
Setelah hari dimana semua anggota keluarga berkumpul untuk mempersiapkan acara Resepsi pernikahan Melly dan Dion, yang akan di gelar beberapa minggu lagi.
Kini Dion kembali membawa Melly, mengunjungi makan ibunya. Jika biasanya hanya, Melly seorang, begitu juga dengan Dion walaupun sekali dua kali mereka sempat pergi bersama. Tetapi untuk Hari ini, Sedikit berbeda dan jauh lebih menyenangkan, sebab Dion sengaja, membawa Hani bersama mereka.
Tentu saja Untuk mengunjungi makam ibu mertua serta meminta restu. Mengingat besok ia akan menikah Melly sekali lagi dan untuk terakhir kalinya sampai maut yang memisahkan.
Ketiganya, duduk melingkari gundukkan tanah itu. Sembari berbicara di depan makam ibunya Melly, seolah wanita yang telah di kubur bertahan tahun itu bisa mendengar ucapan anak dan menantunya.
Disisi lain, Hani hanya Diam sambil menatap orang tuanya secara bergantian. " Mom, Dad! Kenapa berbicara di sini. Ini apa." Tanya Hani, sembari mengusap gundukkan tanah itu.
Sejak memasuki area makam gadis kecil itu terus menatap kedua orang tuanya dan sekitar makam dimana ia berada. Gadis itu tentu saja bingung, karena untuk pertama kalinya berada di tempat seperti ini.
" Ini Makam sayang. Tempat peristirahatan untuk orang yang telah meninggal." Jawab Dion sembari mengusap kepala Hani penuh sayang.
" Berarti dari rumah sakit langsung di bawah kesini."
" Iya sayang." Dion masih sabar menjawab pertanyaan Hani. Bahkan tidak sampai di situ saja rasa ingin tahu Hani, sebab gadis kecil itu terus saja bertanya sampai mereka keluar dari area makam.
...\=\=\=\=\=\=\=\=...
Setelah mengunjungi makam dan mengantar Hani dan Melly pulang. Dion langsung menghubungi asistennya dan meminta ia menemuinya di rumah ria, Mantan istrinya.
Tiga puluh menit kemudian , mobil Dion berhenti tepat di halaman depan rumah ria bersamaan dengan sang asisten.
Asisten Dion mengetuk pintu yang terbuat dari kayu itu sembari mengucap salam. Di menit berikutnya knop pintu itu berputar sebelum di tarik kedalam.
" Sebentar, Cari si_" Ucapan Wanita itu terhenti begitu melihat Dion dan Asistennya berdiri tepat di hadapannya. " Mas, kamu datang." Lanjutnya sembari memasang senyum termanis yang dia punya.
" Aku ingin bertemu dengan Lisa." Ucap Dion tanpa basa basi, ia bahkan terkesan jijik saat menatap wajah wanita itu.
Seandainya perjalanan pulang tadi Melly tidak mengancam, akan kabur jika tidak melihat lisa di rumah mereka. Dion pun tidak akan sudi menginjakkan kaki di rumah ini apalagi harus bertemu dengan wanita ini. Sungguh ia begitu muak melihat wajah polos yang di buat buat itu.
" Masuklah, Lisa pasti seneng! Mengetahui kamu mengunjunginya." Balas wanita itu tanpa ia tahu, kedatangan Dion untuk membawa putrinya pergi.
" Panggil saja Lisa kesini, karena aku tidak akan masuk kedalam." Sahut Dion dengan tatapan Datarnya. " Cepatlah, apalagi yang kamu tunggu. " Sambungnya dengan sedikit membentak saat wanita itu, tidak bergerak sedikit pun dari tempatnya dan hanya menatap.
Tidak ingin di bentak dua kali, Ria pun memanggil putrinya, Sementara Asisten Dion yang sejak tadi diam, hanya menatap iba kepada wanita itu. Andai wanita ini tahu kedatangan atasannya , untuk mengambil putrinya. Apa wanita itu masih bisa bersikap sesantai ini.
" Lisa, Lisa! Nih ada papa nyariin kamu Nak." Teriak Ria, sambil melangkah masuk kedalam rumah. Tak lama setelah itu ia kembali keluar bersama gadis kecil yang bernama Lisa itu.
" Hai sayang, kamu apa kabar?" Tanya Dion, setelah Lisa mencium punggung tangannya. Dion bahkan tidak sungkan untuk mensejajarkan tingginya dengan gadis kecil itu sembari mengusap kepalanya.
" Lisa baik pa." Jawabannya, karena perlakuan hangat Dion, Lisa pun memberanikan diri memeluk lelaki yang di sebut papa itu, Seraya berkata. " Lisa kangen banget sama papa. Papa udah lama nggak nengok Lisa lo."
" Maaf ya sayang, papa sibuk! Sekarang lisa mau nggak, Jalan jalan sama papa! Terus ke rumah nenek." Tanya Dion, sambil mengusap punggung Lisa.
" Mau PA, Lisa mau ketemu nenek." Jawabnya begitu antusias, sampai gadis kecil itu berjingkrak jingkrak saking senangnya.
" Ya udah, sekarang Lisa ke mobil sama om! Papa mau izin dulu sama mama kamu. " Gadis kecil itu kembali mengangguk setelah itu ia mengikuti langkah asisten Dion.
Sementara di belakang sana! Begitu Dion memastikan Lisa telah masuk kedalam mobil. Ia langsung menatap tajam kearah Ria." Hari ini aku sengaja datang untuk mengambil Lisa sesuai perjanjian kita dulu, dan memberi status baru kepada kamu."
" Apa maksud kamu mas? kenapa kamu ingin mengambil Lisa dari aku! Oh aku lupa pasti karena wanita itu tidak dapat memberikan kamu anak, makanya kamu ingin mengambil anak aku, iya kan mas." Sahut Ria masih sempat mencibir, sebab ia tidak terima dengan keputusan Dion. Tetapi untuk melawan, Ria tidak sekuat itu, yang dia lakukan hanya bisa memohon seperti sekarang ini, sementara Dion hanya menunjukkan seringai iblis nya." Aku Mohon mas, tolong jangan pisahin aku sama Lisa, aku akan melakukan apapun yang mas minta, asal mas tidak mengambil Ria dari aku.
" Tidak keputusan aku sudah bulat dan tidak bisa di ganggu gugat oleh tangisan dan omong kosong kamu. Salahkan saja diri kamu sendiri, kenapa kamu berani mengusulkan kepada lelaki itu untuk menculik putri ku." Mata Ria terbelalak, begitu tahu! Dion mengetahui rencananya." Sudah ingat perbuatan kamu? Maka siap siap untuk menjadi tahanan."
" Kamu tidak dapat melakukan itu, kepada ku mas. "
" Kenapa tidak Hmmm! kamu saja berani mengusik anak dan istri ku, kenapa aku tidak berani menghukum mu." Sahut Dion, terdengar begitu menjengkelkan untuk ria.
" Kamu jahat mas." Teriak Ria, wanita itu mulai meraung raung tidak jelas. Tetapi Dion tidak peduli lelaki itu justru berbalik dan meninggalkannya begitu saja. Bahkan kedua orang tua ria yang berada di balik pintu itu tidak dapat melakukan apapun untuk membantu putri mereka. " Kamu membuat Melly merasakan kehilangan sesaat. Dan rasakan lah seperti apa kehilangan untuk selamanya. Mulai detik ini, jangan harap kamu bisa melihat Lisa lagi." Sambungnya tanpa berbalik kepada Ria.
" Lakukan apa yang bisa kamu lakukan! Aku mau wanita itu membusuk di penjara. Bagaimana pun caranya dia harus di penjara karena aku tidak ingin dia mengusik istri dan anakku lagi." Ucap Dion lagi kepada asistennya, sebelum masuk kedalam mobilnya dan berlalu dari halaman rumah itu.
Dion adalah lelaki yang baik. Tetapi jika ada yang berani mengusik anak dan wanita yang ia cintai, tentu saja ia tidak akan meloloskannya begitu saja. Seperti yang di alami ria hari ini, Bahkan ia tidak menghiraukan pertanyaan gadis yang berada disampingnya saat ini. Semua kata kata manisnya beberapa saat lalu, hilang entah kemana.
.......
.......
.......
.......
...Bersambung....
...Happy reading.. 💘💘...