Secret of the Heart

Secret of the Heart
Kepulangan Melly



" Kalian sudah pulang?" Tanya Mamanya Dion, saat melihat anak, menantu dan cucunya. Melangkah masuk kedalam rumah.


" Seperti yang mama lihat." Sahut Dion dengan acuh tak acuh, sesungguhnya ia mulai muak dengan keadaannya saat ini, setiap hari harus di tekanan untuk bersikap baik kepada Ria. "MA! Aku lelah dengan semua ini, aku ingin mengakhirinya.! Tolong jangan bersikap kekanak kanakkan lagi untuk menahan Dion. " Sambung Dion, setelah mendarat kan bokongnya pada sofa yang ada Di ruang keluarga, sementara Lisa langsung berlari masuk kedalam kamarnya.


" Kekanak-kanakan kamu bilang! Haah Mama cuma ingin yang terbaik buat kamu Dion! Apa kamu nggak malu di cap sebagai lelaki brengsek, yang terus saja mempermainkan pernikahan. " Seru Mamanya Dion, kemarahan terlihat jelas di wajahnya. Ia menatap wajah sendu menantu yang kini tengah berada disampingnya " Mana pertanggung jawaban yang ingin kamu buktikan! Kamu pikir Melly mau kembali sama kamu, setelah kamu mencampakkan ria. Percaya sama mama, Melly tidak akan pernah kembali sama kamu, lupakan dia! Cobalah memulai dengan Ria." Bujuknya.


" Ma, Apa lima tahun belum cukup! Lima tahun Ma, tetapi aku tidak bisa mencintai Ria sedikit pun. Dion tidak bisa membiarkannya tersiksa lebih dari ini." Dion menatap wajah mamanya setelah itu berpindah kepada Ria, yang sedang menunduk, dari siluetnya Dion yakin Ria tengah menahan rasa sakit di hatinya.


Tetapi Dion bisa apa! Cinta tidak bisa di paksakan." Aku nggak papa kok mas, aku juga nggak akan menuntut lebih dari Mas! Asalkan mas tidak menceraikan aku. Kalau seandainya mas pengen balikan sama mbak Melly, Ria ikhlas di madu, mas tolong ria mas! Apa mas tega lihat Lisa tumbuh dalam keluarga berantakan." Dion memijit alisnya. Ia tersenyum mengejek. Wanita ini, dia selalu berani jika ada mamanya Dion. Mengunakan kepolosannya untuk merebut simpati. Sesungguhnya Ria lebih rumit dari Melly! Sebab wanitanya, itu keras kepala tapi selalu melakukan sesuatu sesuai keinginannya. Berbeda dengan wanita satu ini, yang selalu bersikap lemah tetapi memiliki sejuta taktik. Entah apa yang akan terjadi setelah ini.


Dulu saat Dion ingin menceraikan ria, Mamanya harus di rawat karena percobaan bunuh diri, selalu seperti itu, entah cara apalagi yang akan mereka lakukan untuk menghentikan Dion nanti. " Kamu Dengar! Ria bahkan mengalah untuk kamu! Kurang Baik apa coba."


" Baik mama bilang, huum hanya wanita bodoh dan licik yang akan berpikir seperti dia." Dion terus saja mengatainya, tetapi Ria tidak peduli, ia ingin terus menjadi istri Dion. Sekali pun Dion tidak mencintainya. Persetan dengan cinta toh cinta tidak bikin kenyang dan bahagia.


" Kamu akan terus memandangnya seperti itu, karena kamu tidak mau membuka, hati padanya." Mamanya masih saja kekeh untuk mempertahankan hubungan yang rumit itu, sementara papa dan kakaknya Dion pun sudah lelah setiap hari harus mendengar perdebatan untuk masalah yang sama.


" Aku tidak peduli, kali ini aku akan tetap menceraikannya, suka atau tidak suka, dia tetap akan menceraikan Ria, jika mama ingin melakukan tindak bodoh lagi, silahkan Dion tidak akan peduli." Setelah mengatakan Hal itu Dion melangkah masuk ke kamar tamu, ia pun melangkah masuk kedalam kamarnya.


Sementara di belakang sana Ria menghampiri mertuanya." MA, Bagaimana ini, mas Dion akan menceraikan Ria MA! Ria nggak mau cerai dari Mas Dion. " Ia merengek sambil memeluk lengan mertua ya.


" Mama juga bingung bagaimana caranya menghentikan Dion."


" Bu, Ria! Kalian tidak bisa terus memaksa mas Dion, saran saya sebaiknya di akhir saja pernikahan ini, saya tidak ingin mas Dion maupun Ria semakin terluka." Ucap Mamanya Ria, yang entah sejak kapan sudah berada di sana dan mendengar pembicara mereka.


" Bu, aku ini anak ibu! Harusnya ibu mendukung sesuatu yang membuat aku bahagia bu. " Sahut Ria sambil menghentakkan kakinya. Layaknya orang merajuk.


" Benar, harusnya kamu bantu kita mikirin jalan keluarnya, bukan mengiyakan permintaan Dion, kamu ini gimana sih. " Mamanya Dion membenarkan Ucapan Ria, sekaligus menasihati asisten rumah tangga sekaligus besannya itu.


" Tuh dengerin Bu! Mama aja ngerti perasaan aku! Kok ibu malah tega sama aku. "


" Justru karena ibu sayang sama kamu, makanya berkata seperti ini Nak." mamanya Ria hanya bisa berucap dalam hati, karena ia tidak ingin menyinggung perasaan majikannya.


" Sudah lupakan, sebaiknya kamu Istirahat! Nanti mama akan memikirkan cara agar Dion tidak jadi menceraikan kamu. " Ria mengangguk, ia pun kembali ke kamarnya. Di ikuti ibunya.


...\=\=\=\=\=\=\=...


Esok harinya, tepat jam dua belas siang, pesawat yang di tumpangi Melly mendarat di Indonesia.


Dengan penuh percaya Diri, Melly melangkah melewati lorong garbarata. Tubuhnya yang dulu langsing, kini sedikit berisi setelah melahirkan Hani. Tetapi hal itu membuatnya terlihat jauh lebih seksi.


Hari ini rencananya, Luna akan menjemputnya! Tetapi sahabatnya itu berhalangan sakit karena, putri keduanya sakit dan harus di bawah ke rumah sakit. Sebagai seorang ibu sekaligus sahabat Melly tentu mengerti posisi Luna.


Setelah mengambil koper nya, Melly bergegas ke pintu keluar bandara, untuk mencari taksi, tujuannya adalah rumah yang sudah lebih dari 10 tahun tidak ia tinggali. Hanya saja ia sering berkunjung ke sana.


Satu jam kemudian, Taksi yang tumpangi Melly berhenti di depan pintu utama, kediaman Hanzie. Ia segera keluar dari dalam taksi, menunggu supir mengeluarkan barang barangnya dari bagasi setelah itu membayar ongkos taksinya.


" Kenapa tidak masuk?" Tanya Farrell, yang entah sejak kapan sudah berada di belakang Melly. Hanya Farrell dan orangtuanya yang tinggal di rumah ini, sementara kedua kakaknya sudah menikah dan memiliki rumah Sendiri. " Ayo masuk! Apa perlu aku seret kamu ke dalam. " Tanya Farrell. Ia melangkah masuk kedalam rumah di ikuti Melly.


" Dimana Hani?"


" Kamu baru berpisah dengan anak angkat mu dua hari, tidakkah kamu merindukan aku saudara ini." Ia menghentikan kan langkah, sehingga Melly tanpa sengaja menabrak punggung kakaknya. " Kenapa." Tanya Farrell saat melihat Melly mengusap Jidatnya.


" Sakit." Keluh Melly.


" Sama seperti yang aku rasakan! Kamu lebih peduli dengan anak angkat mu, ketimbang aku saudara.. ."


" Berhenti, jangan terus menyebutnya seperti itu." Sentak Melly, Hatinya sakit, setiap kali, mendengar kata anak angkat.


" Apa yang salah dari kata kata ku, bukannya kamu sendiri yang mengatakan kepada bang David kalau dia hanyalah anak angkat. "


" Aku menantang kakak untuk mengatakannya lagi. " Farrell tahu. Ketika Melly sudah berkata seperti ini, adiknya itu pasti benar benar marah. Farrell pun tidak berkata apa apa lagi, ia kembali meneruskan langkahnya begitu pun dengan Melly..


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...


...Bersambung. ...


...Happy Reading. 💘💘...