
di ruang keluarga..
terlihat mama dan papa tasya sedang asik menonton TV sambil tertawa tawa, aku pun datang setelah sekian lama berdiri di samping dinding sambil berfikir dan memantap kan diri untuk mengatakan yang sebenar nya.
"ma pa aku mau mengatakan sesuatu" aku diam sejenak.
"kata kan aja sayang" sahut mama.
"ma aku sudah mempunyai pacar, bagaimana mungkin aku akan di nikah kan dengan laki laki yang tidak aku kenal" ucap ku sambil menahan air mata yang akan menetes di pipi ku.
papa seketika langsung berdiri karena kaget.
"tidak mungkin kamu punya pacar sedang kan kamu tidak pernah membawa atau mengenal kan nya ke mama dan papa kamu " ucap papa membantah apa yang aku kata kan.
"aku akan segera membawa nya ke rumah dan mengenal kan nya kepada mana dan papa" ucap ku
mama datang menghampiri ku dan mengusap usap punggung ku agar aku menahan ego ku dan seolah mengisyarat kan agar patuh terhadap keputusan mama dan papa.
aku langsung berlari menuju kamar dan menangis di bawah bantal hingga aku terlelap dengan nyenyak.
pagi harinya...
dikamar rian.
seperti biasanya aku bergegas hendak berolahraga dan berharap akan menemui gadis itu lagi hari ini agar dapat meminta kontak nya.
setelah beberapa jam aku berkeliling taman tetap saja aku tidak menemui nya.
akhir nya aku pulang setelah membeli sarapan.
hari ini aku akan memulai untuk mencari pekerjaan di daerah sekitar sini dan membeli kendaraan baru. sebenar aku termasuk keluarga yang cukup kaya akan tetapi aku menolak semua kekayaan yang di berikan keluarga ku kepada ku agar aku dapat merasakan bagaimana aku sendiri menikmati uang dari hasil jerih payah ku sendiri dan aku mencoba merantau ke daerah pekanbaru, riau ini.
hari hari ku jalani dengan senang hati dan tanpa beban sama sekali hingga aku melupakan gadis yang pernah aku janji kan akan membantu hidup nya.
aku pun ber niat weekend ini aku akan mencoba mencari nya agar aku dapat menyelesai kan janji ku kepada nya.
setelah bangun pagi di hari sabtu aku terbangun dan keluar mencari gadis itu, aku menyusuri segala jalan sambil melihat kesana kemari dan akhir aku melihat seorang gadis yang menangis di sudut taman tanpa menggunakan sandal dan terlihat lusuh sekali.
aku pun datang menghampiri nya perlahan.
"hei kenapa kamu menangis? " tanya ku hati hati karna takut mengganggu.
dia melihat ku dengan mata sembab akibat menangis yang cukup lama. dia melihat ku beberapa detik lalu berdiri.
"apakah kau yang berniat membantu ku hari di mana aku menangis di taman ini? " tanya nya meyakin kan bahwa aku lah orang nya.
aku diam dan memperhati kan nya baik baik dan aku kembali mengingat nya. kenapa aku tidak menyadari nya sejak tadi bahwa gadis ini lah yang aku cari cari.
"apakah kau tasya? " tanya ku kembali tanpa menjawab pertanyaan nya.
ia mengangguk sedih.
"maaf kan aku, aku bukan bermaksud akan pergi dari janji ku akan tetapi aku tidak mempunyai kontak kamu dan aku terus mencari mu hingga aku menemukan mu di sini" aku meminta maaf dan merasa sangat bersalah terhadap nya.
ia pun kembali menangis dengan terisak isak yang membuat ku bingung harus bagaimana.
"sudah jangan menangis, sekarang berdiri lah kembali dan cerita kan semua masalah mu, akan aku selesai kan hari ini semua nya" ucap ku meyakin kan nya.
dia berdiri dan bercerita semua nya bahwa ia kabur dari rumah karena tidak dapat meyakin kan orang tua nya bahwa ia telah mempunyai pacar sehingga ia akan terus di paksa akan menikah dengan laki laki lain.
aku yang merasa bersalah, menepuk ringan bahu nya dan mengajak nya ke tempat penginapan ku untuk membersih kamu tubuh nya dan kembali ke rumah nya bersama ku untuk menemui kedua orang tua nya.