Secret of the Heart

Secret of the Heart
Terima kasih



"benar kah? " ucapnya kaget


aku pun mengangguk kan kepala ku tanda yakin dengan perkataan ku tadi.


tampak perubahan raut wajah nya yang tadi tampak lusuh dan tidak bersemangat kini mulai tersenyum meskipun hanya sedikit dan mampu mewakili hati nya yang mulai terasa sedikit tenang dengan beban fikiran nya itu.


"siapa nama mu? " tanya nya kepada ku


aku pun memberikan tangan ku untuk berjabat tangan dengan nya.


"aku rian, rian anugrah pratama" jawab ku sambil tersenyum.


ia pun membalas sambutan tangan ku dan kembali terdiam.


"lalu kamu siapa nama nya? " aku kembali bertanya karena ia tak membalas mengenalkan nama nya kepada ku.


"aku tasya, natasya " ucap nya pendek.


"baik lah mari kita saling tolong menolong sejak sekarang, mana hape kamu?" ucap ku


dia pun mencari cari hape nya yang ternyata tidak di bawa nya saat pergi dari rumah tadi malam.


"aku lupa membawa hape ku saat pergi dari rumah tadi malam karena terburu buru" jawab nya ketika ia tak menemukan hape nya di saku jaket nya.


"jadi kamu disini sejak tadi malam? " ucap ku kaget.


ia pun mengangguk kan kepala nya cepat.


"apakah kamu sudah makan sejak tadi malam" tanya ku.


"jangan kan untuk makan, hape saja aku tidak membawa nya, aku tidak mempunyai apa apa "


ia pun menunduk dan mulai menangis lagi.


"ya sudah ayok pergi makan dengan ku, aku pun sudah mulai lapar karena berolahraga sejak tadi" aku pun beranjak dari tempat duduk ku dan menarik tangan nya sebelum ia menolak ajakan ku.


ia mengikuti ku dari belakang sambil melihat kesana kemari meyakinkan bawa ia sedang tidak di cari oleh orang tua nya.


namun di dalam fikiran nya sekarang, sudah merasa lega karena sudah menemukan seseorang yang sangat baik memberikan solusi kepada nya.


di dalam lamunan nya tiba tiba aku bertanya dan membuat nya sedikit kaget dan salah tingkah.


"hei, jangan melamun saja, kamu mau makan apa? " tanya ku menyadar kan lamunan nya.


"apa saja, aku memakan segala nya" ucap nya.


aku pun mengernyitkan dahi ku sedikit bingung dengan ucapan nya akan memakan segala nya.


"apakah benar kamu memakan segala nya? " tanya ku heran.


iya menganggukkan kepala nya.


"jika begitu kenapa tidak kamu makan saja rumput rumput di taman sejak tadi malam agar membuat kamu merasa kenyang " ucap ku bercanda sambil menahan tawa.


ia cemberut dan bertingkah seolah anak kecil yang sedang dipermainkan.


"hahaha tidak tidak aku hanya bercanda, lagian kamu juga mengatakan bahwa kamu memakan segala nya" bantah ku cepat sebelum ia merajuk dan kembali bersedih.


beberapa menit kami berjalan sampai lah kami di depan ampera yang di dalam nya terdapat banyak sekali macam macam lauk yang masih panas.


"ayok masuk dan pilih lauk kamu sendiri" ajak ku kepada nya.


ia pun memilih lauk yang di ingin kan nya begitu pun aku.


"Terima kasih, kau sudah cukup banyak membantu ku hari ini, ingin rasa nya aku segera kembali dan memberikan kabar gembira ini kepada orang tua ku agar aku bisa hidup bebas kembali" ucap nya yang sedari tadi hanya diam tak tentu arah.


" iya tidak apa apa, lanjut kan menghabiskan makanan mu dan segera lah kembali ke rumah, aku akan membantu mu"


ia pun kembali menganggukkan kepala nya dan melanjut kan makanan nya dengan lahap.