Secret of the Heart

Secret of the Heart
solusi terbaik



aku pun mendarat di atas kasur dengan mulus nya dan dengan cepat langsung tertidur tanpa harus mengkhayal kejadian hari ini.


esok hari nya....


aku memulai rutinitas pagi dengan olahraga ringan di sekitaran taman yang tidak jauh dari tempat ku.


setelah beberapa menit berolahraga aku duduk di salah satu kursi dan menghirup udara segar hari ini di kota Pekanbaru, ah ini sangat menyenangkan pikir ku sejenak.


tidak jauh dari tempat aku duduk, aku mendengar suara tangisan seorang wanita


"hiks hiks hiks mengapa harus aku, mengapa bukan yang lain saja " ucap wanita tersebut sambil mengusapkan air matanya


aku pun mencoba mendekati nya dengan perlahan lahan


"Hai ada apa dengan mu, kenapa menangis pagi pagi seperti ini, apa kamu sedang ada masalah ? apa aku mengganggu ketenangan mu? " ucap ku sedikit ragu.


ia pun menoleh ke arah suara ku dengan pandangan sinis dan tajam selama beberapa detik lalu kembali mengusap air mata yang jatuh di pipi putih dan bersih nya, kemudian beranjak hendak pergi meninggalkan tempat duduk nya


aku pun segera menahan nya dengan spontan langsung memegang lengan nya, ia pun menepis nya dengan kuat


"aku tidak bermaksud aneh aneh, jika kamu ada masalah ayo lah cerita kan kepada ku, mungkin aku bisa memberi sedikit jalan keluar nya agar dapat membuat hati mu lega" ucap ku dengan penuh keyakinan agar ia percaya kepada ku.


ia pun duduk kembali dan menatap ku beberapa detik kemudian ia merapikan kembali duduk nya dan bersiap akan mengeluarkan sebuah kalimat dari bibir nya dengan ragu ragu.


"yaa aku akan mencoba membantu mu sebisa mungkin agar kamu dapat hidup dengan tenang kembali" aku mengucapkan dengan mantan atas pertanyaan wanita ini.


hening beberapa menit, dia diam dan mulai menangis kembali dan aku pun ikut turut bersedih melihat kondisi wanita ini, pikir ku apakah masalah yang sedang dihadapinya cukup besar atau tidak sehingga membuatnya begitu tertekan dan tidak mampu lagi menahan air mata kesedihan nya walaupun di depan orang yang belum ia kenal sama sekali.


"aku akan dinikahkan bersama orang yang tidak aku cintai bahkan aku pun tidak mengenal nya hiks hiks hiks " ucapnya lalu di iringi dengan tangisan nya kembali.


"apakah kamu tidak dapat menolaknya? kenapa harus dengan cara menangis seperti ini, seharusnya kamu menghentikan nya bukan menyendiri seperti ini" sahut ku


" aku sudah berusaha dengan semampu ku menolak akan tetapi orang tua ku tidak menerima alasan ku, mereka menikah kan aku hanya karena aku merupakan wanita penebus hutang hutang keluarga ku, jika bukan aku tidak ada lagi anak yang di harapkan dan mereka berfikir aku tidak akan bisa menolak "


"apa karna itu kamu menangis sepagi ini di sini? " tanya ku kembali


ia pun mengangguk kan kepala nya dengan cepat dan mengusap kembali air mata yang terus berjatuhan


aku pun berfikir sejenak dan mencoba mencari solusi dari permasalahan wanita ini


"bagaimana jika kamu mengatakan bahwa kamu sudah mempunyai calon suami kepada orang tua kamu , apa yang akan mereka lakukan nanti jika tau? " ucap mu setelah beberapa menit terdiam tanpa kata kata


ia pun melihat sambil mengecilkan bola mata nya tanda ia tidak percaya dengan kata kata pria yang ada di depannya ini


"aku akan menjadi lelaki yang berpura-pura akan menikahi mu" lanjut ku kembali dan membuatnya sedikit berdiri dari tempat duduk nya..