Secret of the Heart

Secret of the Heart
pendekatan



di perjalanan pulang entah kenapa aku selalu saja ingin tersenyum mengingat gadis itu, apakah aku mulai menyukai nya? pikir ku.


aku pun membuang jauh fikiran itu dan melaju kencang menyusuri jalan raya yang sedikit macet karena ini merupakan weekend.


sesampai nya di tempat penginapan ku, aku segera membersih kan diri dan tak sabar ingin mengobrol bersama gadis itu melalui telpon.


aku pun mulai menekan satu demi satu nomor kontak hape yang di berikan tasya kepada ku.


tuuuuuut... tut.. tut...


"Hai selamat malam, apakah ini kamu tasya " aku mengatakan dengan sedikit ragu.


"iya ini aku, maaf aku sedang sedikit sibuk, jangan menghubungi ku lagi" ucap nya ketus dan langsung mematikan telpon secara sepihak tanpa mengucap ucapan perpisahan.


"kenapa gadis ini berubah secara cepat dan susah di tebak" pikir ku sambil mengerut kan dahi.


aku punya berinisiatif untuk mengirim nya pesan singkat bahwa yang menghubungi nya tersebut adalah aku.


Hai ini aku, rian mengapa kamu mematikan telpon ku secara sepihak, apakah kau benar benar sedang sibuk tasya? aku hanya ingin mengobrol sebentar sebelum tidur.


tak lama kemudian hape ku ber bunyi tanda ada pesan masuk.


ting tong ting..


maaf kan aku, silah kan telpon aku kembali jika kau mau, hanya saja aku takut meladeni lelaki yang tidak jelas seperti biasa nya, maka nya aku mengatakan aku sedang sibuk.


aku pun yang membaca nya sedikit tersenyum tipis karena gadis ini membuat aku semakin tertarik kepada nya melalui sikap nya yang tidak bisa sembarangan orang untuk mendekati nya. bukan berarti dia sok jual mahal akan tetapi dia sangat menjaga kehormatan diri nya dari laki laki lain.


aku pun segera menelfon nya kembali dan mengobrol cukup lama hingga tak terasa waktu sudah larut malam, kami pun mengakhiri percakapan kami dan bergegas untuk tidur.


tak lupa aku mengucap kan kata kata manis yang aku sendiri tak tahu mengapa aku bisa merangkai kata tersebut untuk gadis itu.


sedangkan di sebrang telpon sana gadis tersebut seperti orang yang sedang jatuh cinta melalui gombalan gombalan lelaki yang menolong nya dengan ikhlas ini.


kami pun tertidur dengan nyenyak hingga esok pagi nya.


tasya:


apakah kau sudah bangun?


aku yang mendengar suara pesan masuk di hape ku dan melihat siapa yang mengirim kan ku pesan segera membalas nya dengan semangat.


rian:


tasya:


baik lah jika begitu, sama sama


selamat bekerja pacar palsu ku.


:) hehe


aku pun tanpa ku sadari memberi senyuman setelah membaca nya dan bergegas untuk segera pergi ke kantor.


3 bulan kemudian..


hari demi hari aku lewati dengan semangat seperti biasa nya hingga setelah beberapa bulan kami menjalani pacaran palsu ini aku merasakan ada getaran getaran cinta yang tumbuh terhadap gadis itu begitu pun dia.


aku mengungkap apa yang sebenar nya aku rasa kan di suatu cafe saat aku berjumpa dengan nya.


"aku ingin mengatakan sesuatu hal penting kepada mu, ku harap kamu menerima nya dengan baik" aku mengungkap kan nya dengan hati hati.


"apa, kata kan lah yang sebenarnya sebelum aku merasakan rasa penasaran ini yang begitu dalam hingga aku ingin lebih baik mati hahaha" ucap nya dengan penuh canda yang membuat ku semakin grogi dan jantung ku berdegup kencang.


aku menggenggam tangan tasya dan diam beberapa detik.


"aku menyayangi... " hanya itu yang mampu aku ucap kan karna bibir ku berpacu hebat dengan detakan jantung ku yang tidak ingin mengalah menberikan sedikit waktu untuk aku mengungkap seluruh perasaan ku.


tasya pun sontak kaget dan mencoba memperbaiki duduk nya agar lebih rileks dan santai.


"lalu? " jawab nya singkat seolah tak mengerti apa maksud dan tujuan ku.


"ayo kita berpacaran sungguhan, aku tau aku bukan seorang pria kaya raya yang dapat selalu membahagia kan mu, akan tetapi rasa ini tulus dan aku sudah cukup lama memikir kan nya. maaf kan aku sudah lancang dan terjebak oleh permainan ku sendiri" aku menunduk kan kepala ku malu.


"baik lah, aku mau menjadi pacar sungguhan mu" ucap nya santai .


" benar kah? " aku mencoba meyakin kan kembali jawab nya.


ia pun menjawab nya hanya dengan anggukan dua kali.


"Terima kasih telah menerima ku" aku sontak mencium tangan nya dengan lembut.


ia pun kaget dan hanya tertawa kecil.


"aku yang seharus nya berterima kasih karena kau telah membantu ku lepas dari semua masalah yang telah aku alami dulu". ucap tasya tak mau kalah.