
aku pergi ke tempat penginapan ku dan menyuruh nya masuk untuk mandi serta membersih kan seluruh tubuh nya. setelah selesai aku pun mengajak nya makan dan kembali ke rumah nya, dia hanya diam mengikuti apa yang aku kata kan.
di dalam fikiran ku mengapa gadis ini diam saja, apakah dia sudah pasrah dengan semua keadaan yang menimpa nya.
aku pun mengendarai motor ku dan melaju menuju rumah tasya.
sesampai nya di rumah tasya...
tok tok tok, ma pa ini tasya.
terdengar suara sahutan dari dalam rumah.
"kamu dari mana aja nak buat mana khawatir" sahut mama dengan wajah panik sambil memeluk nya.
"ini ma kenalin, rian pacar tasya" ucap tasya sambil sedikit tersenyum tanpa menjawab terlebih dahulu pertanyaan dari mama nya.
mama yang tampak kaget dan heran diam sejenak memperhatikan ku. aku pun sedikit salah tingkah karena merasa sedang di selidiki diam diam.
"perkenal kan ma, saya rian" aku mencoba bersikap biasa aja untuk memecah kan ke gugupan ku.
mama yang tersadar langsung memberikan tangan nya untuk di salam oleh rian dan mempersilah mereka masuk.
"tasya buat kan minum ya" pinta mama
"iya ma" tasya pun berjalan ke arah dapur untuk membuat minuman.
di ruang tamu mama memulai banyak pertanyaan tanpa jeda, mulai dari mana kami berjumpa, sudah berapa lama kenal dan pacaran, dan banyak lain lain nya yang membuat ku harus memutar otak mengarang bebas dan mengingat apa yang sudah aku kata kan kepada mama tasya agar tidak salah salah jika di kemudian hari mengulang pertanyaan nya kembali.
"minuman datang" ucap tasya dari dapur sambil membawa nampan berisi minuman dan beberapa jenis kue.
aku pun tersenyum melihat tingkah nya yang seolah sangat bahagia namun tetap saja tampak raut wajah sedih yang ia tutupi dengan senyuman nya itu.
mama pun pamit ke kamar dan mempersilah kan mereka untuk mengobrol berdua.
aku pun sedikit mengangguk dan berterima kasih kepada mama tasya.
"banyak" jawab ku singkat yang membuat nya sedikit mengernyit kan dahi nya.
"apa saja cerita kan kepada ku" bujuk tasya dengan nada manja nya.
"nanti akan aku cerita kan semua nya, sekarang biar kan aku menikmati hidangan ini dulu" ucap ku sambil mengunyah beberapa kue yang ada di atas meja.
tasya hanya diam dan tersenyum kecil.
beberapa menit kemudian aku pun pamit pulang kepada mama tasya dan saat itu papa tasya baru saja turun dari motor sehabis pulang kerja, aku hanya menyalami nya dan tersenyum tanpa mengobrol banyak karna hari sudah menjelang malam hari
aku pun menaiki motor ku dan pamit juga kepada tasya.
"aku akan menghubungi mu lagi nanti" ucap ku meyakin kan tasya.
"terima kasih atas pertolongan mu kepada ku, ku berjanji akan membalas nya suatu hari nanti atas kebaikan mu ini" ucap tasya dengan yakin sambil mengacung kan jari manis nya di depan ku sambil tersenyum manis.
aku yang saat itu terpesona dengan senyuman nya tiba tiba tersadar ketika tasya memanggil nama ku.
"hei rian" sahut tasya sambil melambai lambai kan tangan nya.
"eh iya" jawab ku panik dan menggaruk kepala yang tidak gatal.
"ayo berjanji" ucap tasya kembali dengan jari kelingking nya.
aku pun menuruti dan mengikuti nya sambil tertawa bersama.
dan akhirnya aku pulang dari rumah tasya karna hari sudah sangat senja.
di perjalanan pulang entah kenapa aku selalu saja ingin tersenyum mengingat gadis itu, apakah aku mulai menyukai nya? pikir ku.
aku pun membuang jauh fikiran itu dan melaju kencang menyusuri jalan raya yang sedikit macet karena ini merupakan weekend.