
" Jelaskan dan jangan berbohong lagi . " Tegas Reval. Dalam Hati, Luna begitu menyesali kepintaran nayna dalam berbicara, siapa yang akan tahu, gadis kecil yang baru berumur tiga tahun lewat beberapa bulan itu akan berbicara seperti itu.
"Nayna, kamu membuat mama dalam masalah." Ucap Luna dalam hatinya. Ia melirik secara bergantian, kedua lelaki yang kini sedang menatapnya. Luna tidak bisa menghindar lagi, sebab Kedua lelaki itu, sedang menunggu penjelasannya. " Maaf mel, mereka terlalu mengerikan untuk di lawan. " Luna, Kembali berbicara dalam hatinya. Seolah Melly dapat mendengarkannya.
" Oke aku akan menjelaskan semua, tapi kalian jangan menatap ku seperti itu." Dion hanya memutar bola matanya, menanggapi ucapan luna yang banyak tingkah menurutnya, sementara Reval tidak bereaksi apapun." Waktu aku berkunjung ke apartemen kalian, Melly minta sama aku untuk membantunya, Kembali ke aussie, Aku tanya alasannya apa! Kamu tahu jawabannya apa? Dia tidak ingin, dirinya dan Hani, menjadi bahan gunjingan orang orang.... ." Ucap luna, ia menceritakan semua keresahan Melly yang menyebabkan wanita itu pergi.
"Kalian kan tahu sendiri, hubungan aku dan Ria seperti apa? Ada dan tidak ada nya Melly, kami tetap akan bercerai." Sahut Dion.
" Iya, aku dan Reval mungkin tahu masalah itu, tetapi, apa orang lain di luar sana juga tahu tentang itu? Tidak kan, orang akan tetap menganggap Melly bersalah karena mereka hanya menilai apa yang mereka lihat. Aku yakin kamu lebih mengenal Melly dari pada aku, Dia mungkin wanita keras kepala, tapi ingat dia itu. berpendidikan." Luna tentu saja akan membela sahabatnya.
"Setidaknya dia kasih tahu aku, bukan pergi begitu aja." Ucap Dion. Dia belum menerima tindakan Melly apapun alasannya. Sementara Reval, hanya menjadi pendengar setia untuk istri dan sahabatnya.
" Terus Kalau Melly kasih tahu kamu! Kamu bakalan izin dia pergi?" Tanya Luna.
" Nggak akan. " Luna tersenyum mendengar jawaban Dion.
" Berarti tindakan Melly sudah benar dong."Dion langsung memberikan luna tatapan tajam." Nggak usah liatin aku kaya gitu. Asal kamu tahu ya Bapak Dion Xavier yang terhormat. Aku juga sama kaya kamu, tidak ingin Melly pergi. Dan Awalnya aku juga menolak permintaan dia. Sekarang aku tanya sama kamu, kamu nggak papa, kalau Hani di panggil anak haram? Kamu terima Melly di cap sebagai pelakor?"
" Aku akan merobek mulut siapa saja yang berani mengatai mereka seperti itu. " Sahut Dion. Tentu saja dia tidak akan terima kedua orang yang paling dia cintai. Di kata katai seperti itu.
" Tunggulah Disini, ada yang Melly titipkan buat kamu. " Luna berdiri dari duduknya.ia meninggalkan Dion dan Reval untuk sesaat, sebelum kembali dengan membawa amplop berwarna coklat. " Nih surat Dari Melly, buat kamu." Luna meletakkan surat itu di atas meja tepat di hadapan Dion. Setelah itu ia kembali duduk di tempatnya semula.
" Kenapa kamu baru kasih ini sekarang?" Tanya Dion. Sambil meraih surat itu dan membukanya.
" Karena kamu sudah tahu tentang kepergian Melly." Jawab luna dengan santainya .
" Terus kenapa tadi kamu bohong sama aku." Tanya Dion lagi, ia tidak Habis pikir dengan jalanan pikirannya luna."Kalau Nayna tidak ngomong, kamu akan tetap Diam." Luna mengangguk.
" Melly bilang jangan kasih tahu kepergian nya sama kamu dan aku boleh ngasih surat itu kalau kamu sudah tahu aku yang membantunya pergi." Jelasnya tanpa perasaan berdosa sedikit pun.
" Val, serius ini istri yang kamu pilih. " Tanya Dion, kepada Reval. " Cih Masih mending Anita, walaupun gampangan tapi tidak seperti istri kamu ini, Cantik tapi sifatnya bagaikan Medusa. " Entah itu pujian atau hinaan yang jelas, Dion sengaja mengatakan hal itu.
" Justru karena itu aku mencintainya. " Sahut Reval. " Dan Jangan lupa Melly pun tidak jauh berbeda dengan dia. "
" Setidaknya kita melakukan apa yang kita anggap benar, kalau kalian tidak suka tinggal kembali sama mereka yang Kalian anggap baik itu." Luna berdiri, ia pun meninggalkan Dion dan Reval. Soal ucapan Dion yang membandingkannya dengan Anita, Luna tidak mempermasalahkan hal itu.
Setelah kepergian Luna, Reval pun mengikuti langkah istrinya setelah Dion pamit pulang.
...\=\=\=\=\=\=\=\=...
Dion memutuskan untuk pulang ke apartemen, ia masuk ke dalam kamar yang pernah di tempati luna dan Hani. Ia mengeluarkan amplop yang di berikan, Luna dan mulai membaca setiap kata di dalamnya.
...*Hai...bee!!...
...Maaf ya, jika cara pergi aku telah membuat kamu kecewa, tolong jangan salahkan luna ya bee. Karena aku yang memintanya....
...Bee.....
...Mengajarkan aku apa artinya sebuah kecemasan sebelum merasakan yang Namanya ikhlas....
...Maaf jika beberapa hari ini aku memberikan kamu sebuah harapan. Dan Aku sadar aku bukan wanita yang sempurna, juga sedikit labil hal itu pasti membuat kamu semakin kecewa sama aku....
...Bee...
...Jika kamu mendapatkan surat ini aku pasti sudah pergi. Tolong jangan salahkan dirimu atas apa yang terjadi dengan kita....
...Dan jangan pernah bertanya kepada aku pergi dan kurangnya kamu dimana. Sebab aku tidak memiliki jawaban untuk itu....
...Kepergian Ku, hanya mengikuti kemana langkah kaki ku dengan hati sebagai petunjuk jalannya....
...Bee...
...Soal Hani kamu masih bisa bertemu dengannya. Nanti luna yang akan membantu kamu....
...Untuk kita berdua sampai disini aja ya. Meskipun kita memiliki perasaan yang sama, tidak mengharuskan kita untuk bersama bukan. Biar kan perasan kita tetap seperti ini sampai waktu yang hapus nya....
...Ketika langkah kaki kita, yang kemarin sempat beriringan dan terhenti di persimpangan sebelum mengambil langkah masing masing. Jangan lupa untuk mendengar bisikan nurani agar kamu tidak tersesat dalam mengambil langkah di kemudian hari....
...Bee...
...Tetap bahagia ya, walaupun tanpa aku. Semoga kamu bisa menemukan wanita yang jauh lebih baik dari aku....
...Minggu depan mintalah luna datang untuk menjemput Hani*....
Dalam surat Melly tidak ada yang berlebihan, ia hanya ingin menegaskan hubungannya dengan Dion. Dan mengingat lelaki itu untuk tetap baik baik saja tanpa dirinya.
Walaupun sebenarnya, Melly memiliki banyak kata yang ingin ia sampai kan kepada Dion. Tetapi wanita itu memilih, memendamkan nya.
Setelah membaca surat dari Melly, Dion langsung meremas kertas itu dan membuang nya ke tempat sampah.
" Kamu adalah milikku, sesulit apapun aku akan berusaha untuk mendapatkan kamu lagi, tetap lah bersembunyi dari aku dan aku akan terus menunjukkan wajah ku di hadapan kamu Sampai kamu sendiri yang datang kepadaku, entah suka rela atau dalam keadaan marah." Ucap Dion dengan tekat yang kuat." Sepertinya aku harus bersikap baik kepada luna. " Sambungnya, dengan serangkaian rencana yang telah ia susunan di otaknya.
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
...Bersambung. ...
...Happy reading.. 💘💘...