
Rencana Dion untuk membawa Hani dan Melly pulang, sejauh ini tidak ada hambatan sedikit pun, terbukti dengan mereka kini telah berada dalam pesawat dengan ketinggian ribuan kaki, menuju jakarta. Walaupun selama perjalanan Melly selalu mengomel dan memesan tatapan tajamnya untuk Dion.
Hal itu tidak serta merta membuat seorang Dion berubah pikiran, hanya untuk Melly tersenyum sebab ia sudah berjanji pada dirinya sendiri, bahwa ia tidak akan mengalah untuk wanita itu sampai, wanita itu berganti Status dari janda nya Dion menjadi istrinya Dion.
Itu sebabnya ia tetap membiarkan Melly mengomel se maunya. Toh kalau sudah lelah, dia pasti berhenti sendiri. Pikir Dion. Dan benar saja tidak lama setelah itu Melly terdiam tetapi hanya untuk sesaat, karena di menit berikutnya. Ia kembali membuka mulut nya.
" Kamu sekarang beda ya." Ucap Melly Setelah mengontrol perasaannya. Sementara Dion hanya menanggapi ucapan Melly dengan menaikkan sebelah alis tanpa berniat menimpali ucapan wanita. " Kamu berubah." Lanjutnya lagi. Membuat Dion mau tak mau menyahutinya.
" Apanya yang berubah." Tanya Dion.
" Dulu kamu nggak pernah maksa aku, selalu mengalah sama aku! Tapi sekarang kamu berubah, kamu melakukan semua semau kamu." Jawab Melly, Sedikit menuntut.
" Aku nggak akan seperti ini, kalau kamu tidak terus mencoba untuk kabur dari aku."
" Ya, aku lakukan itu karena ada alasannya Dion, kamu ngerti nggak sih! Posisi aku itu sulit. Seandainya kamu tidak pernah memaksaku hari itu dan mau mendengarkan aku sekali saja. Pasti semuanya tidak akan serumit ini. " Potong Melly. Bersyukurnya mereka mengunakan pesawat pribadi dan Hani sedang tidur di kamar. Jadinya pembicaraan mereka tidak akan terganggu. Entah Apa jadinya kalau mereka naik pesawat komersial, pasti sudah menjadi tontonan banyak orang.
" Kamu menyesal akan hal itu." Melly menggeleng kepalanya seraya berkata tidak. Sebab Dia antara semua kesalahan Dion padanya, Hanya 1 yang Melly tidak pernah menyesalinya. Dimana ia bisa mendapatkan Hani, walaupun awalnya dia marah dan benci pada Dion. Tetapi seiring berjalannya waktu perasan itu perlahan sirna dengan sendirinya." Terus Apa? Apa yang membuatnya sulit untuk kamu. "
" Kamu! seandainya dulu kamu mau mendengar aku sekali saja. Pasti semua ini tidak akan. Seperti ini. Sekali pun kita menikah. Image Hani yang terlahir di luar pernikahan tidak dapat kamu tutupi. Hanya tunggu waktunya saja untuk semua orang mengetahui hal, kamu senang kan? Ini kan yang kamu mau." Tuduhnya.
" Aku tidak sepicik hanya untuk kesenangan aku mel, Aku pun sudah memikirkan semua nya. "
" Ciih, saat kamu melakukan itu kepadaku, kamu berpikir nggak." Sahut Melly di Dion belum menyelesaikan ucapannya.
" Untuk Hal itu, aku minta maaf, saat itu aku terbawa. Dan satu hal yang harus kamu tahu, Aku tidak akan membiarkan hal buruk terjadi kepada putri ku. Sekali lagi Aku minta maaf atas kebodohan ku, Waktu itu! Jangan lupa, kalau dulu kita menikah secara diam-diam dan tidak banyak yang tahu akan pernikahan kita. "
" Sebenarnya apa yang kamu rencanakan." Tanya Melly, sebab ucapan Dion terdengar sedikit ambigu untuk Melly.
" Kamu tidak perlu tahu jelasnya seperti apa! Cukup siapkan diri kamu untuk pernikahan kita dan Aku yang akan memperbaiki semua yang sudah seharusnya aku perbaiki sejak Dulu. " Ucap Dion penuh keyakinan walaupun, bingung Melly tidak berniat untuk bertanya lebih lanjut.
Sisa perjalanan mereka hanya hening baik Dion mau pun Melly tidak ada yang berbicara, keduanya larut dalam pikiran masing masing.
...\=\=\=\=\=\=\=\=...
Setibanya di bandara, mereka di jemput Dian sebab keluarga yang telah menunggu mereka di kediaman XAVIER, awalnya mereka ingin langsung menjemput ketiganya di bandara tetapi Dian dan luna mencegah mereka. Dan pada akhirnya Dian yang menjemput mereka karena sudah begitu merindukan Hani.
" Hai mel, apa kabar." Tanya Dian sambil berpelukan dengan Melly.
" Aku baik kak! Kak sendiri gimana?" Melly balik bertanya setelah mengurai pelukan mereka.
" Seperti yang kamu lihat, kakak juga baik-baik saja."
" Syukurlah."
Setelah basa basi sejenak, Dian langsung mengajak mereka menuju parkiran, dimana ia memarkirkan mobilnya.
Kali ini Dion yang mengemudi, sementara ketiga wanita itu duduk di jok belakang, meninggalkan Dion sendiri di depan. Bahkan mereka mengacuhkan tatapan protes Dion.
Tidak butuh waktu lama, akhirnya mereka tiba di rumah keluarga XAVIER, Dan di lihat dari banyaknya mobil yang terparkir di halaman rumah itu, Baik Dion atau Melly yakin bukan hanya keluarga mereka saja yang menunggu kedatangan mereka tapi kira kira siapa aja.
Dengan ragu ragu, Melly mengikuti langkah Dion Dan Dian yang sudah lebih dulu masuk dengan Hani berada dalam gendongan Dian.
" Melly mana." Tanya papanya Dion, saat tidak mendapati Melly bersama kedua anaknya itu.
" Ada kok pa, Tuh di belakang Dion." Jawab Dian, sambil menunjuk kearah Adiknya. Sementara orang yang di tunjuk langsung menggeser tubuhnya sehingga terlihat lah Melly yang berada tepat di belakang Dion.
" Kenapa berdiri di situ, kemari lah nak." Melly pun mendekati lelaki paruh bayah itu dan mencium punggung tangannya.
" Papa apa kabar." Tanya Melly.
" Papa baik baik saja seperti yang Melly lihat." Melly tersenyum tulus dan sedikit mengangguk. " Terima kasih ya sudah mau menjaga dan merawat cucu papa sampai sebesar ini." Ucap lelaki paruh bayah itu sambil mengusap kepala cucunya, yang berada dalam gendongan Dian.
Sekali lagi Melly hanya mengangguk. Pandangannya menelisik, siapa saja yang berada di ruangan." Bunda. " Gumamnya dan masih bisa terdengar mereka yang ada di ruang itu. " Bunda Disini juga." Tanyanya sembari menghampiri wanita yang di panggil bunda itu.
"Emangnya kalau bunda nggak kesini, kamu mau menghampiri bunda?" Alih alih menjawab, wanita itu justru memberinya pertanyaan sinis. Sambil merentangkan tangannya kepada Melly.
" Mau dong bun, masa nggak." Jawab Melly seraya menyambut pelukan hangat wanita itu. Padahal, Mami dan mertuanya juga ada di sini tetapi entah kenapa dia lebih nyaman dengan mertua dari sahabatnya itu.
" Syukurlah kalau kamu masih mau mengunjungi bunda. Kamu dan Dina sudah bunda anggap seperti anak sendiri. Kalau kamu menganggap bunda juga demi kian. Kedepannya jangan pernah lari lagi kalau ada masalah, datang ke bunda okay." Bisik nya. Di angguki Melly sembari mengeratkan . " Sana sapa mertua dan mami kamu. " Pintahnya lagi Setelah melepas pelukannya dengan Melly.
Melly pung menghampiri mereka satu per satu. Melly tidak menyangka kepulangannya kali ini di sambut hangat oleh keluarganya dan keluarga Dion. Bahkan bunda Vio dan ayah Sanjaya juga ada. Semuanya menerima Hani tanpa ada yang mau mengungkit dan menyalahkan dirinya atas kehadiran Hani serta kepergiannya waktu itu.
Setelah melepas rindu, dengan semua orang yang ada di ruangan itu. Obrolan Mereka pun berlanjut dengan membahas rencana pernikahan Melly dan Dion.
.... ...
.... ...
.... ...
...Bersambung. ...
...Happy reading..💘💘...