Secret of the Heart

Secret of the Heart
Dia Anak angkatku



Setelah pembicaraannya dengan dokter Richard waktu itu, Melly langsung memblokir nomor Dokter Richard dan segala Akses yang bisa dokter Richard gunakan untuk dekat dengannya.


Melly merasa kehadiran dokter Richard membuatnya tidak nyaman! Sebab lelaki itu terlalu memaksakan perasaannya. Walaupun jelas Melly tidak pernah sedikit pun memberi ia harapan.


Untuk saat ini Melly hanya ingin fokus untuk Hani dan pekerjaannya, ia tidak ingin kembali terikat sebuah hubungan lagi.


" Mommy." Suara khas bangun tidur membuyarkan lamunan Melly. Ia menatap putrinya, yang tengah berjalan ke arahnya dengan linglung efek baru bangun. Hani masih mengunakan seragam sekolahnya dengan rambut yang di kepang dua yang sudah sedikit berantakan dan jangan lupa wajah bantalnya terlihat begitu mengemaskan. " Gendong, Hani ngantuk."


Melly membuka kedua tangannya lebar lebar, sehingga Hani dengan leluasa masuk kedalam dekapannya. " Sayang, anak mommy masih ngantuk ya." Ucap Melly sambil mengusap Punggung Hani. Ia melirik sekilas kearah jarum jam. Hampir jam empat sore! Sebentar lagi waktunya untuk Hani mandi, kalau ia kembali tertidur pasti putrinya itu akan rewel jika di bangunkan." Mandi dulu yuk! Habis itu baru bobo lagi."


" Tapi Hani masih ngantuk Mommy!" Sahut Hani, Kedua bola matanya begitu berat untuk di buka.


" Habis Mandi mommy beliin coklat." bagaikan mantra, Kedua mata Hani langsung terbuka lebar. Di ikuti anggukan kepalanya.


" Benar ya mom? "


" Hu'um." Melly ikut mengangguk, ketika melihat kedua mata putrinya berbinar.


...\=\=\=\=\=\=...


Selesai mandi Melly mengajak Hani ke mini mark yang tidak jauh dari apartemen mereka, untuk menepati janjinya! Setelah itu Melly dan Hani duduk di taman menikmati waktu senja. Tanpa Melly sadari ada yang terus mengawasi mereka, sejak keluar dari apartemen mereka.


Saat Melly dan Hani kembali ke apartemen orang itu masih saja mengikuti mereka. " Sayang cuci kaki dan tangan dulu, habis itu Mommy temani Hani belajar." Pinta Melly.


"" Baik mom. " ia pun segera berlari ke kamar mandi. Tak sampai lima menit, Hani kembali kehadapan Melly, sambil membawa tas sekolahnya." Mommy, Hani sudah cuci tangan. " Ucapnya seraya mengeluarkan Peralatan tulisnya dan buku yang biasa Melly pakai untuk mengajari putrinya itu.


Saat keduanya Tengah Asyik, Bel Apartemen Hani berbunyi. " Sayang lanjutin yang ini ya! Mommy mau lihat siapa yang datang. " Melly mengusap kepala Hani sebelum berdiri, membukakan pintu untuk tamu tak di undang itu.


Sebelum membuka pintu, Melly sempat mengintip pada lubang yang di sediakan, di pintu itu! Sayangnya ia tidak melihat siapapun di luar. Karena penasaran Melly tetap membuka pintu itu! Toh tidak sembarangan orang yang bisa masuk kedalam lingkungan apartemen itu. " Sia_"


Melly tidak bisa meneruskan kata katanya, saat Melihat pria tinggi dan berbadan tegap kini tengah berdiri di hadapannya, dengan tatapan yang tidak bisa di artikan, Kedua tangannya ia lipat di dada sambil menatap Melly dari atas sampai ke bawah begitu pun sebaliknya. " Ka ka Da vi." Ucap Melly terbata bata, seolah ada batu yang mengganjal di tenggorokannya. " Bagaimana bisa." Gumam Melly tetapi masih terdengar dengan jelas oleh lelaki itu.


" Apanya yang Bisa? Apa kamu tidak senang bertemu dengan kakak mu sendiri! Jangan bilang Kamu tidak merindukan kita." Tanya lelaki itu.


Melly menggeleng kepalanya seraya berkata. " Bukan begitu Kak. "


" Jadi benar kamu tidak merindukan kita! Lalu siapa yang kamu Rindukan. DION? " Lelaki itu terus menyudutkan Melly, yang kini tengah kebingungan. Ia takut lelaki yang tidak lain adalah kakaknya itu bertemu dengan Hani. Seandainya ia tahu kalau kakaknya akan datang, Melly pasti sudah menyembunyikan Hani terlebih dulu, sehingga ia tidak perlu sekhawatir ini. " Aku Akan membunuhnya agar kamu tidak perlu merasakan cemburu sekaligus rindu kepada lelaki sialan itu." Ucap Lelaki yang bernama lengkap David Abraham Hanzie kakak tertua Melly.


" Maaf kak! Aku hanya terkejut dengan kedatangan kakak." Melly mengalah dan memeluk tubuh kakaknya.


" Maaf."


" Lupakan! Apa kamu tidak ingin mengajak kakak masuk."


" OH Iya! Melly lupa, ayo masuk kak." Melly memberi jalan Untuk David dan memaksa bibirnya untuk tersenyum. Begitu sampai di ruang tamu ia dapat melihat anak perempuan yang sejak beberapa hari lalu terus menemani adiknya. Tanpa David tahu dalam hati Melly, ia begitu menyesali kebodohannya.


" Mel, dia siapa? Apa kamu mengecewakan kita." Tanya David, kemarahan terlihat Jelas di wajahnya.


" Nggak! Melly, Melly nggak berani melakukan hal." Melly menghampiri Hani. " Kenalin Kak! Namanya HAANIYA DIANLY, biasa aku panggil Hani, Dia Anak Angkat ku. " Saat menyebut Anak angkat, Melly sengaja menutup kedua telinga Hani. Ia sungguh tidak ingin melakukan hal ini, tetapi Melly terlalu takut dengan kakaknya, bukan hanya itu, Melly pun tidak ingin Hani bernasib sepertinya. Yang selalu di ingatkan untuk tidak berakhir seperti ibunya. Itulah kenapa Melly masih disini dan enggan untuk pulang, sekali pun ia merindukan keluarga dan sahabatnya. " Aku mengasuhnya karena ia sudah tidak memiliki siapa siapa." Kening David Berkerut, ia tahu adiknya ini tengah berbohong.


" Hani, sini sama Om." David membuka kedua tangan di depan Hani.


" Hani nggak mau."Tolak gadis kecil itu sambil memeluk erat tubuh Melly.


" Kak, jangan membuat Dia takut! Katakan apa yang membawa Kakak kemari."


" Untuk membawa kamu pulang. "


" Pulang? Tapi Melly kerja disini jadi Melly tidak bisa ikut Dengan kakak. "


" Kakak tidak bertanya tentang pendapat kamu! Kamu tetap harus pulang dengan kakak titik." Melly terdiam. Ia tidak ingin pulang." Jangan banyak Berpikir, kakak beri kamu waktu satu Minggu untuk menyelesaikan semua pekerjaan kamu disini dan jangan mencoba untuk lari, karena sampai hal itu terjadi. Kakak pastikan kamu akan tahu akibatnya." David melirik kearah Hani. Sembari tersenyum mengejek." Kakak Pergi, ingat satu minggu lagi kakak kembali dan kamu sudah harus siap. " sebelum David meninggalkan apartemen Melly, ia kembali memeluk adiknya dan mengecup pipi Hani.


Sementara Melly hanya diam, Melihat punggung kakaknya perlahan menghilang di balik pintu apartemennya.


.......


.......


.......


.......


...Bersambung....


...Happy reading. 💘💘...