
Melihat putranya berlari keluar rumah dengan keadaan yang cukup membingungkan, mamanya Dion langsung bergegas naik ke lantai atas dimana kamar putranya itu berada. Ia ingat betul beberapa menit yang lalu Ria pamit untuk mengantar kopi kepada putrinya.
Sampainya di Kamar Dion, Wanita paruh baya itu meraih handle pintu lalu memutarnya sebelum mendorong kedalam. Ia sedikit terkejut melihat Ria terduduk di lantai dengan air mata membasahi wajahnya dan ada bekas tangan di leher wanita itu.
" Ada apa ini! Kenapa kamu menangis dan kenapa Dion sampai pergi seperti itu? Apa yang telah kamu lakukan Haah." Tanya Mamanya Dion, ia meraih kedua bahu ria dan sedikit mengguncangnya. " Jawab ria, apa yang kamu lakukan." Ini kali pertamanya mama Dion, membentak Ria.
" Maaf MA, aku_"
" Aku apa. Jangan bertele tele kamu." Desak wanita paruh bayah itu lagi, rasa panik membuat ia tidak memberi kesempatan ria untuk berpikir sedikit pun." Jangan Diam saja! Jawab mama."
" Maaf ma! Ria sayang sama mas Dion! Ria hanya ingin mempertahankan hubungan ini. Makanya Ria mencampurkan obat kedalam minumannya mas Dion." Ucapnya dalam satu tarikan nafas. " Sumpah aku tidak bermaksud buruk sama mas Dion ma."Lanjutnya lagi, sambil memeluk lutut mertuanya.
" Apa. " Mamanya Dion mendorong tubuh Ria dan.
PLAAK
Satu tamparan langsung mendarat dengan indah di pipinya Ria." Tidak tahu malu kamu! Mama pikir kamu sudah berubah. Ternyata sampah tetap lah sampah dan tidak akan pernah jadi wanita baik! dasar kamu, wanita murahan. " Selama ini Mamanya Dion, mendukung Ria dengan Dion hanya karena menantunya itu bisa hamil, ia hanya ingin memiliki cucu dari putranya, mengingat dulu, Melly tidak bisa memberikannya cucu, jadi dia tak masalah jika ria hanyalah anak pembantunya! Bahkan ia sampai menutup mata dengan kehamilan, menantunya itu! dia pikir selama ria bisa hamil dan mungkin saja ria bisa melahirkan anak Dion nanti. Sungguh pemikiran yang Dangkal, tapi mau bagaimana lagi semuanya sudah terjadi, menyesal pun rasanya percuma.
Dan sekarang semua harapannya harus sirna karena kebodohan wanita ini. " Sebaiknya kamu siap siap! Jika Dion ingin menceraikan kamu, mama tidak akan pernah menahannya! Mama menyesal memilih kamu." Ucap wanita baya itu lagi sebelum melangkah meninggalkan menantu yang mungkin sebentar lagi akan menjadi mantan menantu.
Salahkan jika ia menginginkan cucu dan salahkah Jika dia menuntut hal itu dari Dion, di saat dian putrinya, memiliki kemungkinan sangat kecil untuk memiliki anak, sebab salah satu induk telurnya telah di angkat.
Dan Dian sudah begitu tertekan karena harus membagi suaminya dengan wanita lain, apa dia masih harus tega membebaninya dengan masalah anak.
" Mungkin selamanya rumah ini tidak akan pernah kedatangan anggota baru." Gumam wanita paruh bayah itu, melihat sekelilingnya, yang terasa begitu sunyi walaupun banyak pelayan yang bekerja di rumah itu.
...\=\=\=\=\=\=\=...
Pukul empat dini hari, Melly masuk kedalam kamar untuk mengecek kondisi keadaan Dion. Lelaki itu kelihatannya sudah jauh lebih baik dari semalam, walaupun wajahnya masih sedikit memerah tetapi itu tidak menjadi masalah.
Melly pun melepas infus tanpa membangunkan Dion yang terlihat begitu lelap, mungkin saja lelaki itu baru saja tertidur.
Setelah itu Melly melakukan ritual paginya sebelum ia melangkah ke dapur, menyiapkan sarapan.
Tepat Jam 6 pagi, Dion dan Hani bangun keduanya langsung menghampiri Melly yang sedang menatah sarapan di meja makan.
" Maaf mommy, Hani bangunnya telat." Ucap Hani yang kini berada dalam gendong Dion, Dengan Tangan mungilnya yang melingkar di leher Dion,
" Nggak papa sayang, yang penting jangan keseringan ya." Melly mengusap kepala Hani. " Sini mama bantu Hani mandi terus kita sarapan. " Hani mengangguk setelah itu berpindah dalam Gendongan ibunya.
" Kamu juga, sebaiknya mandi dulu! Biar lebih segar." Ucap Melly tanpa menatap wajah Dion.
" Iya, Makasih ya sayang."
" Hmmm."
Setelah membantu Hani, Melly menuju, walk in closed! Mencari pakaian kerja Dion yang mungkin masih muat untuknya.
Apartemen Ini mungkin sudah lama, tidak di tempati tetapi pakaian di dalamnya selalu rapi dan bersih, entah itu punya Melly sendiri atau Dion. Yang jelas lelaki itu begitu baik merawat barang barang mereka.
Perlahan tapi pasti, Dinding yang ia bangun untuk menjauhi Dion, mulai goyah apalagi, melihat Hani yang begitu bahagia bersama Dion semakin membuat Melly Di lemah.
" Sayang, pakaian aku mana!" Tanya Dion, yang baru selesai mandi. Menyadarkan Melly dari lamunannya, ia segera keluar, memberikan pakaian yang ia yakin pas di tubuh Dion, lengkap dengan Dasi dan jam tangan.
" Nih." Melly meletakkannya di tempat tidur setelah itu ia berjalan melewati Dion begitu saja tanpa mau menatapnya.
Melihat sikap acuh tak acuh Melly! Membuat bibir Dion melengkung sempurna. Lelaki itu segera berpakaian, ia tidak ingin melewatkan waktu sarapan bersama kedua wanitanya.
Selesai sarapan, Dion hendak pamit untuk pergi ke kantor. Tetapi Melly memintanya untuk menunggu sebentar. " Nih makan siang kamu, mintalah sekretaris kamu untuk memanaskannya terlebih dulu saat kamu ingin memakannya.
" Iya! Maaf sudah merepotkan mu."
" Tak masalah, pergilah! Nanti kamu terlambat." Dion mengangguk. Lelaki itu mengecup Dahi Hani sebelum pergi, ingin sekali ia melakukan hal yang sama kepada Melly tetapi Dion masih bisa menahan dirinya.
...\=\=\=\=\=\=\=...
Di sore Hari, setelah selesai bekerja Dion langsung bergegas pulang ke rumah, ia harus segera menyelesaikan urusannya Dengan Ria.
Sampainya di rumah, Dion melangkah masuk Kedalam kamar Ria dan menyeret, wanita itu keluar dari kamar yang selama ini ia tempati. " Aku sudah mengurus perceraian kita dan mulai sekarang kamu tidak berhak tinggal di rumah ini lagi, pergi bawah sekalian anak kamu." Tegas Dion, mama dan papanya yang melihat hal itu tidak dapat membantu Dion atau sekedar mencegahnya. Sebab mereka tahu apa yang terjadi. Dalam keluarga XAVIER, tidak ada kata toleransi untuk sebuah kecurangan.
" Mas, Maaf aku melakukan semua ini, karena aku mencintaimu mas." Rio memohon, berharap belas kasih dari suaminya itu. " Aku janji nggak akan mengulanginya lagi, ma, PA tolong bujuk mas Dion." Ria meminta bantuan mertuanya tetapi pasangan itu malah membuang muka dan bersikap seolah tidak terjadi apa apa.
Sementara ibunya Ria, yang tidak tahan dengan perlakuan dion kepada anaknya. Ikut berlutut di hadapan Dion." Nak Dion jangan salahin ria, semua ini salah ibu, ibu yang mencampur obat itu kedalam minum mu, tolong maafkan Ria Nak."
" OH ibu ingin membela anak ibu, baiklah! Aku akan memaafkan anak ibu, tetapi aku akan tetap menceraikannya. Keputusan aku sudah bulat dan sedang di proses, sekarang ibu bisa membawa Anak, cucu dan suami ibu pergi dari sini detik ini juga, kalian di pecat. Silakan pergi, aku nggak mau lihat wajah penipu di rumah ini. " Titah nya, membuat ibunya Ria shock, ia tidak menyangka semua akan seperti ini. Sementara kedua orang tua Dion tidak dapat berbuat apa apa untuk wanita yang telah membantu mereka mengurus Dion dan Dian. Kemarahan Dion terlalu mengerikan Jika di bantah.
.......
.......
.......
.......
...Bersambung....
...Happy reading 💘💘...