Secret of the Heart

Secret of the Heart
Uang tebusan



Waktu telah menunjukkan pukul sepuluh malam dan Melly juga belum mendapatkan kabar dari polisi tentang keberadaan Hani.


Membuat Hatinya semakin cemas dan berpikir yang tidak, tidak. Bagaimana jika penculik itu menyakiti anaknya? Hani pasti takut dan menangis. Atau mungkin saja penculik itu membentak atau memarahinya jika dia terus menangis mencari nya. Dan masih banyak kemungkinan buruk lain yang melintas di benak Melly.


Memikirkan hal itu semakin membuat Melly tidak tenang, Ia terus mundar mandir di dalam apartemennya. Hati Melly mencelus, sebab Tidak ada seorang pun yang menemani dan menguat kan dia di saat seperti ini. Membuat wanita itu semakin merasa kacau. Bukankah ini Yang Melly mau, ia merasa dirinya bisa tanpa bantuan orang lain dan sekarang lihat lah. Ia hanya bisa menangis dan berdoa semoga penculik itu tidak menyakiti anaknya.


Melly berulang kali melirik ponselnya berharap polisi yang sedang mencari Hani, segera memberinya kabar baik.


Namun Detik demi detik berlalu. Menjadi menit kemudian jam. Yang terbuang sia sia, namun belum juga mendapatkan kabar keberadaan Hani.


Melly yang tidak bisa tengah, keluar dari apartemen. Ia kembali ke restoran di mana Hani Hilang, berjalan kesana kemari sambil berteriak memanggil manggil nama putrinya, ia seakan kehilangan kewarasannya. Sesekali kali berlutut dan menjerit bahkan orang yang lalu lalang di sekitarnya hanya menatap iba, membantu pun mereka bingung dengan cara apa sementara polisi saja belum menemukan keberadaan Penculik itu.


" Anda harus kuat, yakinlah anak anda akan baik baik saja." Seorang wanita, mencoba menenangkan Melly tetapi itu tidak dapat membuat Melly tenang, Nuraninya sebagai seorang ibu tidak bisa tenang sebelum memastikan anaknya baik baik saja.


Ting Ting Ting.


Notip pesan berbunyi dari ponsel yang sejak tadi di genggam Melly. Ia mengusap kedua pipinya dengan kasar, menghapus jejak basah di sana. Sebelum membuka pesan dari nomor yang tidak ia ketahui siapa.


...Putri anda ada bersama saya, jika ingin dia kembali siapkan uang sebesar 2.000.000 AUD. Dan saya akan mengembalikan dia kepada anda....


...Ingat jangan melapor ke polisi atau Nyawa anak anda taruhan. anda memiliki 24 Jam dari sekarang....


Pesan itu di sertai, beberapa foto Hani, yang terikat di sebuah kursi dan mulutnya di tutup dengan lakban berwarna hitam.


Dada Melly sesak melihat gambar putrinya. " Orang ini, tidak mungkin bohong, sebab Hani masih mengunakan baju yang sama." Gumam Melly sambil meremas ponselnya.


Setelah mendapat pesan itu, Melly langsung kembali ke apartemennya, ia mengecek tabungannya. Sayang sekali uang simpanannya tidak sebanyak itu, walaupun gajinya sebagai seorang dokter di negara ini lebih dari kata cukup, tetapi biaya hidup di negara ini juga besar apalagi ia baru saja membeli apartemen yang ia tepati sekarang ini.


Melly memutuskan untuk meminjam kepada teman temannya, Dan sampai jam 4 pagi, ia baru bisa mengumpulkan setengah dari uang yang di minta penculik itu.


" Aku harus cari kemana lagi." Ucapnya sambil terus berjalan kesana kemari. Ia semakin frustasi, walaupun sebenarnya uang itu bisa terkumpul jika Melly menjual apartemen dan mobilnya . Tetapi semua itu membutuhkan waktu, dan Melly hanya memiliki waktu kurang dari 24 jam." Apa aku minta sama Dion aja." Tanya nya pada diri sendiri.


Pada akhirnya Melly memutuskan untuk menghubungi Dion. Berulang kali Melly mencoba menghubungi lelaki itu, tetapi Dion tidak menjawab telponnya.


Melly pun memutuskan untuk menghubungi luna. Awalnya juga sama Luna pun tidak menjawab panggilan Melly tetapi wanita itu terus mencoba. Hingga luna menjawab panggilan itu.


" Hallo, Siapa ini? Apa kamu tidak tahu waktu saat menelepon orang di tengah malam begini." Sahut luna dari seberang sana dengan suara yang sedikit meninggi. Membuat Melly harus menjauhkan ponsel untuk melindungi telinganya.


" Maaf, Lun_"


" Melly, ini Melly kan." Potong luna.


" Ya, ini aku! Lun aku boleh minta tolong sama kamu, please bantu aku, aku butuh bantuan kamu." Ucap Melly sembari terisak isak.


" Kamu kenapa, kenapa menangis. Katakan aku harus bantu apa." Tanya Luna yang tidak kalah panik nya dengan Melly.


" Aku butuh pinjaman uang sekarang. Kamu jangan khawatir aku, akan menggantinya, setelah menjual mobil dan apartemen ku. Kalau kamu ragu. Kamu ragu, aku akan menjamin surat suratnya. Please tolong ya lun."


" Berapa yang kamu butuhkan?"


" 10 milyar, bisa."


" Apa. " Sen tak luna Dari seberang sana." Kamu butuh uang sebanyak itu buat apa. " Sambung luna lagi.


" Astaga, kenapa nggak ngomong dari tadi sih! Berikan alamat kamu, aku akan kesana, membawa uang yang kamu butuhkan. "


" Tapi lun, waktu kita kurang dari 24 jam."


" Aku tahu, kamu tidak perlu khawatir, aku akan sampai di sana, secepatnya. "


Melly pun mau tidak mau, memberikan alamatnya. Sebelum mengakhiri panggil itu.


Setelah mendapat sedikit angin segar dari luna, Melly memutuskan untuk menghubungi polisi, memberitahu tentang penculik yang meminta uang tebusan.


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Di tempat lain, Luna yang mendapat kabar dari Melly langsung membangunkan Reval yang baru saja tertidur dan menceritakan apa yang ia dengar dari Melly.


Setelah itu keduanya, memutuskan untuk menemui Dion Di rumah orang tuanya, sebenarnya Reval bisa saja memberikan uang itu kepada Melly, mengingat kebaikan wanita itu kepada anak anak dan istrinya. Tetapi mengingat Kesalahpahaman sebelumnya. Reval memutuskan untuk memberi tahu Dion.


Setibanya di sana, Reval dan Luna langsung menjelaskan kedatangan mereka di tengah malam seperti ini dan masalah yang terjadi dengan Melly dan Hani.


Setelah itu, mereka pun memutuskan untuk terbang ke aussie saat itu juga, Beruntung zetpri keluarga Sanjaya dalam keadaan siapa begitu juga dengan pilot dan kru lainnya.


Dion terlihat begitu marah, sehingga Reval dan Luna memutuskan untuk ikut bersamanya. Soal uang tebusan, tentu saja Dion sudah menyiapkan hal itu atau lebih tepatnya, papanya Dion yang memberikan uang dari brangkas untuk cucunya. Ia berharap Dion kembali membawa cucunya tanpa tergores sedikit pun.


Dalam perjalanan mereka ke bandara, baik Dion maupun Reval, telah menghubungi teman teman dan rekan bisnis mereka yang ada di sana, guna mencarikan Detektif yang terbaik untuk melacak keberadaan penculik itu.


Tepat jam Sepuluh pagi, mereka tiba Di sydney. Dan langsung menuju apartemen Melly. " Ion, kendalikan diri kamu. " Ucap Reval, begitu mereka tiba di depan apartemen Melly.


" Apa kamu anak tenang jika Naela atau nayna yang di culik?" Tanya Dion. Tergambar jelas kemarahan di wajah lelaki itu.


" Lupakan, ini bukan saatnya kalian seperti itu. " Tegur luna. Ia pun menekan tombol bel apartemen dan tidak lama pintu itu terbuka.


Terlihatlah Melly dengan keadaan kacaunya. Mata sembab dan gelap, hidung merah serta beberapa helai rambut yang tertempel di wajah pucat nya. Karena terlalu menangis.


" By." Tangisan Melly pun pecah saat itu juga saat melihat Dion berada di Hadapannya.


Sementara Dion mengepal kan tangannya ingin meninju wajah Melly dan mencaci makinya saat ini juga. Tetapi pada akhirnya. Ia hanya dapat memeluk wanita itu begitu mendengar Melly memanggilnya.


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...


...Bersambung. ...


...Happy reading.. 💘💘...


...Selamat penasaran sampai hari senin 🤣🤣🤣🤣✌️✌️...