Secret of the Heart

Secret of the Heart
Hadiah tak terduga.



" Selamat Siang! Loh Pasien kemana?" tanya Dokter Nesya. Wanita yang baru saja masuk ke ruang rawat Melly, terlihat bingung dengan kehadiran banyak orang di ruang itu. Sementara Melly sang pasien tidak terlihat dimana pun.


" Dokter ini, Pasti Dokter putri saya." Katakan Dok, putri kami sakit apa?" tanya Ayahnya Melly.


" Iya, apa penyakitnya itu yang membuat ia di turunkan dari pesawat." Entah pemikiran dari mana itu, hingga mamanya Dion bisa bertanya seperti itu.


" Sakitnya parah nggak dok."


" Apa perlu dia kita rujuk keluar negeri. " Dan masih banyak pertanyaan dari keluarga lainnya, yang mengerumuni dokter Melly. Wanita cantik yang tadinya baik baik saja, kini mulai pusing sampai harus memijit pelipisnya, berulang ulang kali.


" Dokter ada apa?" Suara Melly yang baru keluar dari balik pintu kamar memecahkan kerumunan yang mengelilingi Dokter Nesya.


Kini giliran Melly yang di hampiri. Tanpa tahu kondisi Melly. Dian, ibu mertuanya dan Maminya langsung memeluk Melly secara bersamaan. Melly yang dalam kondisi tidak baik baik saja! hampir kehilangan kesadaran dan terjatuh, Bersyukur Dian dan luna sigap menahan tubuhnya yang terhuyung kebelakang.


" Sebaiknya yang lain keluar dulu, kasih kesempatan buat pasien untuk istirahat." Tegur Dokter Nesya.


" Tapi Dok, anak kami ini baru saja melewati musibah, yang hampir membuatnya kehilangan nyawa, jadi kami harus memastikan dia baik baik saja." Ayah mertua yang biasanya tenang kini ikut ikutan berlebihan.


" Maaf Pak, Bu! Saya tidak tahu masalah apa yang menimpa keluarga kalian. Dan Sampai saat ini belum ada kasus orang kehilangan nyawanya karena hamil, kalau masalah kehamilan dan persalinan, saya sudah sering jumpai. Dan untuk saat ini, sebaiknya kalian keluar karena Ibu Melly harus istirahat." Ucap Dokter Nesya." Hanya dua atau tiga orang yang berada di ruang ini, sisanya silakan menunggu di luar."


" Ayo pak, bu silahkan. " Salah seorang perawat yang sejak tadi bersama dokter Nesya. Turut berbicara sembari Membuka pintu untuk keluarga Melly dan Dion. Menyisakan, Luna, Dian dan Hani.


Dengan raut bingung dan bertanya tanya. Mereka berdiri di depan ruang rawat Melly, menunggu dokter Nesya untuk menjelaskan apa yang di ucapkan nya beberapa menit yang lalu.


Bukan karena mereka tidak mendengar dengan jelas Ucap Dokter Melly, hanya saja mereka ingin memastikan hal itu kembali, berbeda dengan papa dan mamanya Dion, terlalu banyak hal yang terjadi, seputar kehamilan membuat pasangan paruh bayah itu enggan untuk mempercayai begitu saja apa yang mereka dengar. Sementara untuk Hani. Anggaplah itu hadiah yang tidak terduga. Bukan berarti untuk adiknya Hani tidak. Hanya saja mereka butuh waktu untuk memastikan dan mempercayai hal itu.


" Dokter apa yang ada katakan itu benar?" Maminya Melly, langsung menghampiri dokter Nesya begitu, wanita cantik itu keluar dari ruang rawat anaknya. " Apa benar putri ku tengah Hamil?" tanyanya lagi, saat tak mendapatkan jawaban dari dokter Nesya.


" Melihat dari kondisi dokter Melly dan gejala yang di tunjukkan, kemungkinan besar saat ini dokter Melly tengah hamil. Untuk itu saya menyarankan untuk melakukan USG_"


" Tunggu apalagi, ayo lakukan sekarang." Sahut papanya Dion, membuat Reval dan Dion geleng-geleng kepala. Kedua lelaki itu juga ikut di Usir keluar dari ruangan di mana Melly di rawat.


Melly keluarga Melly yang begitu antusias, Dokter Nesya pun hanya menganggu. Kemudian ia meminta dua orang perawat yang ikut bersamanya, untuk membawa Melly keruang USG dengan mengunakan kursi roda.


Di dalam ruangan itu, Hanya Dion dan Melly yang masuk, sementara yang lain menunggu di depan ruangan itu.


...\=\=\=\=\=\=\=\=...


Setelah drama pertemuan dan mengecek kondisi kehamilan Melly yang kini telah berjalan empat minggu, semua keluarga akhirnya memutuskan untuk pulang kekediaman masing masing dengan perasaan suka cita. Walau pun dengan sedikit drama yang harus mereka mainkan lagi.


Sementara Dion memilih tinggal untuk menemani Melly sekali pun dari jarak dua atau tiga meter.


" Kenapa nggak pulang aja sih By! Emangnya besok kamu nggak kerja?" tanya Melly, wanita yang sejak tadi diam dan menolak serta mengabaikan kehadiran Dion itu, akhirnya mengajak lelaki itu berbicara, walau pun dalam keadaan memunggungi Dion.


" Aku sudah tiga hari nggak kerja Mel. " Jawabnya. Tatapan lelaki itu tidak berpindah sedikit pun dari punggung Melly. Untuk kali ini dia mengerti keadaan Melly. Jangankan memunggungi, dia diminta untuk melakukan hal ekstrim pun pasti dia lakukan. Selama anak dan istrinya senang dengan hal itu.


Wanita itu belum di beri tahu soal kecelakaan pesawat itu. Sejak mendengar berita kehamilan Melly dan sikap nya yang berubah, membuat semua orang melupakan duka mereka dua hari kemarin dan berganti dengan kabar bahagia. Bukan hanya untuk Dion saja. Dian, keluarga Melly dan mama, papa Dion juga turut merasakan kebahagiaan itu.


" Ya, Sedikit tapi sudah berlalu." Jawab Dion seadanya. Ia tidak ingin menceritakan kejadian kecelakaan pesawat itu kepada Melly. Agar sang istri tidak khawatir atau pikiran disaat seperti ini.


" Syukurlah! Sebaiknya kamu istirahat By, biar besok bisa kerja lagi, kan udah nggak ada masalah kan." Dion mengangguk, walaupun wanita itu tidak dapat melihatnya. Sebab ia masih betah memunggungi Dion, seolah dinding yang ia tatap jauh lebih indah dari wajah suaminya.


" Tidurlah lebih dulu, setelah kamu tidur! Barulah aku tidur Honey." Putusnya.


" Tapi aku nggak bisa tidur By." Akunya.


" Ada yang kamu inginkan?"


" Hmmm."


" Apa, katakan Honey, aku akan mencarikan untukmu." Desaknya.


" Tolong usah punggungku By." Dion terlihat ragu untuk mendekat ke arah istrinya." Kemari lah. " Pi tanya lagi, saat Dion hanya Diam di tempatnya.


Setelah menghirup dan membuang nafas beberapa kali, akhirnya Dion memberanikan diri untuk mendekati ranjang dimana sang istri tengah berbaring.


Di tariknya kursi untuk mendekat kearah ranjang sebelum menghempaskan bokong nya di sana. Tangan Dion masuk kedalam selimut yang menutupi tubuh istrinya dan mengusap punggung Melly dengan hati hati.


Sementara Melly, tampak menikmati Usapan Dion dalam keadaan hidung yang ia tutup dengan selimut.


Usapan Dion di punggung Melly, membuat wanita itu nyaman dan perlahan lahan mulai memejamkan matanya.


" Sayang, tidak peduli kamu laki laki atau pun perempuan. Kamu harus sehat didalam sana! Sampai kita bertemu." Tangan Dion berpindah ke perut Melly yang masih rata di elus nya perut Melly sementara wanita itu telah terlelap. " Sehat-sehat ya sayang! Terima kasih sudah memberikan aku hadiah tak terduga ini. Mulai hari ini dan seterusnya kalian bertiga adalah tujuan hidupku." Dion mencium perut Melly, sebelum berpindah pada keningnya. Setelah itu ia menarik selimut sampai ke dada Melly. Dan membiarkan wanitanya beristirahat. Sementara ia kembali ke sofa untuk merebahkan tubuhnya di sana.


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...


...Bersambung. ...


...Happy reading.. 💘💘...


...Maaf ya aku baru sempat update. Dan maaf juga jika ceritanya kurang gimana gitu. Soalnya untuk bangun feel setelah melewati masalah di reel-life tuh agak susah dan butuh waktu. 🙏🙏...