
Dion pikir ia bisa membenci Melly, karena kecerobohan wanita itu. Tetapi saat ia melihat penampilan Melly yang berantakan serta mendengar suara tangisannya.
Di situlah Dion sadar. Kalau rasa cintanya untuk Melly terlalu besar mengalahkan kemarahannya saat ini. Ia terlalu cinta dan menginginkan Melly sehingga tidak dapat membencinya.
Bagaimana pun situasinya saat ini, ia tidak dapat membohongi diri sendiri. Ia begitu merindukan Melly, rindu akan pelukannya serta semua yang ada pada wanita itu.
Dion ingat, selama penjualannya kesini ia terus mengumpat dan mengutuk wanita itu, bahkan berpikir untuk memberinya pelajaran, tetapi lihatlah sekarang ia justru memeluk, mencium dan juga menenangkan wanita itu agar tidak menangis.
" By, maaf! Aku salah, ini semua salahku, Harusnya aku tidak meninggalkannya sendiri." Ucap Melly di selah selah tangisannya.
" SsSttttt,.. Sudah, jangan menangis lagi. Kita akan mencari Hani sama sama."Sahut Dion, sembari mengusap pipi Melly dan mengecupnya.
" Maaf ya by, aku gagal jadi ibu yang baik, aku nggak bisa jagain anak aku sendiri. "
" Jangan minta maaf, karena kamu tidak salah. " Dion mengangkat dagu sehingga ia bisa lebih jelas Melihat wajah Melly. " Percaya sama aku, kita akan menemukan Hani." Sambungnya. Di ikut kecupan Singkat di bibir Melly. Mereka bahkan tidak menghiraukan keberadaan Luna dan Reval.
...\=\=\=\=\=\=\=\=...
Setelah menenangkan Melly dan meninggalkannya bersama luna di apartemen! Reval langsung menemui Detektif yang mereka bayar untuk mencari Hani, sementara Dion pergi ke kantor polisi.
Dalam Hal ini, mereka harus kompak agar Hani tidak Terluka . Ponsel yang berada dalam saku Dion, bergetar saat ia tengah mendengar penjelasan dari polisi yang menangani kasus penculik HANI.
Dion izin kepada polisi itu untuk menjawab panggilan itu. " Hallo Ion, Kita sudah menemukan lokasi penculik itu dan sedang menuju ke sana." Ucap Reval. Bagaikan angin segar untuk Dion. " Kamu ingin ikut? lokasinya sedikit jauh." Sambung Reval.
" Nggak Papa, bukan masalah buat aku! cukup share lokasinya! aku akan menyusul kalian." putus Dion.
" Baiklah, cepat lah kemarin. " Sahut Reval, sebelum mengakhiri panggil itu.
Setelah mengetahui keberadaan penculik itu, Dion dan beberapa polisi langsung bergegas ke sana.
Para Detektif itu berhasil melacak, penculik itu melalui alamat IP-nya. Atau Mungkin saja penculik itu tidak begitu mahir sehingga ia dengan mudah dapat di lacak keberadaannya.
Setelah dua jam perjalanan, mereka akhirnya sampai di sebuah penginapan, kecil dan kurang terawat.
Dion segera keluar dari mobil untuk menemui Reval yang sedang berdiri, di depan penginapan itu,menunggu aba aba selanjutnya.
" Gimana." Tanya Dion.
" Dia ada di lantai dua, mereka sudah memastikan, hal itu! Dan bersyukurnya penginapan ini masih menerima pengunjung jadi memudahkan langka kita." Jelas Reval. " Aku pun telah meminta mereka untuk berhati hati dan jangan tergesa gesa takutnya. Penculik itu panik dan berbalik melukai HANI." Lanjutnya.
" Terima kasih, Val. "Ucap Dion begitu tulus.
" Santai saja Ion, Hani sudah aku anggap anak sendiri. " Dion mengangguk.
Tidak lama setelah itu, Seorang Detektif memanggil mereka untuk Masuk, setelah menjelaskan rencana mereka kepada Reval Dan Dion.
Mereka membawa resepsionis, untuk ikut dengan mereka bertiga, sementara yang lainnya di minta untuk menunggu abah abah selanjutnya.
Resepsionis, di minta untuk mengetuk pintu dan berpura pura mengantar paket, pesan penculik itu, sementara Reval, Dion Dan Detektif itu menunggu sambil bersandar pada tembok agar tidak terlihat oleh penculik itu.
Saat melangkah keluar, Dion meminta Reval untuk mengendong Hani, setelah penculik itu di borgol.
Begitu ia memastikan Hani telah di bawah pergi oleh Reval. Dion langsung menerjang penculik itu dan menghajarnya sampai babak belur. Polisi yang tidak siap dengan pergerakan Dion. Hanya bisa mengamankan penculik itu setelah memar wajah dan kedua sudut bibirnya robek serta tidak sadarkan diri.
...\=\=\=\=\=\=\=...
Dion dan Reval langsung membawa Hani ke apartemen Melly. Walaupun hani sempat menangis dan merengek tetapi itu tidak bertahan lama saat melihat wajah Dion.
Dalam perjalanan Pulang, Hani tidak melepaskan tangannya yang melingkar pada leher Dion. Begitu juga dengan Dion, Lelaki itu terus saja mencium puncak kepala Hani dan mengeratkan pelukannya. Iya takut jika melepas sedikit saja, Hani akan di ambil.
" Daddy, perut aku sakit. Aku j Haus Daddy." Aduhnya pada Dion, Suara Hani begitu pelan terdengar seperti orang berbisik tetapi masih terdengar jelas oleh Reval dan Dion. " Semalam Hani cuma di kasih roti sama paman itu. Habis itu tidak lagi Daddy." Lanjutnya lagi. Membuat tangan Dion terkepal. bisa bisanya penculik itu menculik putrinya dan tidak memberinya makan. Entah jadi apa Hani kalau mereka sampai terlambat menemukannya.
Sementara Reval yang mendengar cerita Hani, memilih berhenti di sebuah minimarket. Ia turun dari mobil setelah memastikan mobil itu telah terparkir dengan baik.
Lelaki itu tanpa banyak bicara, langsung masuk kedalam minimarket itu, membeli air mineral dan beberapa roti serta kue untuk Hani.
Setelah mendapatkan apa yang Hani butuh kan, Reval kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan mereka menuju apartemen
." Sayang, makan ini dulu ya. Nanti kalau udah sampai Hani boleh pesan makanan apa saja." Pintah Reval, sembari memberikan kantong belanjaan kepada Dion dan mengusap lembut punggung Hani, karena sejak di temukan HANI terus memeluk Dion dan menyembunyikan wajah di dada bidang lelaki itu.
" Terima kasih om."Ucap Hani.
" Sama sama sayang. "
Dion membetulkan duduk Hani, agar duduknya nyaman sehingga gadis kecil itu bisa makan dan minum. Lelaki itu juga membuka penutup air mineral dan kemasan roti untuk putri.
" Perutnya masih sakit? " Tanya Dion. Setelah Hani menghabiskan satu roti dan kue.
" Tinggal Sedikit Dad." Jawabannya. " Mommy mana Daddy?" Gadis kecil itu seperti baru teringat akan ibunya.
" Mommy tunggu Hani di rumah." Jawab Dion. Mereka terus berbicara sampai mobil yang Reval kendarai, terparkir di basement apartemen Melly.
Saat Melihat Dion berhasil membawa Hani pulang tanpa lecet sedikit pun. Wanita langsung memeluk Hani sambil menangis, ia juga terus mengucapkan terima kasih kepada Reval dan Dion. Walaupun sebenarnya tidak perlu karena itu memang tugas Dion sebagai seorang ayah.
Setelah Melly dapat mengendalikan perasaannya. Melly membawa Hani ke kamar. Membantu gadis kecil itu mandi dan berpakaian. Ia pun menyuapinya setelah itu menemaninya tidur. Karena keduanya terlihat lelah dan butuh istirahat. Sementara Reval dan Dion kembali kekantor polisi mereka ingin mengetahui alasan penculik itu menculik Hani, apa hanya karena kepepet, membutuhkan uang atau ada motif lain.
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
...Bersambung. ...
...Happy reading.. 💘💘...