Secret of the Heart

Secret of the Heart
Kecelakaan pesawat.



Keesokan harinya. Setelah sarapan! Di salah satu restoran tidak jauh dari area bandara, Melly pamit kepada kedua mertua serta anak anaknya. Begitu mereka berada di ruang tunggu keberangkatan.


" Hati hati ya sayang! Jaga kondisi kamu di sana dan kamu harus mengabari kita, begitu sampai." Pesan mamanya Dion dan hanya di angguki oleh Melly. Wanita itu memeluk erat tubuh menantunya sembari mengusap punggungnya Melly.


" Iya ma, begitu sampai! Aku akan langsung mengabari mama." Ujar Melly, sembari mengurai pelukan mereka.


" Mama sih maunya kamu nggak usah pergi mel, kamu kerja disini aja! Kalau perlu nggak usah kerja biar Dion aja. Itukan udah tugas dia."


" MA."


" Ya maaf, mama cuma khawatir aja. " Wanita paruh baya itu, terlihat begitu enggan melepas kepergian menantunya.


" Sudahlah ma! Menantu kita yang cantik ini, perginya hanya sementara, nanti kalau ada waktu istirahat, dia juga pasti akan berkumpul lagi dengan kita. " Papanya Dion meyakinkan sang istri dengan Tangan naik turun mengusap kepala Melly. " Iya kan sayang." Tanya lelaki paruh baya itu lagi, sembari meminta dukungan Melly.


" Iya PA." Melly memberi senyum termanisnya untuk kedua mertuanya.


" Mom, Hani ikut ya." Pintah Hani gadis itu sejak pagi memasang wajah cemberutnya saat mendengar mommy nya akan pergi lagi.


" Sayang kamu sekolah." Melly menggeser pandangannya kepada bidadari kecilnya itu. Ia kemudian berjongkok sembari mengusap surai coklat milik putrinya. " Terus kalau Hani ikut mommy, siapa yang jagain Daddy disini? Anak mommy kan pintar udah besar juga." Lanjutnya.


" Tapi mommy sama siapa di sana?" Tanya Hani.


" Nantikan Mommy juga balik." Jawabnya seraya mendekap tubuh Hani dan mengecup hampir seluruh wajahnya." Hani harus belajar yang rajin dan nggak boleh nyusahin Bunda, kakek, Nenek dan Daddy. Harus dengar kata mereka. Terus Hani juga harus sayang sama kakak Lisa. Sekarang Hani mau di bawa kan apa nanti, kalau mommy udah pulang." Gadis kecil itu hanya menggeleng kepalanya, seraya melingkarkan tangannya pada leher Melly.


" Nggak, Hani cuma mau mommy. " Tangisannya pun pecah. Ini yang Melly tidak suka jika harus berpisah dengan Hani. Putrinya itu pasti akan bersikap seperti ini. Sebenarnya Melly tidak ingin mengajak Hani ke bandara, tapi putrinya itu terus mengikutinya bahkan ia menolak untuk pergi ke sekolah dan akhirnya Dian disini bersama Melly dan yang lainnya.


Melly mengendong Hani, membiarkan putrinya sedikit tenang dalam dekapannya. " Kamu yakin mau pergi." Tanpa Dion, memeluk tubuh kedua wanitanya sekaligus dengan Hani yang di himpit di tengah tengah mereka.


" By, kita udah bahas ini kan." Tegur Melly dan Dion pun hanya bisa mendesah pasrah.


" Maaf, aku hanya khawatir sama Hani."


" Dia, akan baik baik saja aja percaya sama aku." Dion mengangguk walaupun berat. " Sayang ke daddy bentar ya! Mommy mau ngomong sama kak Lisa boleh. " Tanpa mengangguk Hani berpindah pada Dion.


" Sayang sini mommy peluk. " Ucapnya sambil merentangkan tangan kepada Lisa, tanpa di minta dua kali gadis kecil itu langsung menyambut pelukan Melly." Lisa belajar yang rajin ya, kalau ada yang tidak Lisa paham nanti sama bunda seandainya bunda sibuk telpon mommy ya." Gadis kecil itu mengangguk.


Melly mengurai pelukan mereka, di kecup nya dahi serta kedua pipi Lisa. " Lisa mau di bawakan apa nanti." Tanya nya lagi, seraya mengusap kepala Lisa.


" Nggak mommy, Lisa cuma mau mommy pulang. " Ucapnya sambil menggeleng kepala.


" Pasti dong. Sini peluk lagi."Setelah berpamitan dengan Lisa.


Kini giliran ia untuk berpamitan sama Dion, sementara Dian kakak iparnya itu, tidak sempat untuk mengantarnya ke bandara karena ada sedikit masalah di butik nya.


" Hati hati ya sayang. Jangan lupa ngabarin aku kalau udah sampai." Ucap Dion. Lelaki itu memeluk dan mengecup kening sang istri.


" Hmm." Dion kembali memeluk tubuh Melly, Lelaki itu sebenarnya enggan untuk berpisah dengan Melly. Tetapi ia tidak ingin mengecewakan hati Melly dengan menolak keinginan nya, toh istrinya itu hanya pergi bekerja dan akan kembali saat ia memiliki waktu senggang.


Setelah acara perpisahan singkat yang di akhir dengan tangisan Sevi. Melly pun meninggalkan mereka. Setelah pengumuman nomor penerbangan untuk pesawat yang akan membawa dia menuju tempat tugasnya.


...\=\=\=\=\=\=\=...


Setelah mengantar Melly. semuanya memilih kembali ke rumah. Tentunya dengan Hani yang masih sesegukan dalam dekapan Neneknya.


Melihat putrinya yang masih terus menangis, Dion memutuskan untuk menghubungi Dian, berharap sang kakak dapat membujuk putrinya.


" Hallo Dek, ada apa? Melly udah berangkat kan." Suara Dian terdengar begitu jelas karena Dion sengaja mengaktifkan mode speaker.


" Sudah kak, tapi Hani nya nangis terus, kalau kakak udah nggak sibuk, kesini ya." Ucap Dion. Pandangan lelaki itu tetap fokus ke depan. Sebab saat ini ia tengah menyetir.


" Kakak masih sibuk, sebaiknya kamu antar aja Hani ke butik kakak." Sahut Dion.


" Kalau kakak masih sibuk dengan pekerjaan kakak, lanjut aja dulu! Hani biar aku yang urus. Aku nggak mau kakak capek."


" Antar kan Hani sekarang ke butik kakak. Kakak tunggu. " Tanpa mendengar jawaban Dion. Dian langsung mengakhiri panggil itu. Dan mau tidak mau Dion pun mengantar Hani ke butik Melly mengunakan taksi, sementara Lisa tetap pulang bersama kedua orang tuanya.


Setelah mengantar Hani ke tempat Dian, Dion pun segera menuju kantor, sebab ada beberapa berkas yang harus ia selesai kan.


Selama melakukan pekerjaannya, mata Dion terus melirik kearah ponsel dan jam beker yang sengaja Dion letak? Di atas meja kerjanya.


Membuat perasaan takut dengan cemas Dion Semakin menjadi jadi. Tapi Dion berusaha untuk berpikir positif.


Tepat jam tiga seorang, Dering panjang dari benda pipi yang sejak tadi ia lirik menghentikan aktivitasnya. Begitu melihat Nama papanya pada layar benda pipi itu. Dion langsung menggeser icon berwarna hijau dan nempel kan benda pipi itu pada daun telinganya.


" Pesawat yang di tumpangi Melly terjatuh. di perairan Australia." Ucap papa nya seakan meruntuhkan dunia Dion saat itu juga.


.......


.......


........


.......


...Bersambung....


...Happy reading.. 💘💘...