
Waktu berlalu dengan begitu cepat, setelah seminggu kemarin mereka di sibukkan dengan persiapan Resepsi pernikahan. Serta fitting baju dan foto prawedding sana sini, yang seharusnya di lakukan beberapa tahu yang lalu.
Kini tiba saatnya acara itu di gelar. Pesta Resepsi pernikahan Dion dan Melly pun berlangsung dengan meriah. Ribuan tamu mulai memadati ballroom hotel tempat pesta itu di adakan.
Kali Ini Tidak hanya keluarga, sahabat dan kerabat keduanya yang di undang. Sebab ada juga kolega bisnis Dion, ayahnya Melly serta kakak kakaknya. Bahkan ballroom itu hampir di penuhi sebagian karyawan Dion dan Ayahnya Melly. Belum lagi rekan rekan kerja Melly yang menyempatkan waktu untuk menghadiri pesta, serta teman teman mereka berdua. Bisa di bayangkan seberapa sesak ruangan yang di penuhi tamu undangan yang hadir.
Setelah melewati serangkaian acara, akhirnya tiba pada puncak acara, di mana kedua mempelai di persilahkan turun dari singgasana sehari mereka, untuk memulai pesta dansa malam ini.
Regu musik dan orkestra mulai memainkan irama musik merdu, mengawali pesta dansa itu. Dion dan Melly melangkah untuk memulai pesta dansa itu di ikuti, Luna dan Reval. Dian dan Andara, orang tua mereka serta tamu undangan lainnya.
Melly dan Dion tampak begitu serasi. Melly yang tampak begitu anggun dan cantik dengan gaun pengganti, serta tiara kecil bertabur berlian di kepalanya. Begitu juga dengan Dion yang begitu tampan dan berkarisma dengan setelan tuksedo nya. Malam ini keduanya menjadi pusat perhatian tamu undangan yang hadir.
" Terima kasih., Honey." Bisik Dion seraya menarik Melly, merapat kepadanya.
" Untuk apa." balas Melly, ia sama berbisiknya dengan Dion.
" Untuk semuanya. Kesempatan kedua, Hani dan masih banyak yang tidak dapat aku sebutkan satu satu." Dion menatap lekat wajah Melly, tatapan keduanya bertemu dan terkunci satu sama lain.
Di tatap seperti itu membuat wajah Melly bersemu, satu yang tidak bisa wanita itu pungkiri, bahwa ia selalu jatuh cinta kepada lelaki itu berulang ulang, sebesar apapun kesalahan dan kesalahpahaman di antara mereka.
Melly menarik nafas dalam dalam, ia hendak buang pandangannya dari Dion, tetapi lelaki itu terlalu peka, sehingga belum sempat Melly berpaling salah satu tangan Dion lebih dulu mengangkat Melly dan menyatukan bibir mereka sebagai penutup dansa mereka.
Membuat mata Melly membulat sempurna, di sertai tepuk tangan dari tamu undangan yang hadir, bergema di ruangan itu. " penutupan dansa yang manis." Ucap beberapa orang yang tidak jauh dari mereka.
" Perhatian nyonya dan tuan sekalian yang telah menyempatkan. Waktu untuk menghadiri acara sederhana kami. Sebelum saya ingin mengucapkan terima kasih, kepada kalian semua yang telah Hadir dan saya juga ingin memperkenalkan putri saya kepada kalian." Dion meminta Hani untuk menghampirinya." Perkenalkan Dia adalah Haaniya Dianly Hanzie Xavier. Anak yang aku tidak tahu kehadirannya dan sempat menyia nyiakan dia dan ibunya. Kalian disini pasti sebagian sudah tahu dan mengenal wanita yang berdiri di sampingku ini." Tunjuknya kepada Melly dengan Hani yang masih berada dalam gendongannya.
" Aku pernah melakukan hal bodoh dengan menduakan istriku ini, sehingga dia pergi dengan membawa anakku dalam kandungannya. Dan tuhan memberikan aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya!aku bersyukur untuk itu. Jika kalian bertanya kenapa setelah sekian lama kami menikah, baru sekarang kita mengadakan Resepsi dan mengenakan mereka berdua pada publik. Jawabannya karena aku ingin kalian membantuku, jika istri ku ini kabur lagi kalian bisa menghubungi aku dan mengatakan keberadaannya hanya itu." Dion tertawa." Apa aku terlihat begitu konyol. Hmmm., selama aku bisa memastikan mereka berdua tetap berada di sisiku, apapun pasti akan aku lakukan. Terima kasih sudah mau mendengarkan aku! Silahkan menikmati pestanya."
Acara itu kembali berlanjut, setelah Dion berpidato singkat di depan tamu undangan serta beberapa wartawan yang sengaja dia undang untuk memperkenalkan HANI malam ini.
" Baik banget ya dokter Melly, mau mau aja memaafkan Lelaki seperti suaminya itu. "
" Begitulah kalau sudah anak, walaupun pernah di sakit, dokter Melly harus tetap memikirkan anaknya lah."
" Dokter Melly kan cantik dan punya karier bagus, pasti lelaki lelaki di luar sana mau dengan nya. " dan masih banyak lagi ucapan ucapan yang yang di tunjuk kan kepada Melly dan Dion, setelah pengakuan singkatnya beberapa saat yang lalu.
...\=\=\=\=\=\=\=...
Siapa itu Melly kembali menjemput Lisa dan Hani di sekolah, ia telah memiliki janji dengan Dion untuk makan siang bersama.
" Mommy." Teriak Hani, seperti biasanya! Gadis kecil itu selalu heboh saat melihat Melly. " Mommy, tadi kata teman aku, semalam perut ibunya sakit dan paginya dia di berikan adik. Apa perut Mommy tidak sakit." Tanya Hani dengan mengebu gebu.
" Kenapa perut mommy harus sakit." Alih alih menjawab, Melly justru balik bertanya, dia bukan tidak mengerti apa yang di maksudkan oleh Hani, hanya saja ingin mendengar lebih jelas keinginan putri nya itu.
" Karena Hani ingin punya adik yang lucunya sama seperti adik stela itu mom. Mau ya mommy?" Mohon Hani.
" Iya mommy, Lisa juga mau mommy." Sahut Lisa.
" Bagaimana caranya supaya perut Mommy sakit dan kalian bisa punya adik." Tanya Melly ia ingin mengetahui apa yang di pikirkan kedua anak itu.
" Gampang Mommy, kata stela mommy cukup kerumah sakit aja, temui dokter. Nanti di kasih obat terus kita adik deh! Tapi_" Gadis kecil itu menghentikan ucapannya, Ia menepuk nepuk pipinya, seperti orang yang tengah berpikir. " Mommy kan dokter, berarti mommy nggak perlu ke rumah sakit, Mommy bisa langsung membeli obatnya dan kita akan punya adik. Yeeehhh." Sambungnya lagi sampai berjingkrak.
Sementara Melly hanya menggeleng kepalanya, teori dari mana itu. Kenapa mereka polos sekali dan menganggap semua semudah itu. Gerutu Melly di dalam hatinya.
" Sudah sudah, soal adik nanti kita pikirkan lagi, sekarang saat kita ke kantor daddy untuk makan siang bersama. Daddy pasti udah nungguin kita."
" Horee asyik." Keduanya kembali bersorak. Sembari mengikuti perintah Melly untuk masuk kedalam mobil.
Saat Kedua gadis itu telah duduk di tempat masih masing ia pun melanjutkan perjalanan menuju kantor Dion.
Hari ini ia sengaja meluangkan waktu untuk Dion dan Hani karena besok wanita itu sudah harus kembali ke sydney. Hubungan jarak jauh mungkin akan memupuk rindu untuk anak dan suami, tetapi ia juga tidak bisa meninggalkan pekerjaannya. Bersyukurnya Dion bukan suami yang banyak menuntut selama Melly nyaman dengan apa yang dia jalani.
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
...Bersambung. ...
...Happy reading.. 💘💘...