Secret of the Heart

Secret of the Heart
Pasar malam



Semenjak kembali menjadi istri Dion. Segala kebiasaan Melly dulu, Kembali ia terapkan dalam hidupnya, mulai dari melayani Dion dengan baik sampai meminta izin serta mengabari keberadaannya kepada suaminya itu. Mau ia pergi kemana atau berada di mana pun.


Begitu pun dengan Dion, Lelaki itu tidak melarang Melly bekerja, selama ia tidak menomor duakan dia dan Hani. Dan waktu liburnya ia harus benar benar fokus untuk Hani, seperti sekarang ini.


Melly dan Dian mengajak Lisa dan Hani mengunjungi pasar malam. Pasalnya sudah dua minggu ini ia berada di sydney dan baru kembali siang tadi. Setelah beristirahat sejenak tadi, ia langsung mengajak kedua gadis kecil itu untuk pergi bersama kakak ipar ya.


" Kamu nggak capek apa? Baru sampai udah aja mereka jalan jalan, seperti ini." Tanya Dian keduanya kini tengah duduk di salah satu bangku taman tak jauh dari area pasar malam itu di gelar. Sementara Hani dan Lisa tengah asyik meniup gelembung yang tadi sempat mereka beli dari pedagang kaki lima yang berjualan di area pasar malam itu.


" Capek nggak capek sih! Tapi mau bagaimana mana lagi, setiap waktu yang aku punya harus aku manfaatin dengan baik untuk mereka. Aku nggak ingin. Mereka tumbuh tanpa perhatian sehingga meraka harus mencari perhatian di luar." Jelas Melly sambil menatap Lisa dan Hani secara berganti.


Seiring berjalannya waktu keduanya menjadi semakin dekat, Melly pun tidak pernah membedakan mereka bagi Melly Lisa tetap anak kecil yang butuh kasih sayang dan perhatian, terlepas dari dia anak Melly atau tidak.


" Aku dengan kamu meminta Dion untuk mengesankan hak asu Lisa secara hukum, ya!" Melly mengangguk. " Kenapa?"


" Awalnya aku hanya ingin membalas perbuatan ibunya, tetapi semakin kesini aku jadi sayang sama dia, karena aku sadar Lisa butuh perhatian dan kasih sayang kita. "Jelas Melly di angguki Dian.


" Aku juga sayang sama anak itu, dia begitu manis dan sedikit pendiam. Walaupun rasaku kepada Hani melebihi segalanya." Jujurnya, membuat Melly tertawa.


" Kalau itu memang tidak bisa di bandingkan sama Lisa, karena Hani adalah bagian dari kita."


" Iya anak itu semakin kesini semakin manis dan cerewet saja, rasa ingin tahu ya membuat aku geleng geleng kepala. " Dian membenarkan ucapan Melly, sekaligus mengeluh akan rasa ingin tahu Hani.


Pembicaraan mereka terus berlanjut. Sampai jarum jam menunjukkan tepat jam sembilan malam, barulah mereka mengajak Hani dan Lisa untuk pulang, sebab ini sudah waktunya kedua gadis kecil itu beristirahat.


Sampainya Di rumah, Dian langsung menuju kamarnya karena ada Desain gaun malam yang harus ia buat. Sedangkan Melly mengajak Lisa dan Hani ke kamar. Membantu kedua gadis kecil itu untuk mencuci kaki dan tangan, tak lupa menggosok gigi. Setelah itu barulah mereka mengganti baju dan naik ketempat tidur mereka masing masing. Melly sengaja merubah kamar putrinya itu dengan menambah satu ranjang lagi untuk Lisa, bersyukur Hani nya itu begitu menurut dan tidak banyak menuntut bahkan Melly kagum dengan putrinya yang mau mau saja, berbagi dengan Lisa.


Melly menyelimuti tubuh mereka, kemudian mengambil buku dongeng pengantar tidur. Membuka setiap lembar buku itu dan membaca cerita di dalamnya sampai kedua gadis kecil itu benar benar tertidur. Setelah memastikan keduanya telah tertidur. Melly menyimpan buku itu di tempat semula dan mengecup Hani dan Lisa secara berganti. Barulah ia meninggal kamar putranya setelah menyalahkan lampu tidur untuk mereka.


...\=\=\=\=\=\=\=\=...


" Mereka sudah tidur?" Tanya Dion begitu Melly ikut bergabung bersamanya di atas ranjang. Seperti biasa wanita itu menjadikan lengan Dion sebagai bantalnya." Bagaimana pekerjaan kamu Di sana." Tanya Dion lagi, setelah mendapat anggukan dari Melly.


" Menyenangkan juga melelahkan." Melly menghirup aroma tubuh Dion dalam dalam, ia sungguh merindukan aroma tubuh serta dekapan hangat suaminya. " Menyenangkan karena itu cita cita ku, melelahkan karena aku harus jauh Dari kalian." Jelasnya sembari membenamkan wajahnya pada dada Dion, begitu lelaki itu memiringkan tubuhnya menghadap Melly.


" Aku juga tidak ingin jauh dari mu tetapi aku juga tidak ingin membatasi kamu dalam karier kamu, kamu boleh melakukan apapun yang penting jangan melupakan tugas utama kamu sebagai istri dan ibu. Saat kamu berada disini Fokus lah untuk kita berdua begitu pun kamu jauh di sana, kamu juga harus tetap memantau kita disini, entah itu sekedar memberi kabar atau menanyakan kabar. " Ucap Dion sambil memainkan rambut Melly.


" Kamu tidak marah, aku tinggal tinggal. " Dion menggeleng.


" Aku justru berharap kamu bisa bekerja disini, walaupun kita sama sama sibuk nanti, setidaknya malamnya kita bisa seperti ini."


" Apa sebaiknya aku berhenti aja."


" Tidak sayang, aku tidak setuju dengan ide itu."


" Terus gimana."


...\=\=\=\=\=\=\=\=...


Pagi harinya mereka semua berkumpul di ruang makan untuk sarapan bersama, Hani dan Lisa sudah tampil cantik dengan seragam sekolah mereka, begitu juga dengan Dion lelaki itu juga sudah rapi. Mereka duduk pada tempatnya masing masing.


" Hani mau sarapan apa." Tanya Melly.


" Nasi goreng aja Mommy ." Jawabannya.


" Kalau Lisa?"


" Sama, Nasi goreng juga Mommy."


" Aku juga Honey." Ucap Dion. Melly mengangguk kemudian menyendok nasi goreng pada piring mereka di tambah dengan lauk yang sesuai dengan selera mereka.


Setelah melayani anak dan suaminya. Melly duduk di tempatnya, tepat Di samping Dion. Sementara papa dan mama mertuanya Dian yang melayani mereka.


" Mel, hari ini bisa temani mama arisan." Tanya Mamanya Dion di sela sela sarapan mereka.


" Maaf MA! Bukannya Melly nggak mau, tapi siang ini Melly ada seminar di rumah sakit untuk dokter dokter muda dan mahasiswa calon dokter nanti."


" OH ya sudah nggak papa, tapi lain kali kamu harus temani mama."


" Iya." Jawab Melly seraya mengangguk kepalanya.


" Terus anak anak siapa yang jemput. " Tanya Papanya Dion.


" Kalau Melly sibuk, biar nanti dian yang jemput mereka pa, kebetulan hari ini Dian nggak terlalu sibuk. " Sahut Dian.


" Aku sudah selesai, aku berangkat duluan ya, ada pertemuan pagi ini." Dion meneguk air putih yang ada dihadapan. Setelah ia mengecup kening dan pipi Hani sebelum meninggalkan ruangan makan di susul oleh Melly.


" Sayang, aku pergi ya! Jangan lupa hubungi aku. " Ucap Dion sebelum masuk kedalam mobilnya tidak lupa, ia juga mengecup kening dan bibir Melly. Setelah mobil Dion menjauh Melly kembali masuk kedalam rumah, karena ia harus mengantar Hani dan lisa ke sekolah.


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...


...Bersambung ...


...Happy reading.. 💘💘...