
setelah berpisah di tempat makan, aku dan tasya pun berjalan ke arah yang berbeda beda menuju tempat masing-masing.
sesampainya di tempat penginapan ku, aku langsung terbaring dan memikirkan hal bodoh apa yang sudah aku lakukan sehingga mau membantu wanita yang baru saja aku kenali bahkan mengorban kan diri ku untuk nya.
"ah sudah lah, toh jodoh sudah ada yang ngatur" aku mencoba berfikir positif bahwa aku hanya berniat menolong nya bukan menjadi calon pendamping hidup nya yang sesungguh nya.
aku pun beranjak dari kasur menuju kamar mandi untuk kembali menyegar kan tubuh ku setelah berolahraga tadi pagi.
di tempat lain, tepat nya di rumah tasya....
"ma pa aku pulang" ucap tasya dengan semangat tanpa memikir hal yang membuat nya kabur dari tadi malam seolah tak terjadi apa apa.
"kamu dari mana aja nak" sahut mama yang mendengar anak nya tidak pulang dari tadi malam.
"aku tidur di rumah teman ma, hape aku ketinggalan dan aku tidak bisa mengabari mama, maaf kan tasya ma" ucap nya dengan yakin tanpa menampak kan kecurigaan.
"ya sudah bersih kan badan nya sana, lain kali kalau kamu mau pergi kasih tau dulu meskipun terburu-buru " ucap mama kepada tasya yang hanya di balas dengan anggukan dan tasya berjalan ke arah kamar nya untuk membersih kan tubuh nya.
dalam lamunan tasya ia berfikir bagaimana cara nya agar aku mengatakan bahwa aku telah mempunyai pacar agar aku tidak jadi di nikah kan dengan orang yang tidak aku kenal sama sekali.
"baik lah nanti malam akan aku kata kan semua sebelum ini terlambat" ucap tasya sambil menggenggam tangan nya.
dikamar rian...
"ah sudah lah jika ia membutuh kan bantuan ku dia akan mencari ku kembali" fikir ku tanpa ingin menambah beban.
aku pun bergegas membersihkan kamar ku dan kembali bersantai di kasur dengan tenang sambil mengotak atik hape ku.
"hei apa ini? kenapa dia tidak mengundang ku meskipun aku mantan nya " mata ku terbelalak ketika melihat mantan yang dulu pacaran cukup lama dengan ku yaitu selama kurang lebih 5 tahun dan kami berpisah karna ia selingkuh,dan sekarang menikah dengan teman sekelas ku dulu di SMA di akun instagram ku.
ting..
bunyi suara notif bahwa ada pesan masuk di kakung watsap ku.
aku pun membuka nya dan melihat teman ku mengirim kan foto pernikahan mantan ku dengan di akhiri emot tertawa bahkan mengejek ku dengan candaan.
"heii lihat foto siapa ini, apakah kau tidak mau datang hanya karena dia mantan mu, apakah kau takut kau menangis di depan nya ketika kau mengucap kata selamat dan bersalaman dengan nya? " ucap teman ku yang seolah mulut nya tidak pernah di ajar kan di sekolah dulu tentang tata krama yang sopan.
aku pun mendengus membaca pesan dari teman ku.
"apakah kau tidak pernah di ajar kan sopan santun ketika memulai pembicaraan dengan orang lain ? setidak nya kau menanyakan bagaimana kabar ku dan lain lain" balas ku kesal bercampur emosi.
chatan kami pun berlanjut cukup lama dan di selingi dengan tawa yang membuat aku emosi bercampur kesal dan lucu.
tak terasa waktu sudah menunjuk kan pukul 10 malam, aku pun mengakhiri chatan kami dan bergegas untuk tidur dengan nyenyak berharap fikiran yang mengganggu ku tidak menjadi mimpi buruk dalam tidur ku.