
Di hari perayaan Halloween berlangsung, Alexa banyak menghabiskan waktunya dengan berjalan berkeliling mendatangi rumah demi rumah, di kompleks perumahan tempat tinggal keluarga Miller bersama George.
George tampak senang saat ada Alexa menemaninya seperti itu.
Bahkan George sampai menolak tawaran ibunya untuk mengantarnya, dan bersikeras untuk tetap memilih Alexa yang menjadi rekannya, untuk mendapatkan permen dari para tetangga.
Bukan hanya George yang menikmati Halloween, Alexa juga menikmatinya dengan memakai rambut panjang palsu milik Madam Miller, untuk melengkapi perannya sebagai Wendy hari itu.
Sekantong besar berbahan kain, penuh terisi dengan permen dan coklat, hasil dari pemberian tetangga-tetangga di kompleks perumahan.
Alexa tidak suka permen, tapi tidak menolak coklat batangan.
Beberapa batang coklat, diambil Alexa dan memakannya, sedangkan sisanya, semuanya menjadi milik George yang tampak kegirangan saat melihat banyaknya jumlah permen dan coklat yang mereka dapatkan.
Walaupun akhirnya, di malam harinya George menangis dengan kencang, karena ibunya menyembunyikan sebagian besar permen darinya.
Di malam itu juga, Steven dan Igor juga datang ke rumah keluarga Miller, dan menghabiskan waktu dengan berbincang-bincang dengan Alexa.
Di keesokkan harinya, Alexa sempat ikut dengan Sir Miller untuk melihat-lihat area tempat Alexa akan bekerja nanti.
Sebuah gudang besar yang dijadikan sebagai garasi, berjejer beberapa mobil SUV yang menjadi alat transportasi untuk pengantaran barang.
Di sana juga terdapat beberapa kamar yang dijadikan tempat istirahat bagi para pekerja yang menjadi kurir, dan Alexa sempat berkenalan dengan beberapa pekerja yang berada di sana yang rata-rata adalah laki-laki.
Satu-satunya pekerja wanita yang ditemui Alexa, adalah orang yang bekerja di dalam area kantor yang bertugas mengawasi para kurir, dan memberi arahan ke mana saja mereka harus pergi menjemput dan mengantar barang.
Menurut penjelasan Sir Miller, hampir di setiap kota, ada gudang dengan model yang sama, lengkap dengan adanya area kantor, area penyimpanan barang bermasalah, begitu juga kamar-kamar yang menjadi tempat istirahat bagi karyawan.
Sistem kerja di tempat itu juga dijelaskan Sir Miller satu persatu, hingga Alexa mengerti kalau jam kerjanya tidak menentu, karena semuanya tergantung dari pelanggan.
Semacam pengantaran eksklusif menurut Alexa, karena satu kurir hanya akan membawa barang dari satu pelanggan, jadi tidak ada resiko barang tertukar atau salah tujuan.
Dan, penjemputan juga pengantaran itu harus dilakukan secepatnya, setelah pemesanan dibuat oleh pelanggan.
Perhitungan upah juga tidak lupa dijelaskan oleh Sir Miller, bahwa semua pembayaran akan dihitung sesuai persentase dari pembayaran yang dilakukan oleh pelanggan.
Dengan begitu, selain gaji pokok, pendapatan yang diterima setiap kurir kemungkinan besar akan berbeda-beda jumlahnya setiap bulannya, karena perbedaan dari harga pembayaran pelanggan itu.
Alexa sempat melihat-lihat di dalam salah satu kendaraan bermotor beroda empat itu, dan mendapati kalau di dalamnya tersedia senjata api, peta negara, perangkat radio, dan beberapa peralatan lain untuk keadaan darurat di jalan.
Setelah merasa puas dan cukup memahami lingkungan kerja barunya itu, Alexa bergegas kembali ke kediaman keluarga Miller, bersama Sir Miller.
***
Selama dua hari Alexa tinggal di rumah keluarga Miller, Alexa bisa mengambil sedikit kesimpulan kalau Sir Gilbert Miller, tampaknya memang orang yang baik.
Dan kelihatannya, menurut Alexa, Sir Miller memang mau membantu Alexa dengan memberikannya pekerjaan.
Sesuai dengan perkataan Sir Miller kalau pekerjaan itu diterima oleh Alexa maka akan jadi Win Win Solutions, solusi yang sama-sama mendapat keuntungan.
Alexa mendapat pekerjaan dengan gaji yang sesuai, juga bisa sambil mengawasi di jalanan kalau-kalau dia bisa menemukan truk kontainer, yang mencelakakan Sir dan Madam Ruppert.
Sir Miller juga mendapatkan keuntungan, karena bisa mendapat tambahan pekerja yang bisa dia percaya.
***
2 November 1992.
Di hari Senin pagi, Alexa sudah mengemas barang-barangnya yang dibelikan Igor tiga hari yang lalu, ke dalam sebuah koper pemberian Madam Miller.
Namun bagi Alexa, akan lebih baik kalau dia tinggal di gudang saja, karena dengan jam kerja yang tidak menentu, Alexa tidak mau merepotkan keluarga Miller.
Apalagi, di setiap gudang di tiap kota, menurut Sir Miller tempat-tempat itu memiliki fasilitas yang sama, kesemuanya ada kamar yang bisa menjadi tempat bagi Alexa untuk beristirahat.
07:30.
Keluarga Miller melakukan makan pagi bersama dengan Alexa.
"Alexa yakin tidak mau tinggal di sini?" tanya Madam Miller, mengulang pertanyaannya malam tadi.
"Maaf, Madam. Bukannya saya tidak senang tinggal di rumah ini. Tapi menurut saya, akan lebih efektif bagi pekerjaan saya nanti, jika saya tinggal di gudang....
...Di setiap saat, saya bisa menerima pesanan penjemputan dan pengantaran barang....
... Saya akan berkunjung ke sini, saat saya sedang libur bekerja," sahut Alexa, kembali menjelaskan alasannya memilih tinggal di gudang.
***
Setelah selesai makan pagi, dan berpamitan dengan George yang tampak sedih saat Alexa memberitahu kalau Alexa akan pergi bekerja, Alexa kemudian pergi ke gudang, dengan diantar Sir Ruppert.
"Kalau ada sesuatu yang membuatmu merasa tidak nyaman, kamu bisa beritahu pada saya nanti," celetuk Sir Miller sambil mengemudikan mobilnya.
"Sir! Saya ingin minta bantuan anda," ujar Alexa.
"Apa itu? Katakan saja," kata Sir Miller.
"Kalau ada kabar dari Hanzel Ruppert, tolong beritahu saya, karena saya ingin bertemu dengannya," sahut Alexa.
"Umm ... Hanya itu saja?" tanya Sir Miller.
"Iya, Sir! Hanzel sekarang sedang di kota lain. Dan saya tidak tahu cara menghubunginya....
...Selain saya ingin bertemu dengannya, saya juga berniat mengambil barang-barang saya yang masih ada di rumah keluarga Ruppert....
... Jadi, kalau anda mendapat informasi tentang kedatangannya yang kembali ke kota Hills ini, saya minta tolong, agar anda segera memberitahu saya," ulang Alexa menekankan maksudnya.
"Tentu saja. Saya akan memberimu kabar secepatnya, kalau saya mendengarnya kembali ke kota Hills," sahut Sir Miller.
***
Setibanya di gudang, Sir Miller kemudian berpamitan kepada Alexa, dan meninggalkan Alexa di sana.
Alexa lalu di arahkan oleh pekerja wanita yang khusus bekerja di area kantor, untuk mengambil alih salah satu mobil SUV yang akan menjadi kendaraan yang khusus dipakai oleh Alexa.
Koper berisi pakaiannya yang dibawa Alexa tadi, kemudian dimasukkan Alexa ke dalam mobil itu, lalu mulai mempersiapkan kendaraan itu agar bisa segera dipakai bepergian, kalau-kalau ada pesanan.
Sembari Alexa mempersiapkan kendaraannya itu, Alexa berbincang-bincang dengan beberapa orang kurir, yang juga melakukan hal yang sama seperti Alexa.
Selain membuat Alexa menjadi semakin mengenal baik para rekan kerjanya yang baru itu, Alexa juga mendapat sedikit pengetahuan dari pengalaman kerja yang sudah dirasakan oleh para kurir itu.
Apa saja yang mungkin terjadi di tempat pelanggan, juga apa saja yang mungkin terjadi di jalan yang harus Alexa waspadai.
Alexa bahkan jadi tahu, kalau pekerjaan itu juga cukup beresiko, karena terkadang barang yang dibawa adalah barang yang sangat berharga, hingga meningkatkan resiko dirampok di jalanan.
Dengan begitu, bukan hanya kendaraannya saja yang diperhatikan oleh Alexa, senjata api yang tersimpan di dalam dashboard, juga diperiksa oleh Alexa untuk memastikan kalau benda itu layak pakai, dan tidak akan bermasalah kalau-kalau Alexa membutuhkannya.