
Setelah di rawat dua hari, akhirnya Naina dan Hani di izinkan untuk pulang oleh dokter yang menangani mereka. " Kamu mau pulang kemana?" Tanya Luna.
" Entahlah." Jawab Melly sambil menaikkan kedua bahunya. Selama Hani di rawat Melly tidak memberitahu keluarga Hanzie, bahkan ia sering menolak panggil mami dan kakak kakaknya ketika mereka mencoba menghubungi Melly.
Melly hapal betul kebiasaan kakak kakaknya itu, dan di saat seperti ini dia tidak punya kesempatan untuk berdebat dengan kakak kakaknya, ia sudah terbiasa dengan kebebasannya dan tidak ingin di atur lagi.
" Pulanglah bersama kita, pintu rumahku terbuka untuk kalian berdua." Sahut Luna.
" Terima kasih lun, aku pasti akan berkunjung ke rumah kamu, tapi tidak sekarang." Tolak Melly secara halus. Sesungguhnya ia merasa tidak enak dengan Reval mau pun luna, jika harus merepotkan mereka lagi dan lagi hanya karena alasan pertemanan atau apapun itu.
" Terus kamu mau tinggal dimana? " Tanya Luna, ia memasang wajah cemberutnya.
" Untuk sementara aku dan Hani akan tinggal di hotel saja, Sampai kita mendapatkan tempat tinggal..."
" Aku tidak setuju dengan itu." Sahut Dion yang baru saja datang untuk menjemput mereka, sebelum luna mengeluarkan pendapatnya." Kamu bisa tinggal di apartemenku, tidak baik untuk Hani jika dia berada di lingkungan seperti itu, walaupun hanya untuk sesaat. " Sambung Dion lagi, walaupun alasannya terdengar begitu klise tetapi, semua itu, karena ia tidak menginginkan kedua wanita yang paling berharga dalam hidupnya jauh atau tiba tiba menghilang lagi.
Dion tidak akan pernah siap jika ia harus di tinggal untuk kedua kalinya.
" Maaf tuan XAVIER yang terhormat, baik HANI atau pun aku, sedang tidak meminta persetujuan kamu." Ucap Melly suaranya terdengar begitu dingin dan menusuk, walaupun garis bibirnya terlihat melengkung sempurna. " Satu lagi, apa kamu pikir berada di apartemen kamu adalah solusi yang terbaik. Tidak. " Melly menjeda ucapannya, ia meletakkan kedua tangan tepat di telinga Hani.
" Biar aku ingatkan sama kamu, Mantan istri berada di apartemen mantan suami di saat sang mantan telah memiliki istri, apa itu akan terlihat baik Haah? Kamu hanya akan memperburuk citra kita di mata masyarakat atau kamu memang sengaja membuat semua orang mengetahui keberadaan putri ku yang terlahir tanpa ikatan pernikahan, kamu dendam kan sama aku. "
" MELISSA HANZIE. " Teriak Dion, Tuduhan Melly sungguh sangat melukai hatinya, ia hanya ingin memastikan mereka berdua baik baik saja tetapi kenapa Melly bisa berpikir sejauh itu." Apa aku terlihat begitu brengsek di mata mu. "
" Kamu tahu jawabannya." Sahut Melly, Luna yang ada di ruang itu tidak dapat berbuat apa apa, ia memeluk erat tubuh Naina, dengan perasaan cemas. Jika tahu akan seperti ini keadaan mereka, ia tidak akan menolak permintaan Reval untuk menjemput mereka dan pulang bersama pasangan batu ini.
Entah jadi apa mereka jika di persatu kan lagi. Hati kedua orang itu begitu kesar dan tidak ada yang mau mengalah bahkan di depan Hani dan Naina mereka tetap berdebat.
" Jangan memaksaku melewati batasan ku Melly." Kedua gigi Dion terkatup. Menahan amarahnya saat ini.
" Hahahaha." Melly tertawa mengejeknya, " Batasan kamu bilang! Batasan apa? Apa kamu ingin mengurung aku lagi seperti waktu itu, apa kamu ingin ada Hani Hani yang lain karena kebejatan mu." Tantangnya. Suasana diruang itu semakin memanas bahkan, pending ruangan di dalamnya tidak cukup untuk menurunkan atmosfer yang semakin memanas itu.
" Cukup, Hentikan semua ini. " Bentak luna, ia sudah tidak tahan lagi." Apa kalian tidak malu bertengkar di depan anak kecil, jika Melly tidak ingin tinggal di apartemen Dion, maka dia bisa ikut pulang bersama ku titik. No debat."
" Tidak." Tolak Melly maupun Dion. Keduanya begitu kompak mengatakan tidak.
" Aku dan Hani akan tinggal di apartemen. " Toh hanya mama dan kakaknya Dion yang tahu alamat apartemen mereka sedangkan rumah, semua keluarga Dion tahu alamatnya.
" Terima kasih." Sahut Dion. " Aku akan mengantar kalian. " Melly mengangguk samar begitu juga dengan luna.
Setelah itu Dion mengantar Luna dan Naina terlihat dahulu sebelum mengantar Melly dan Hani.
...\=\=\=\=\=\=\=...
Disisi lain Ria yang telah mengetahui rencana Dion yang akan menceraikannya dalam waktu dekat, menatap tampil dirinya pada kaca rias yang telah retak di hadapannya.
Tampilan wanita itu jauh dari kata baik baik saja. Bola matanya merah dengan lingkar hitam di bawah dan kelopak matanya jangan lupa wajah sembab dengan ujung hidung memerah. Entah sejak kapan penampilannya seperti itu.
" Aku sudah berusaha menjadi wanita yang sesuai dengan keinginanmu, tapi kenapa kamu begitu tega Mas Dion." Ria berteriak, wanita itu kembali melempar apa saja yang bisa ia gapai, pada kaca yang telah retak itu, menambah retakan baru, tetapi hal itu tidak cukup untuk merendahkan apa yang wanita itu rasakan saat ini.
Bahkan teriakan ibu dan mertuanya di balik pintu kamarnya tidak di hiraukan sama sekali. Sudah lebih dari dua hari ia mengurung diri di kamar, berharap Dion akan datang membujuk nya. Tetapi semua hanyalah harapan yang tak berujung! Dion lebih memilih bersama Melly dan Hani ketimbang peduli tentang wanita itu.
" Seandainya aku tidak ikut bersama eyang, mungkin yang menjadi wanita tersayang mas itu aku, bukan mbak Melly atau wanita yang sekarang. Ini salah ibu dan ayah, Harusnya aku bersama ibu dan ayah, kalian jahat." Ria kembali berteriak. " Tidak Mas dion tidak mau sama aku karena aku hanyalah anak pembantu. " Ria seakan kehilangan kewarasannya, ia menyentuh bayangan dirinya di cermin, membuat jarinya tergores dan berdarah, Tetapi ria seakan mati rasa.
" Siapa wanita itu mas, kenapa kamu begitu tega sama aku. Harusnya setelah mbak Melly pergi aku yang kamu cintai mas, bukan Wanita itu." ia terduduk di lantai dan kembali menangis sejadi jadinya dengan menutup wajahnya mengunakan kedua telapak tangan.
Inilah yang harus ria tanggung karena sudah berani bermain dengan hati,, bukankah dari awal dia tidak bisa menembus pertahanan Dion dan jangan salahkan Dion jika pada akhirnya dia yang terluka dan tersakiti.
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
...Bersambung. ...
...Happy reading.. 💘💘...