakin terbelenggu dalam perasaannya untuk Melly. Hal ini membuat Dion sering menghabiskan waktu di club malam, bukan untuk menikmati wanita, melainkan untuk melupakan Melly dengan minum. Bahkan Dion hampir saja memakai obat terlarang jika sedikit saja Reval dan sahabat sahabatnya datang terlambat. " Aku pernah mendapat kabar kalau dulu Melly sempat tinggal di manhattan, bahkan aku dan Luna pernah ke sana, tapi kita tidak Menemukannya! Luna bahkan sampai saat ini masih mengirim pesan padanya, tetapi tidak ada satupun yang Melly balas."


" Ini salah ku. "


" Jangan terlalu menyalahkan dirimu sendiri. Maaf ion aku harus balik, Luna sudah telpon." Reval menunjukkan ponselnya yang berdering." Nayla, Neina Ayo pulang sayang. " Reval memanggil kedua putrinya. Tanpa menunggu lama, Kedua anak perempuan itu berlari kearah Reval si kecil yang berusia selisih dua tahun dari Nayla! Langsung minta untuk di gendong, sementara Nayla berjalan di sambil memegang tangan Reval.


Begitu Reval dan kedua anaknya pulang Dion pun ikut pulang, setelah memanggil Melissa.


...\=\=\=\=\=\=...


Setibanya, Richard di Jakarta! Ia langsung menceritakan tentang Melly dan perasaannya kepada wanita itu, Termasuk status Melly dan keberadaan Hani. Kepada kedua orang tua! Ia begitu berharap kedua orang tuanya menerima Melly, walaupun ia dan Melly tidak memiliki hubungan apa apa! Tetapi perasaannya kepada janda anak satu itu benar benar tulus.


Richard percaya suatu saat Melly akan menerimanya dan ia tidak ingin masalah restu menjadi kendala untuk menikahi Melly.


" Tidak Masalah mau janda atau pun gadis, selama dia wanita baik baik dan tidak terikat hubungan dengan orang lain. Ayah akan mendukung niat baik kamu." Ucap Jones, Ayahnya Richard.


" Ibu juga setuju dengan Ayahmu! Segera bawah mereka kemari, ibu ingin mengenal mereka. " Dokter Richard langsung memeluk Ibunya.


" Terima kasih Bu. "


" Iya! Terus Kapan kamu akan mengajak mereka kesini. " Wajah Richard langsung Muram.


" Belum tahu bu, soalnya Melly kan kerja, di sana."


" Kenapa tidak kamu ajak pindah kesini. " Tanya sang Ibu.


" Mana bisa seperti itu bu! Setiap pekerjaan tuh ada prosedurnya. Beda sama aku, yang langsung mendapat tawaran dari rumah sakit."


" Emang dia dokter spesialis apa?" Jones Kembali Angkat Bicara.


" Bagus itu! Dia mengajukan untuk praktek di rumah sakit mana pun pasti di terima. Nanti biar ayah coba bicara sama teman teman ayah, siapa tahu mereka mau mengajak Melly untuk bergabung di rumah sakit mereka."


" Serius Yah." Tanya Richard.


" Hmmm. "


" Oke, aku akan memberitahu kabar baik ini untuk Melly." Sahut Richard, setelah itu ia pamit kepada kedua orang tuanya untuk menghubungi Melly.


Tut... Tut.. Tut..


Percobaan pertama tidak di angkat kedua dan ketiga pun begitu. Tapi ia tidak menyerah, beberapa menit kemudian. Richard kembali menghubungi Melly dan kali ini janda anak satu itu menjawab teleponnya.


" Hallo."


" Hai, Mel Ini aku Richard."


" Oh,, dokter Richard! Ada apa? Maaf tadi aku ada pasien."


" Maaf! Apa aku ganggu."


" Tidak. Ada apa dok?" Tanya Melly lagi.


" Aku punya kabar baik buat kamu." Ucap Dokter Richard begitu bersemangat.


" Kabar baik? Kabar baik apa."


" Dengar ya! Ayah aku akan berbicara dengan beberapa temannya, agar kamu bisa kembali ke Indonesia dengan begitu aku bisa menjaga kamu dan Hani." Dokter Richard terlalu menganggap tidak dirinya atau terlalu bucin dengan Melly sehingga ia tidak menyadari, jika Melly tidak menyukai nya.


" Sebelumnya aku mengucapkan terima kasih sebesar besarnya! Untuk Niat baik Dokter dan keluarga. Tapi Maaf! Aku tidak berniat kembali ke Indonesia. Sebab kehidupan Melly dan aku disini, kita tidak punya alasan atau pun tempat untuk pulang. Maaf jika mengecewakan Dokter. "


" Kenapa kamu ngomong seperti itu Mel, kan disini ada aku! Ada keluarga aku, kamu bisa menganggap mereka sebagai keluarga kamu! Lagian papanya Hani juga disini kan. Apa kamu tidak ingin mempertemukan mereka. "


" Sekali lagi terima kasih ya Dok! Tapi aku benar benar tidak bisa kembali." Melly langsung mengakhiri panggil itu, tanpa mau mendengar kata kata dokter Richard lebih jauh lagi.


" Papanya Hani bahkan tidak tahu kehadirannya! Aku tidak ingin Hani merasakan sedih jika melihat papanya telah memiliki keluarga sendiri." Ucap Melly dalam Hatinya. " By. Semoga kamu selalu bahagia bersama pilihan kamu."


.......


.... ...


.... ...


.......


...Bersambung. ...


...Happy reading. 💘💘...