
" Maaf ya luna! Kalian lama ya nunggu nya." Ucap Melly yang baru saja sampai di apartemennya.
Kedua wanita itu saling berpelukan dan cium pipi kanan dan kiri. Sebelum Melly berpaling kepada si kembar. Kedua bayi mungil yang dulu nya ia gendong kita sudah tumbuh sebesar ini dan sehat.
Melihat Naela dan Narendra, membuat sudut mata Melly basah. Ia duduk di hadapan kedua anak itu. " Hai sayang, Tante nggak nyangka kalian berdua sudah sebesar ini." Ucap Melly sambil mengusap kepala Naela dan Narendra secara bergantian. Kemudian memeluk mereka berdua sekaligus.
" Ya wajar lah mereka udah besar! Kamu sih kelamaan menghilang nya." Sahut luna.
" Mama, tante ini siapa? " Tanya Naela.
" Ini tante Melly sayang, yang sering mama cerita in ke kalian berdua. Ayo Salim dulu sama tante. Nayna juga ya." Sahut luna sebelum Melly membuka mulutnya. Dan ketiga anaknya pun mencium punggung tangan Melly secara bergantian.
" Sekali lagi maaf ya lun, aku jadi nggak enak sama kamu dan anak anak." Ucap Melly setelah anak anak luna kembali duduk di tempat duduk mereka sebelumnya.
" Nggak papa kok santai aja, kaya sama siapa kamu ini. Oh iya mel, aku terpaksa pakai dapur kamu dan isinya, soalnya anak anak udah mengeluh lapar katanya. Tadinya si aku mau pesan, cuma pas aku ke dapur kulkas kamu penuh. Jadinya aku masak aja. Sekalian buat makan malam kamu dan Hani. Nanti kalau mau makan tinggal panasin aja. " Jelas luna panjang kali lebar.
" Iya, nggak papa! Terima kasih ya udah masak buat aku dan Hani. " Sambung Melly.
" Sama sama, sebaiknya kita makan Yuk, sebelum makan di meja dingin. " Melly mengangguk. Keduanya pun mengajak, anak anak luna keruang makan, untuk menyantap makan yang telah di masak luna.
Selesai makan dan membersihkan piring bekas makan mereka, Luna Dan Melly kembali keruang keluarga.
Mereka terus saja berbicara, seakan tidak ada habis, hal yang harus. Sementara Naela dan Nayna asyik dengan film kartun putri putri kerajaan yang sengaja di pilih Luna agar kedua anaknya tidak bosan, sementara Narendra. Asyik dengan rubik yang ia bawah dari rumahnya.
" Astaga mel, Aku lupa! Hani mana." Tanya luna. Setelah berjam jam mereka berbicara, wanita itu baru sadar kalau tidak melihat Hani sejak tadi.
" Hani di rumah nenek nya." Jawab Melly sambil geleng geleng kepala. Ia tidak habis pikir dengan sahabatnya.
" Orang tua kamu atau Dion." Tanya Luna lagi.
" Orang tua Dion lah. Kalau orang tua aku, nggak mungkin aku ada disini. Pasti udah di kurung dan nggak di izinin kemana mana! Aku kan udah pernah cerita, gimana posesif dan pedasnya ucapan kakak kakak aku. Kamu gimana sih. "
" Iya juga sih." Sahut luna di serta anggukan kepala." Tapi kenapa kamu nggak ikut ke sana? Jangan bilang karena aku. " Tebak luna.
" Ya nggak lah. Lagian aku ini siapa mereka? Dan Atas dasar apa aku di haruskan ke sana. Istri bukan, saudara bukan, di bilang kekasih apalagi. kalau Hani wajar."
" Tapi Mel, kamu itu ibu dari anaknya Dion sekaligus mantan istrinya! suka atau tidak kamu harus ke sana dan aku yakin mereka pasti akan menerima kamu dengan baik. " Melly mengangkat tangannya, meminta luna untuk berhenti berbicara.
" Aku tahu maksud kamu baik luna, tapi satu hal yang harus kamu tahu, aku cukup tahu diri dan sadar siapa aku, maka dari aku tidak ke sana. Dan harus kamu garis bawah kata mantan, kalau kamu lupa status aku dengan Dion."
" Tapi me_"
" Apa kamu senang jika Anita mengunjungi rumah mertua kamu dan bercengkrama dengan Reval dan Arga. Kamu ikhlas melihat hal itu."
" Ya nggaklah. Tapi kenapa jadi aku yang di bahasa." Kesal Luna.
" Aku tidak bermaksud, menyinggung kamu! Tetapi aku tidak ingin menyiram cuka di atas luka Wanita lain. Bukan karena aku mengerti perasaan wanita itu. Hanya saja, Seorang wanita kalau sudah terluka hatinya pasti Mereka akan menutup mata dan tidak senggang untuk menyakiti. Bukankah kamu lebih paham akan hal ini." Ucapan Melly seakan membuka memori luna, tentang bagaimana ia kehilangan zeon karena Anita. Wanita itu mengakui sangat mencintai Zeon tapi pada akhirnya di pula yang menyakitinya. Dan tidak senggang merenggut nyawa Zeon dan kakaknya." Maaf aku tidak bermaksud membuka luka lama." Sambung Melly lagi. Ketika melihat wajah sendu luna.
Melly yang merasa tidak enak, langsung memeluk luna, seraya meminta maaf dengan tulus, wanita itu tidak bermaksud menyinggung perasaan luna.
Setelah luna kembali santai, Melly menceritakan tentang, Ria yang menemuinya karena Dion telah menggugat wanita itu. Juga rencananya untuk kembali canberra dalam beberapa hari ke depan. Tujuan Melly, agar sahabatnya ini membantu, memuluskan rencananya tanpa ada hambatan pastinya.
...\=\=\=\=\=\=\=...
Tepat jam Lima sore! Dion dan Hani pulang ke apartemen, walaupun mama dan papanya tidak ingin berpisah dengan Hani. Tetapi mereka tidak dapat berbuat apa-apa, saat gadis kecil itu, merengek ingin bertemu Melly.
Dion melangkah masuk kedalam Apartment, sambil mengendong Hani, sementara satu tangannya membawa paper bag. Berisi pakaian yang di beli Dian untuk Hani.
" Mommy." Teriak Hani. Ia langsung turun dari gendong Dion dan berlari kearah Melly yang baru saja keluar dari kamar. Wajah wanita itu terlihat segar sehabis mandi.
" Hai Sayang, mommy kangen banget sama Hani." Sahut Melly, sambil mengangkat tubuh putrinya dan mencium hampir seluruh wajah Hani, rasanya hal itu tidak cukup untuknya. Ia kembali memeluk Hani dengan begitu eratnya.
" Hani juga kangen sama mommy, bahkan rasa kangen Hani ke Mommy lebih besar. " Ucap Hani sambil melebarkan kedua tangannya kesamping.
" Mommy lebih dari itu." Sahut Melly tak mau kalah.
" Hani yang lebih Donk, mommy." Ucap Gadis itu dengan wajah cemberutnya. Membuat Melly tertawa. Ia kembali mencium pipi putrinya seraya berkata.
" Iya Hani yang menang."
" Tuh kan, Hani bilang juga apa. "
" Iya iya, terus Hani ngapain aja di rumah nenek. " Tanya Melly, ia berjalan ke arah sofa, mendarat kan bokongnya di sana, sambil memangku putrinya yang tengah bercerita tentang kesehariannya di rumah sang nenek.
Sementara Dion, hanya Diam mendengarkan cerita HANI, tatapannya tidak pernah berpindah Sedikit pun dari kedua wanita itu.
Selesai mendengar hani bercerita. Melly langsung membantu putrinya itu Menganti pakaian.
Melly meninggal Hani dan Dion yang sedang menonton dan beranjak ke dapur ia mengeluarkan makanan yang tersimpan di kulkas, memanaskannya terlebih dulu sebelum, menata nya di atas meja untuk makan malam mereka.
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
...Bersambung. ...
...Happy reading. 💘💘...