
Melly menatap pantulan dirinya di cermin, wajahnya telah di sulap oleh seorang MUA, menjadi semakin cantik, tetapi terlihat natural dengan tubuhnya di balut kebaya berwarna putih tulung yang pas membentuk lekuk tubuhnya yang sempurna itu. Tidak kurus, tidak gemuk tetapi begitu ideal untuk ukuran tubuh seorang wanita.
Melly tidak menyangka hari ini akan terulang lagi, hari dimana ia, Lelaki yang dulu pernah mengikrarkan janji suci untuk dirinya. Beberapa menit lagi akan mengulang hal itu lagi.
Jika dulu hanya ada pihak keluarga maka hari ini sedikit berbeda, sebab ada sahabat sahabat serta Hani putrinya. " Kenapa gugup?" Tanya Luna yang baru saja masuk kedalam kamar, dimana Melly sedang menunggu untuk di panggil keluar. Setelah Dion selesai mengucapkan ikrar nya.
" Sedikit." Jawab Melly apa ada, karena itulah yang dia rasakan saat ini, walaupun ini bukan pertama kali untuknya tetap saja perasaan gugup tidak dapat di hindari.
" Cih jangan bersikap seperti anak gadis yang belum tahu, habis ini dia bakal di apain." Cibir luna. Sementara Melly hanya menanggapi ucapan sahabatnya itu dengan memutar bola matanya malas. " Tenang nggak bakalan sakit kok, kan kamu bukan gadis lagi." Sambungnya, ia masih tetap menggoda Melly walaupun, wanita itu tidak menimpali ucapannya.
" Apa apaan sih kamu, nggak lucu! tau nggak becanda kamu itu." sentak Melly. Entah kenapa ia jadi malu sendiri mendengar ucapan luna.
" Aku nggak lagi becanda ya! Wajah kamu tuh, keliatan banget gugupnya." Sahut luna.
" Udah udah di lupain aja, sekarang kamu kesini mau ngapain. " Tanya Melly, mengalihkan pembicara mereka.
" Aku lupa." Ucap Luna Sambil menepuk kepalanya. " Kamu sudah di tungguin di bawah. " Sambungnya. Sembari mengiringi Melly menuju taman belakang, dimana tempat mereka mengadakan pernikahan sederhana yang hanya di hadir keluarga dan sahabat sahabat mereka. Sebelum acara yang sesungguhnya yang di adakan di salah satu ballroom hotel bintang lima dengan kapasitas tamu undangan ribuan.
Mungkin untuk kalangan, orang kaya biasa atau orang dari kalangan menengah ke bawah, pesta pernikahan mereka terlalu berlebihan dan menghambur hamburkan uang, tetapi jika di lihat dari pekerjaannya mereka dimana Melly adalah dokter muda berbakat yang di akui kemampuannya di negara hewan berkantung itu. Dan Dion sebagai seorang pengusaha sekaligus CEO dengan bisnis yang berkembang pesat di Indonesia serta beberapa negara lainnya. Tentu hal ini wajar dan tidak ada apa apanya untuk Dion maupun Melly.
...\=\=\=\=\=\=\=...
Setelah bertukar cincin dan menandatangani berkas berkas yang mengesahkan mereka sebagai suami istri lagi, Dion dan Melly menghampiri orang tua mereka dan bersungkur meminta restu di depan orang tua mereka, secara bergantian.
" Papa harap ini pernikahan kalian yang terakhir, belajarlah dari kesalahan sudah sudah dan jangan mengambil keputusan di saat kalian marah." Ucap Papanya Dion memberi Nasihat kepada Anak dan menantunya.
" Kalian sudah Dewasa, sudah bisa menilai mana yang baik dan mana yang buruk. Kalian harus saling jujur dan terbuka satu sama lain. Bicaralah jika memang ada yang harus di bicarakan, jika ada kesalahpahaman! Luruskan bukan saling mengacuhkan dan menyakiti, lalu melepaskan." Mamanya Dion pun tidak ketinggalan memberikan Nasihat kepada Dion dan Melly.
Begitu juga dengan bunda Vio dan mami serta papinya Melly. Lelaki paruh bayah itu, teramat sibuk dengan pekerjaannya sehingga ia baru sempat menemui putrinya dan meluangkan waktu untuk menghadiri pernikahan putri semata wayangnya itu.
Setelah mendapat nasihat dari para orang tua, Melly dan Dion menghampiri kerabat serta sahabat sahabat mereka. Walaupun ucapan dan doa mereka sama, baik Dion maupun Melly tidak merasa bosan, mereka bahkan berulang kali mengucapkan kata amiin dan terima kasih kepada kerabat serta sahabat sahabatnya.
...\=\=\=\=\=\=\=\=...
Begitu Acara itu selesai, Dion langsung membawa Melly pergi, sementara sang kakak membujuk Hani untuk tidur bersamanya.
Wanita itu sang mengerti adik adiknya, ia tahu mereka berdua membutuhkan waktu untuk bersama setelah sekian lama berpisah.
Setelah satu jam mengemudi akhirnya mobil Dion berhenti disebuah hotel, yang pernah Melly dan Dion menghabiskan malam pertama mereka, bahkan Dion memesan kamar yang sama dengan waktu itu.
" Menurut kamu?" Alih alih menjawab, Dion malah balik bertanya.
" Entahlah." Jawab Melly sambil menaikkan kedua bahunya.
" Kalau begitu, mari kita turun dan kamu akan mengetahui jawabannya. " Sambung Dion, sembari membuka sabuk pengaman sebelum membuka pintu mobil. Lelaki itu keluar dari mobilnya, ia menutup dan mengitari mobil! setelah itu ia membuka pintu untuk istrinya dan melangkah beriringan masuk kedalam hotel.
" Aku mandi dulu, udah gerah banget ini." Ucap Melly begitu mereka tiba di dalam kamar, ia bahkan tidak menunggu jawaban dari Dion dan langsung menghilang di balik pintu kamar mandi.
Sementara di belakang Sana, Dion hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah Melly. Saat menunggu Melly selesai mandi, Dion memesan makanan untuk mereka berdua. Sampai pesanan datang pun, belum ada tanda tanda pintu kamar mandi itu bakalan di buka. Dion tentu menunggu. Mungkin saja di dalam sana Melly sedang berendam sekedar menghilangkan kan penatnya hari ini.
Benar saja, lima menit berikutnya pintu itu pun di buka, Melly keluar dengan mengunakan handuk yang melilit. " Aku sudah memesan makan untuk kita." Ucap Dion, Lelaki itu tengah berusaha menyingkirkan setan setan yang telah berputar putar di kepala. Merasukinya agar menerkam Melly saat ini juga.
" Aku akan memakai baju terlebih dulu." Ucap Melly. Memberi tahu, sembari berjalan kearah lemari yang ada di dalam kamar itu.
" Mel." Panggil Dion, membuat Melly menghentikan aktivitasnya dan menunggu lelaki itu berbicara. " Jika aku meminta hak ku saat ini juga, apa kamu akan menolaknya. " Tanya Dion, Lelaki itu terdengar begitu serius.
" Apa aku memiliki alasan untuk menolak hal itu?" Sahut Melly seraya mengambil lingerie berwarna maroon yang tergantung di dalam lemari itu dan mengunakannya di depan Dion tanpa perasan malu sedikit pun.
Tidak sampai Disitu saja kejahilan Melly, wanita itu bahkan sengaja mengusap Handbody pada tubuhnya .
Membuat Dion menahan nafas karena area selangkangannya mulai sesak. " Aku mandi dulu." Dion pun bergegas masuk kamar mandi sebelum dia benar benar hilang akal dan merkam Melly tanpa ampun.
Di saat Dion sedang gundah gulana dengan pikirannya, Diluar sana Melly justru bergegas menyelesaikan aktivitas dan menghampiri meja di mana makan yang di pesan Dion tertata di atasnya. Melly memasukkan beberapa Sendok makan kedalam mulutnya, menggunyah dengan cepat lalu meneguk habis segelas air yang tersedia di situ. Setelah itu Melly langsung merebahkan tubuhnya di ranjang sebelum masuk kealam mimpi. Saat Dion keluar dari kamar mandi ia mendapati Melly telah terlelap sepenuhnya. Ingin marah tetapi tidak bisa. Dengan berat hati ia pun mengikuti jejak Melly dan hanya bisa memeluk Melly yang tengah memunggunginya. Tentu saja setelah menghabiskan makan malamnya.
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
...Bersambung. ...
...Happy reading.. 💘💘...