It's Not Your Fault

It's Not Your Fault
Alexa : Part 49



18 Maret 2000.


Alexa tidak menyangka kalau kekhawatiran yang dia rasakan waktu itu, ternyata bisa sampai membuatnya sakit, bahkan dia sampai tidak sadarkan diri hingga beberapa hari lamanya.


Dan ketika kesadaran Alexa kembali, Arthur sedang bersamanya di dalam satu ruangan.


Arthur bahkan memeluknya saat itu, dan mengatakan banyak hal, demi membuat Alexa merasa lebih baik.


Bukan itu saja, Arthur juga tidak berhenti menemui Alexa, dan memantau perkembangan kesehatannya.


Menurut pengakuan Sienna kepada Alexa, mau tidak mau, Sienna menghubungi Arthur saat Alexa tidak sadarkan diri, karena Alexa yang memanggil-manggil nama Arthur.


Sienna jugalah yang mengatur, agar Arthur bisa berkesempatan untuk menemui Alexa, setiap kali Arthur memiliki waktu luang dari pekerjaannya.


Alexa merasa kalau mungkin dirinya memang benar-benar sudah gila sekarang ini, dan bukan hanya berpura-pura lagi.


Bagaimana mungkin dia bisa memanggil nama Arthur dalam tidurnya?


Apa Alexa memang hilang ingatan, hingga tidak ingat dengan statusnya lagi?


Alexa rasanya ingin mati karena malu.


Seolah-olah Alexa adalah wanita yang tidak tahu diri, kalau sampai begitu keadaannya.


Jika Alexa tidak mau menjadi orang yang mengalami gangguan jiwa sungguhan, Alexa harus menata kembali pikirannya, agar bisa tetap sadar akan keadaan dirinya sendiri.


Sejak Sienna menceritakan apa yang terjadi hingga Arthur hampir tidak pernah berhenti menemuinya setiap hari, Alexa yang merasa sangat malu, menutup diri dan tidak mau berbicara apapun tentang dirinya sendiri.


Selain karena rasa malunya, Alexa memang terfokus pikirannya akan keadaan Arthur yang masih saja dikhawatirkan olehnya.


Jadi, setiap kali Arthur menemuinya, Alexa justru hanya selalu bertanya tentang bagaimana pekerjaan Arthur di hari itu, dan Alexa juga ingin memuaskan rasa ingin tahunya, apakah Arthur memang benar-benar sedang baik-baik saja.


Alexa ingin memastikan kalau Arthur tidak melakukan hal yang terlalu beresiko, selain pekerjaannya yang memang sudah beresiko tinggi.


Sekitar dua minggu setelah ulang tahun Alexa, Sienna kembali membuat pengakuan, kalau Arthur mengajaknya bertemu secara pribadi, dan menanyakan tentang Alexa.


———***———


13 Maret 2000.


09:48.


"Aku semalam bertemu dengan Detektif Smith," ujar Sienna tiba-tiba.


"Ada apa?" tanya Alexa penasaran.


"Dia ingin bertemu denganku, untuk bertanya tentang Sister. Dia ingin tahu penyebab Sister bisa sakit hingga tidak sadarkan diri," jawab Sienna.


Sienna tampak merapikan seragam kerjanya yang terlipat bagian ujungnya, saat dia ikut duduk bersama Alexa di bangku taman.


"Lalu, apa yang kamu katakan?" tanya Alexa.


"Aku bilang, kalau Sister memang jatuh sakit karena cemas berlebihan," jawab Sienna.


"Maafkan aku, Sister. Seharusnya aku tidak mengatakan hal itu, tapi aku juga bingung untuk memberikan alasan yang tepat," lanjut Sienna.


Alexa menarik nafasnya dalam-dalam hingga dadanya benar-benar penuh, lalu menghembuskannya dengan kasar.


"Tidak masalah. Aku justru yang mempermalukan diriku sendiri. Apa hakku, hingga bisa berani mencintainya?" ujar Alexa.


"Sister ...! Kamu memulainya lagi. Tidak ada satupun dari orang yang mengenal Sister Alexa, yang akan menyalahkan Sister, jika Sister sampai jatuh cinta kepada Detektif Smith," bantah Sienna.


"Kecuali Mark William," lanjut Sienna.


"Hey! Kamu berani mengejekku sekarang, ya?!" kata Alexa.


Baik Alexa maupun Sienna kemudian bersama-sama tertawa kecil.


"Tapi, aku bicara yang sebenarnya. Kalau Damian, Sir Miller, Igor dan Steven, siapapun mereka orang-orang terdekat Sister, pasti akan mendukung apa pilihan Sister....


"Apalagi, Detektif Smith tampaknya adalah orang yang benar-benar baik dan bertanggung jawab. Wajar saja kalau Sister bisa jatuh hati kepadanya....


...Detektif Smith memang sebuah paket lengkap dan mewah. Postur tubuhnya bagus, wajahnya sangat tampan, berdikari, kharismatik ... Aaaah ...!...


... Sister Alexa membuatku merasa iri, karena Sister bisa menemukan seorang laki-laki yang istimewa sepertinya," lanjut Sienna.


"Apa-apaan kamu ini?!" ujar Alexa, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Kemarin dia tidak datang ke sini sama sekali, kan? Tapi, Sister tidak perlu khawatir. Karena dia tampaknya benar-benar sibuk dengan pekerjaannya....


... Kami bahkan hanya sempat berbincang-bincang beberapa menit saja, tapi dia sudah dipanggil untuk bertugas," kata Sienna.


"Tidak masalah. Aku justru masih merasa sangat malu saat bertemu dengannya. Jadi, akan lebih baik, kalau dia tidak menemuiku dulu sementara ini....


... Asalkan aku tahu kalau dia baik-baik saja, dan aku tidak perlu terlalu mengkhawatirkan keadaannya," sahut Alexa.


"Umm ... Tapi, apa ada yang lain yang kalian sempat bicarakan?" tanya Alexa.


"Oh, iya! Aku berusaha meyakinkannya, kalau Sister memang mengalami gangguan mental, seperti yang Sister inginkan," jawab Sienna.


"Lalu, apa dia percaya?" tanya Alexa.


"Aku tidak tahu pasti. Tapi, kelihatannya dia mempercayai perkataanku," jawab Sienna.


"Bagus! Dengan begitu, dia tidak mungkin melakukan investigasi. Jadi, rencanaku bisa berjalan dengan lancar," ujar Alexa bersemangat.


———***———


10:37.


Sir Miller, Arthur dan Steven, baru saja pergi dari rumah sakit jiwa, setelah berbincang-bincang dengan Alexa di situ.


Sienna lalu terlihat berjalan menghampiri Alexa, di bangku taman di mana Alexa berada, kemudian ikut duduk di samping Alexa.


Alexa menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Sulit! Sangat sulit saat aku harus berpura-pura di depan Steven," ujar Alexa.


"Beberapa kali, aku hampir saja membongkar kebohonganku, karena tingkahnya yang mengajakku bercanda secara tiba-tiba....


...Dia—Steven— bahkan melontarkan lelucon yang biasanya membuatku tertawa lepas....


... Kalau saja, Arthur tidak ada di situ tadi, maka aku pasti akan kehilangan kendali dan semua akan tahu kalau aku hanya berpura-pura," lanjut Alexa.


"Pffftt ...! Steven memang kocak dan sering bertingkah konyol. Tapi, menurutku, dia tampaknya menyukaimu, Sister," kata Sienna.


"Bagaimana menurutmu? Kalau dia tidak menyukaiku, dia tidak mungkin mau berteman denganku, kan?!" sahut Alexa.


"Bukan seperti itu, Sister ... Dia menyukaimu dengan cara yang berbeda," kata Sienna menjelaskan maksudnya.


"Hey! Itu tidak mungkin. Aku berteman dengannya cukup lama. Jadi, aku rasa kamu telah salah menilainya," sahut Alexa.


"Oh, iya! Apa kamu tidak tertarik kepada Steven? Dia orang yang baik, dan wajahnya juga tampan," lanjut Alexa, mencoba menjodoh-jodohkan Sienna dengan Steven.


"Dia memang menarik, tapi aku belum pernah berbicara secara pribadi dengannya," sahut Sienna.


"Umm ... Begitu, ya?! Cari kesempatan untuk berbincang-bincang dengannya. Jangan hanya sibuk bekerja dan membantuku saja! Kamu juga perlu memikirkan dirimu sendiri," ujar Alexa.


"Tidak masalah, Sister. Aku masih muda, tidak perlu terburu-buru mencari kekasih," sahut Sienna.


"By the way ... Aku memeriksa ulang lokasinya, dan aku rasa semuanya memang sesuai dengan yang Sister inginkan. Jadi, Sister tidak perlu mengkhawatirkan tempat itu lagi," lanjut Sienna.


Alexa kemudian menyalakan sebatang rokok, dan menghirup asapnya dalam-dalam, lalu menghembuskan asap dari dalam paru-parunya ke udara.


"Beberapa bulan lagi.... Aku hanya perlu menutup mulutku dari Arthur, selama beberapa bulan lagi. Bersabar, ya?! Kamu masih sangat aku butuhkan, sampai semua ini berakhir," ujar Alexa.


"Tentu saja. Aku akan membantu Sister sampai akhir. Sister bisa mengandalkanku," sahut Sienna.