
31 Desember 1992.
Kurang lebih dua bulan Alexa bekerja menjadi kurir, bagi usaha pengantaran barang milik Sir Miller.
Selama Alexa bekerja, baru kemarin Alexa bisa bertemu dengan Sir Miller lagi, yang kemudian mengajak Alexa untuk menghabiskan waktu di rumahnya, untuk dua hari libur seluruh karyawan di tanggal 31 Desember ini, dan keesokkan hari di tanggal 1 Januari.
Pertemuan Alexa dan Sir Miller kemarin sore, cukup membuat Sir Miller tampak terkejut ketika melihat Alexa yang tampak sudah menjadi seorang perokok.
Bodohnya Damian, dengan polos dan bangga, berkata kepada Sir Miller kalau dialah yang mengajarkan Alexa merokok, agar Alexa tidak mengantuk saat melakukan pengantaran di malam hari.
Alhasil, Damian jadi bulan-bulanan dari omelan kemarahan Sir Miller yang tidak senang melihat Alexa yang merokok.
——————
"Tidak apa-apa Alexa merokok, Sir! Daripada dia tertidur di jalan, kan bahaya, Sir?!"
"Apa katamu? Kamu mau gigimu rontok?" Sir Miller tampak sangat kesal, hingga mengacungkan tinjunya ke depan dadanya.
"Maaf, Sir! Tapi itu bukan kesalahan Damian, Sir! Saya sendiri yang mau mencobanya." Alexa berusaha meredakan kekesalan Sir Miller kepada Damian.
"Sudah berapa lama kamu bisa merokok?" tanya Sir Miller.
"Hampir sebulan ini, Sir!" jawab Alexa sambil menundukkan kepalanya.
"Aaarrrghh ...! Sudahlah! Tapi, jangan terlalu sering, nanti kamu jadi perokok aktif dan sulit untuk berhenti. Mengerti?!" ujar Sir Miller.
Alexa menganggukkan kepalanya. "Iya, Sir!"
"Grrr ...!" Sir Miller tampak menggeram, dengan merapatkan gigi-giginya, sambil menatap Damian lekat-lekat.
"Alexa ada jadwal pengantaran malam ini?" tanya Sir Miller.
"Tidak tahu, Sir. Belum ada informasi apa-apa," jawab Alexa.
"Besok hingga tanggal satu nanti, kalian semua libur. Alexa pergi ke rumah nanti, ya?! Pakai saja LV yang biasa Alexa gunakan untuk mengantar barang....
... Sebab saya mungkin tidak akan sempat menjemput Alexa. Rencananya, saya akan mengantarkan istri saya pergi berbelanja, untuk makan bersama di tanggal satu nanti," ujar Sir Miller.
"Oh, iya! Saya baru ingat!" Sir Miller seolah-olah tersentak.
"Besok malam akan ada pesta perayaan pergantian tahun. Pesta gabungan dari beberapa distrik....
... Jadi, sebelum Alexa pergi ke rumah, sempatkanlah untuk singgah berbelanja pakaian formal, untuk ikut dengan kami menghadiri pesta kantor itu," lanjut Sir Miller.
"Tapi, Sir ..." Alexa ragu, karena itu berarti pesta untuk petugas polisi dari beberapa distrik, sedangkan Alexa tidak hubungannya dengan mereka itu.
"Kenapa? Apa Alexa butuh uang? Saya akan memberikannya," ujar Sir Miller.
"Bukan begitu, Sir! Tapi, saya bukan polisi, lalu bagaimana saya bisa ikut di acara khusus seperti itu?" tanya Alexa.
"Ooh ... Itu bukan masalah, karena Alexa datang bersama-sama dengan saya dan keluarga," sahut Sir Miller.
"Kalau Alexa tidak ikut dengan kami, maka Alexa hanya akan sendirian saja di rumah. Jadi Alexa sebaiknya ikut saja, ya?!" lanjut Sir Miller tampak memaksa.
"Baik, Sir," jawab Alexa pelan.
———————
07:30.
Ternyata hingga di pagi hari itu, Alexa tidak mendapat tugas pengantaran yang baru.
Sekarang ini, setelah selesai makan pagi bersama yang di siapkan di gudang itu, beberapa kurir yang masih berada di gudang, tampak bersiap-siap untuk pulang ke rumah keluarga masing-masing, untuk menghabiskan waktu liburnya bersama keluarga.
"Jadi kamu liburan di rumah Sir Miller?" tanya Damian yang tiba-tiba sudah berdiri di pintu kamar.
Damian, seorang pemuda yang lebih tua dua tahun dari Alexa, menjadi rekan sesama kurir yang paling akrab dengan Alexa.
Mungkin karena alasan usia mereka berdua yang tidak terpaut jauh, membuat keduanya cepat menjadi dekat, karena merasa bebas untuk bercanda.
Mereka berdua tidak perlu terlalu saling sungkan, seperti saat mereka berkomunikasi dengan kurir lain yang rata-rata berusia di atas tiga puluh tahunan.
Baik saat Alexa dan Damian bertemu muka, ataupun saat hanya berkomunikasi lewat radio, mereka bisa berbincang-bincang lebih santai.
"Iya. Aku tidak ada tempat tujuan lain," jawab Alexa.
Damian yang tampak sudah berjalan menjauh, tiba-tiba berbalik, dan kembali berdiri di pintu kamar.
"Apa kamu bisa membantu mengantarku pulang?" tanya Damian. "Kamu diizinkan membawa LV, kan? Akan sulit mencari taksi di hari dan jam-jam seperti sekarang ini."
"Bisa. Tunggu sebentar! Aku hanya mau merapikan tempat tidur ini dulu," sahut Alexa.
"Okay! Aku ambil barang-barangku dulu!" ujar Damian lalu berjalan pergi.
Setelah Alexa selesai merapikan kamar yang jadi tempat tidurnya malam tadi, Alexa lantas bergegas mendatangi mobil SUV yang biasa dia pakai.
Alexa kemudian menyalakan mesin kendaraannya, sambil menunggu Damian.
"Damian!" Suara seruan Alexa menggema di dalam gudang.
"Sebentar!" sahut Damian sambil setengah berlari menghampiri Alexa.
Damian tampak membawa sebuah ransel di punggungnya, lantas melempar benda itu ke jok penumpang di bagian belakang.
"Sudah siap pergi?" tanya Alexa, sambil bergegas masuk ke dalam mobil, dan duduk di belakang kemudi.
"Sudah!" sahut Damian yang juga ikut masuk ke dalam mobil, dan duduk di jok penumpang di samping Alexa.
Tanpa berlama-lama lagi, Alexa segera mengeluarkan mobil dari gudang, dan mulai memacu kecepatan mobilnya di jalanan.
"Di mana rumahmu?" tanya Alexa.
"Jalan xx, di daerah xx," jawab Damian.
Alexa berpikir sebentar.
"Ooh ... Kalau begitu searah saja dengan pusat pertokoan. Kebetulan, ada yang ingin aku beli di sana," ujar Alexa, lantas semakin mempercepat laju kendaraannya.
***
"Kamu tidak mau singgah dulu?" tanya Damian sambil berdiri di depan pagar rumahnya.
"Tidak. Maaf. Tapi, masih ada yang harus aku lakukan. Titipkan salamku saja untuk keluargamu. Selamat Tahun Baru!" ujar Alexa.
"Okay!"
Lewat cerminan kaca spion, Alexa masih sempat melihat Damian yang melambaikan tangannya, sambil berjalan masuk ke dalam rumahnya, ketika Alexa kembali mengendarai mobilnya mengarah ke pusat pertokoan.
Setelah membeli satu pasang setelan jas, dan beberapa buah mainan untuk George, Alexa kemudian pergi ke rumah keluarga Miller.
Bertepatan dengan kedatangan Alexa di rumah itu, Sir dan Madam Miller juga tampak akan pergi dari rumah.
Alexa kemudian menawarkan diri untuk menjaga George di rumah, jadi Sir dan Madam Miller, tidak perlu membawa anak itu untuk ikut pergi berbelanja.
"George mau tinggal bersama Sister?"
"Iya, aku mau!"
George tampak senang saat melihat kedatangan Alexa di rumah itu, apalagi saat Alexa mengeluarkan mainan mobil-mobilan yang baru saja dibelinya tadi.
"Ini untukku?" tanya George, sambil tersenyum lebar.
"Iya. Tentu saja!" jawab Alexa.
Seketika itu juga, Alexa kembali mendapat pelukan hangat dari lengan kecil George, dan ditambah dengan kecupan manis dari George di kedua belah pipi Alexa.
Alexa tersenyum lebar.
***
12:02.
Hingga jam makan siang tiba, barulah Sir Miller tampak kembali ke rumah, tanpa ada Madam Miller yang ikut dengannya.
"Di mana Madam, Sir?" tanya Alexa heran.
"Istriku belum selesai berbelanja. Saya hanya kembali ke sini sebentar, untuk membawa makan siang untuk Alexa dan George," jawab Sir Miller, kemudian menyerahkan sebuah kantong belanjaan kepada Alexa.
Setelah Alexa mengambil kantong belanjaan itu dari tangan Sir Miller, Sir Miller kemudian beranjak pergi lagi mengendarai mobilnya, untuk menyusul Madam Miller yang masih berbelanja.