
David tidak begitu saja percaya dengan kata kata Melly, itulah sebabnya ia mencari tahu siapa Hani sebenarnya.
Sebelum kembali ke indonesia, pagi harinya David mengunjungi Hani di sekolah, ia membawa keponakannya itu, coklat dan Eskrim. Hani tetaplah anak kecil yang akan selalu berbinar jika melihat, coklat, Eskrim dan masih banyak makan manis yang di sukai anak anak. Kesempatan itu David gunakan untuk mendekati Hani mengambil beberapa helai rambutnya.
Setelah itu ia kembali pulang untuk melakukan tes DNA dan menunjukkan hasilnya kepada kedua orang tuanya.
" Mami tahu, anak kesayangan mami sudah berani membohongiku, ia mengatakan kalau Anak kecil yang bernama Hani itu hanyalah anak angkatnya, tetapi mami lihat ini." David Menyerahkan lembaran Hasil tes DNA itu kepada kedua orang tuanya. Mereka kini tengah duduk di ruang keluarga dan disitu juga ada kedua adik laki laki nya, Tetapi mereka hanya diam dan menyimak saja sebab tidak ingin memperburuk keadaan. " Harusnya, setelah Dia bercerai mami tidak mengizinkannya kelayapan sendirian di luar sana, ini lah hasil dari kebaikan mami." Jelas sekali David tengah menyalahkan ibunya atas apa yang terjadi kepada Melly. Tanpa dia maupun kedua saudaranya, sadari semua yang terjadi pada Melly karena tekanan dari mereka sehingga, Melly tidak betah di rumah dan memutuskan untuk tinggal sendiri.
" Kamu menyalahkan Mami!" Tanya Wanita paruh baya itu, ia mulai jumawa dengan sikap anaknya " Kalau ada yang harus di salahkan dalam hal. Kalian bertiga lah orangnya." Wanita paruh baya itu menunjuk secara berganti wajah ketiga anaknya.
" Kok jadi kita yang salah mi." Protes Farrel Adiknya David.
" Karena memang kalian yang salah. harusnya saat dia berpisah dari Dion kalian merangkulnya dan memberi dukungan, bukan terus menekan nya agar tidak menjadi seperti ibu. Jika hal buruk ini menimpa Adik kalian jangan salahkan orang lain, sebab ini adalah wujud dari doa kalian. Apa kalian lupa, Hmm. " Wanita paruh bayah itu menjeda ucapnya." Biar mami ingatkan, Melly kakak tidak ingin mendengar hal buruk tentang kamu di luar sana, Melly jangan sampai kamu merendahkan harga dirimu dengan menjadi wanita simpanan, apalagi kamu mempermalukan nama baik keluar dengan Hamil anak dari hubungan tidak jelas dan masih banyak yang kalian katakan kepadanya. Padahal kalian tahu, seberapa patuhnya dia sama kalian bertiga, tetapi masih saja kalian tekan dia setiap Hari. " Ucapnya dengan Air mata yang mulai beranak pinak.
" Jangankan Melly, mami juga tidak akan beta! Jika berada di posisinya! Sekarang kalian Jawab Mami. Sebenarnya yang Menjadi Saudara kalian itu Melly atau Martabat keluarga?" Ketiganya terdiam karena mulai di selimuti perasaan bersalah. "Jika kalian benar benar sayang sama dia harusnya kalian lebih mengutamakan perasaannya ketimbang apapun di dunia ini." Seolah tidak ada lelahnya, wanita itu terus berbicara.
" Pergilah, jemput Adik kalian dan cucu mami pulang, jika kalian tidak bisa membawa mereka kembali, jangan pernah tunjuk wajah kalian di hadapan Mommy." Pintahnya lagi.
" Mami tidak perlu khawatir, besok aku akan membawanya pulang! Aku sudah mengatakan kepada Melly kalau besok aku akan datang menjemputnya." Wanita paruh bayah itu tersenyum, mencibir.
" Semoga besok! Semua berjalan sesuai harapanmu."
" MI."
" Kamu berjanji untuk menjemput Melly besok, Itu sama saja dengan kamu memberinya kesempatan untuk berlari lebih jauh. Satu hari saja dia sudah memiliki banyak waktu, apalagi satu minggu."
" Itu tidak benar, sebab Melly Selalu mendengar kata kata ku. " Wanita paruh bayah itu, hanya menaikkan kedua bahunya.
" Kita lihat saja nanti. "
" Kenapa mami ngomong begitu. " Sahut David.
" Karena Dia putri ku, tentu saja aku mengenalnya dengan baik. " Sahut wanita itu sambil menepuk pundak David dan melirik sekilas kedua anaknya yang lain, sebelum berjalan meninggalkan mereka.
...\=\=\=\=\=\=...
Jika menyerah dan ikut pulang bersama kakaknya dengan suka rela tanpa paksaan itu bukan Melly namanya.
Sebab Begitu kakaknya pergi, Melly bukan nya siap siap atau menyelesaikan urusannya yang ada Canberra, ia malas sibuk mencari Apartemen baru, tidak peduli berapa pun harga Apartemen itu, selama dia yakin itu aman dari jangkau keluarga, Melly akang menyewa nya.
Setelah mendapatkan Apartemen yang baru, satu minggu Melly habiskan untuk pindahan dan bekerja seperti Biasanya.
Sementara itu David kini tengah berdiri di depan pintu Apartemen adiknya. Sudah berulang kali ia menekan bel apartemen itu, tetapi tidak ada tanda tanda pintu itu akan terbuka.
Tiba tiba, suara pintu yang berdampingan dengan apartemen Melly Terbuka. Keluarlah seorang pemuda. " Cari siapa?" Tanya Pemuda itu.
" Wanita yang tinggal bersama anaknya Di apartemen ini sudah pindah beberapa hari yang lalu." Jelas pemuda itu dan berlalu dari hadapan David.
David kembali menatap pintu Apartemen yang pernah di tinggali adiknya. " Karena kamu ingin bermain main dan aku sudah berjanji kepada mami untuk tidak menyakitimu dengan menyeret kami pulang, maka biarlah kamu pulang sendiri." Ucap David Dengan seringai di bibirnya.
Di Hari yang sama Melly ada Jadwal operasi pasiennya. Operasi itu berjalan hampir enam. Tepat di jam tiga sore ia baru keluar dari ruang operasi. Ia segera mencuci tangan, melepas segala atribut rumah sakit, setelah itu menyambar tas dan berlari keluar rumah sakit, Tujuan Melly tidak lain adalah Sekolah Hani.
Setibanya Di sekolah ia langsung mencari keberadaan putrinya, tetapi Melly tidak dapat menemukan Hani di tempat biasa gadis kecil itu menunggunya.
Melly menghampiri security yang tengah berjaga, sebab sekolah itu begitu sunyi. Tidak ada yang bisa ia tanyai kecuali security itu.
Saat Hendak bertanya, suara Dering ponsel. Menghentikan Niat Melly, ia mengeluarkan benda pipi itu dan melihat nomor baru menghubunginya.
" Hallo, Adikku sayang! Kakak yakin sekarang kamu pasti lagi panik, iya kan?" Tanya sih penelpon yang tidak lain adalah David.
" Apa maksud kakak? Kenapa kakak bisa tahu nomor aku?" Tanya Melly dengan suara membentak.
" Soal nomor telepon kamu! Kakak dapat dari guru di sekolah Hani.. "
" Tunggu dulu, jangan bilang Hani ada sama kakak."
" Tepat sekali. Sekarang Kamu dengarkan baik baik suara suara ini dan tebak kakak ada dimana."
" Bandara."
" Cih, kepintaran mu tidak berkurang! Oke langsung saja ke intinya. Aku tidak akan memaksa mu untuk pulang kali ini, tetapi pilihan ada di tanganmu sekarang, jika kamu masih ingin bertemu dengan Hani, kamu tahu harus kemana mencarinya! Jika tidak, kamu bisa terus menikmati kehidupanmu disini tanpa Hani. Jangan khawatir Hani pasti akan baik baik saja tanpa kamu, ibu angkat."
" Brengsek. " Maki Melly.
" Terima kasih atas pujian mu! adikku sayang, sampai ketemu di rumah. " panggil itu pun berakhir tanpa Melly sempat untuk berbicara lagi.
.......
.......
.......
.......
...Bersambung....
...Happy reading. 💘💘...