Secret of the Heart

Secret of the Heart
Alasan kepergian Melly



Berkat bantuan luna, Melly akhirnya bisa meninggalkan Indonesia tanpa sepengetahuan Dion. Walaupun Sempat terbesit rasa bersalah di benak wanita itu, karena ia kembali memisahkan Hani dengan ayahnya, tapi Melly bisa menyingkirkan perasaan itu. Hingga ia dan Hani bisa duduk tenang di pesawat seperti sekarang ini.


Mungkin bagi sebagian orang, apa yang di lakukan Melly salah dan terlalu egois. Tetapi mereka tidak seberapa sakit perasan wanita itu. Ia mampu menyingkirkan perasaannya hanya untuk kenyamanan Hani.


Jika Melly ingin egois lebih dari ini, ia bisa saja kembali pada Dion, walaupun lelaki itu masih berstatus suami orang lain tetapi Melly tidak melakukan hal itu karena apa?


Tentunya Hani adalah alasan terkuatnya. Di aussie atau manhattan anak yang lahir tanpa ikatan pernikahan, bukanlah sebuah masalah yang berarti. Tetapi di Indonesia berbeda?


Jika ia kembali sekarang, ia akan di cap sebagai perebut sekaligus perusak hubungan orang lain, benar atau tidaknya orang tidak akan peduli dengan cerita sebenarnya mereka hanya melihat dari sudut pandang mereka saja. Jika kalian menganggap Melly egois karena terlalu memikirkan orang lain maka kalian salah, karena pada kenyataannya ia memikirkan HANI.


Ketika orang lain menyinggung dirinya sebagai perebut atau perusak, Melly tidak peduli karena kenyataannya tidak seperti itu. Tetapi percayalah, orang orang itu pasti akan mengetahui siapa Hani Dan pada akhirnya apa yang akan mereka lakukan pada putrinya itu sudah bisa Melly tebak. Ejekan, pembullyan atau lebih parah dari itu.


Apa selamanya Melly harus mengurung Hani, tidak kan? Itulah kenapa Melly pergi, karena Di masa masa pertumbuhan seperti sekarang ini, Hani butuh kenyamanan dan lingkungan yang baik serta jauh dari Ejekan anak haram atau ibu seorang pelakor.


Soal perasaannya dengan Dion, biar Menjadi rahasia hati, jika suatu saat mereka kembali bertemu dengan perasaan yang sama tanpa ada seorang pun di sisi keduanya, maka Melly akan menyerahkan segenap jiwa dan raganya untuk Dion tetapi jika sebaliknya, Maka Melly akan merelakan Dion.


" Mommy kenapa kita tidak bisa tinggal bersama Daddy." Tanya Hani, membuyarkan Melly dari lamunannya. Mereka sekarang berada di ketinggian tiga puluh lima ribu kaki.


Melly yang sejak tadi menatap lautan awan dari balik jendela pesawat kini menatap kearah Hani." Karena Daddy punya keluarga yang harus daddy urus sayang."


" Tapi kita juga keluarga daddy kan mom, kenapa harus kita yang pergi? Kenapa kita tidak tinggal sama sama aja sih mom." Sambung Hani dengan wajah sebalnya, ia bahkan melipat kedua tangannya di dada dengan bibir yang di majukan.


" Kamu tidak mengerti sayang. " Sahut Melly, ia yang tadinya kacau dengan perasaannya. Kini bisa tersenyum karena tingkah Hani.


" Kenapa mommy tidak menjelaskan kepada Hani, biar Hani mengerti." Ucapnya lagi. Membuat Melly memijit pelipisnya


"Sebaiknya Hani tidur, karena pejalan kita masih lama, Hani capek kan bermain seharian sama Naina dan Naela." Melly mencoba mengalihkan pembicara mereka.


" Tapi Hani, tidak ngantuk Mommy."


" Ya sudah, Hani ceritakan saja apa yang Hani lakukan di rumah tante luna. " Usul Melly. Gadis kecil itu terlihat berpikir sebelum ia mengangguk dan mulai bercerita kepada Melly.


...\=\=\=\=\=\=\=\=...


Disisi lain, Dion yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Ingin segera ketempat Melly. Tetapi niat nya itu ia urungkan begitu melihat ponselnya.


Ada sebuah pesan dari Melly, wanita itu mengirim pesan sejam yang lalu.


...My Honey❤️❤️...


^^^By, untuk beberapa hari ke depan, aku dan Hani akan menginap di rumah orang tua aku, kamu jaga kesehatan ya, jangan lupa makan! Dan semoga urusan kamu dan Ria cepat selesai ya.^^^


Dion tersenyum membaca isi pesan Melly. Sembari mengetik balasan untuk Melly.


Iya honey!


Kamu dan Hani juga, jangan lupa makan ya! Aku sayang kalian.


Besok pembacaan putusan, doakan semoga semuanya lancar ya Honey.


Setelah mengetik balasan kepada Melly. Dion kembali menyimpan ponselnya, sebab tidak ada balasan dari Melly.


Tepat jam delapan malam, Dion sampai di kediaman orang tuanya. Baru saja ia ingin melangkah ke lantai dua di mana kamarnya berada, suara sang mama, membuat langkah Dion terhenti dan berbalik menatap wanita paruh baya yang sayang masih terlihat cantik itu.


" Dion, Besok bawah Hani kesini ya." Ucap sang mama, langsung mendapat penolakan dari Dion.


" Maaf Ma, Dion nggak bisa! Soalnya Hani dan Melly akan menginap beberapa hari ke depan di rumah orang tua Melly. " Jelas Dion. Membuat wanita paruh bayah itu sedikit kecewa." Nanti ya ma! Kalau Melly sudah balik ke apartemen, Dion akan mengajak Hani kesini. "


" Melly juga. " Sambung wanita paruh baya itu.


" Iya,,. Dion ke kamar ya ma. " Wanita paruh bayah itu mengangguk. Dion pun langsung berlari kecil menaik anak tangga menuju kamarnya.


...\=\=\=\=\=\=\=...


Pagi Harinya Dion bangun lebih awal, ia mencari ponselnya untuk mengecek apa ada pesan dari Melly, sayang tidak ada. Akhirnya Dion mencoba untuk menghubungi Melly. Dan Hanya suara operator yang menyahuti panggilannya.


" Mungkin battery ponselnya habis." Gumam Dion. Ia mencoba berpikir positif waktu pun dalam hatinya ada sebuah kecemasan.


Dion kembali meletakkan ponselnya di atas Nakas dan melangkah ke kamar mandi.


Setelah selesai dengan ritual paginya, Dion segera turun untuk sarapan bersama kedua orang tuanya.


Tiga puluh menit kemudian, Dion sudah berada di kantor, ia harus menyelesaikan beberapa pekerjaannya sebelum menghadiri sidang pembaca putusan yang akan di lakukan pukul sepuluh nanti.


Di sela sela kesibukannya Dion selalu mengecek nomor ponsel Melly, tetapi hasilnya masih sama. Membuat perasaan cemasnya berangsur angsur menjadi rasa takut. Takut jika dia akan kehilangan Melly lagi. Apalagi rasa takutnya sekarang menjadi dua kali karena jika wanita itu pergi. Ia juga pasti anak membawa putrinya.


Tok tok tok...


Dion menatap kearah pintu, dan meminta siapa pun di balik pintu itu untuk masuk.


Pintu di dorong kedalam, dan terlihat sekretarisnya masuk dan melangkah kearahnya. " Maaf pak, saya hanya ingin mengingatkan, setengah jam lagi. Bapak ada jadwal ke pengadilan." Ucap Sekretaris itu. Di angguki Dion.


" Iya, terima kasih, saya akan segera ke sana! Jika ada yang ingin menemui saya, katakan saja saya tidak ada atau kamu bisa mengatur pertemuan di waktu yang lain. " Sahut Dion.


" Baik pak. " Sekretaris Dion pun kembali ke tempatnya. Sementara Dion langsung mengambil jas yang ia sematkan di tempat duduk dan segera meninggalkan ruangannya.


Ia harus menyelesaikan urusannya dengan Ria terlebih dahulu. Jika masalah mereka telah selesai, ia bisa menjerat Melly dan mengikatnya dengan sebuah pernikahan sebelum wanita itu berpikir untuk pergi lagi.


.... ...


.......


.... ...


.... ...


...Bersambung. ...


...Happy reading. 💘💘...