It's Not Your Fault

It's Not Your Fault
Alexa : Part 12



10 Agustus 1991.


09:33.


"Alexa!" seru Louis.


Alexa yang sedang mengelap mobil hanya mengangkat pandangannya sebentar, lalu kembali memandangi tangannya yang menggosok bagian demi bagian, di luar badan mobil.


"Kamu masih ingat kalau Sir Ruppert mengajak kita pergi ke pesta malam ini, kan?" tanya Louis.


"Walaupun tidak diajak, kita pasti ikut untuk mengantarnya," sahut Alexa datar, tanpa mengalihkan pandangannya dari gerakan tangannya yang memegang lap.


"Grrr ..." Geraman Louis, sontak terdengar setelah Alexa selesai bicara, seakan-akan dia sangat kesal dengan ujaran Alexa itu.


"Bukan begitu maksudku ... Sir Ruppert mengajak kita untuk ikut masuk dan menikmati pesta," kata Louis, kesal.


"Pffftt ...!" Alexa tersenyum puas, karena Alexa sebenarnya sudah tahu maksud dari Louis, dan hanya berniat untuk menggodanya saja.


"Alexa!" seru Louis, meninggikan suaranya.


Alexa melempar lap di tangannya ke arah Louis. "Ada apa denganmu? Apa kamu tidak bisa lihat kalau aku sedang bekerja?"


"Mau aku bantu?" tanya Louis tiba-tiba, sambil menyodorkan kain lap yang mengenainya tadi, kepada Alexa.


"Hey! Kenapa kamu mendadak menawarkan bantuan? Pasti ada maunya, kan?" tanya Alexa menaruh curiga.


"Hehehe ... Kata Sir Ruppert, aku bisa memintamu mengantarkan aku pergi membeli setelan jas baru," jawab Louis, sambil tertawa kecil.


"Pergi sendiri saja. Kamu kan bisa menyetir sendiri?! Hari ini Sir dan Madam tidak ke mana-mana. Jadi, aku juga mau istirahat di rumah saja," sahut Alexa.


Alexa yang sudah selesai mengelap mobil, lalu membilas kain lap di bawah jatuhan air keran, kemudian menggantung benda itu di tempat jemuran khusus di dalam garasi itu.


"Madam juga tadi menyuruhku, agar memberitahumu untuk ikut membeli pakaian baru," ujar Louis yang tampak memaksa, dengan menyampaikan alasan tambahan agar Alexa mau ikut bersamanya.


"Aku tidak butuh pakaian baru. Aku nanti hanya akan menunggu di luar saja," sahut Alexa.


Alexa memang tidak berminat untuk mengikuti acara-acara pesta yang biasanya di hadiri Sir dan Madam Ruppert, dan Alexa biasanya hanya menunggu di luar dari tempat acara berlangsung, hingga waktunya Sir dan Madam Ruppert pulang.


Apalagi, pesta malam ini menurut Sir Ruppert, adalah pesta ulang tahun dari anak laki-laki di dalam keluarga terkaya di kota—bahkan sampai hampir ke seluruh penjuru negeri— itu.


Pesta yang dianggap konyol oleh Alexa, karena yang berulang tahun bukanlah seseorang yang masih anak-anak lagi, melainkan seorang laki-laki dewasa.


"Ayo pergi denganku! Madam dan Sir akan mengomelimu nanti," kata Louis.


"Kamu kira aku akan mempercayai perkataanmu?" ujar Alexa, tidak perduli.


Alexa kemudian berjalan keluar dari dalam garasi, berniat untuk pergi ke kamarnya dan berbaring di sana.


Jarang-jarang Alexa mendapat kesempatan untuk bersantai seperti sekarang ini, dan Alexa akan memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya.


Kelihatannya, Louis tidak mau menyerah, dan tampak mengejar Alexa sambil setengah berlari.


"Alexa! Tunggu sebentar!" seru Louis.


Walaupun Louis mengejar sambil meneriakinya, Alexa yang tidak mau memperdulikan Louis, mempercepat langkahnya, hingga hampir melewati pintu bagian samping rumah.


"Ugh! Madam!" ujar Alexa yang terkejut, karena tiba-tiba Madam Ruppert juga terlihat berjalan mengarah ke luar dari pintu itu, dan Alexa hampir saja menabraknya.


Madam Ruppert tampak melihat ke arah belakang Alexa, dugaan Alexa mungkin Madam Ruppert sedang melihat Louis, lalu dia kembali menatap Alexa di situ.


"Alexa ...! Pergilah membeli pakaian baru! Karena di pesta malam ini, tuan rumahnya meminta agar semua yang datang, ...


Madam Ruppert kemudian memberikan selembar amplop kepada Alexa. "Saya harap ini cukup! Jadi, kalian tidak perlu memakai uang pribadi kalian!"


Mendengar perkataan Madam Ruppert, Alexa menduga kalau dalam amplop itu kemungkinan besar berisikan lembaran uang.


Tidak biasanya, Madam atau Sir memaksa Alexa untuk ikut masuk ke dalam tempat di mana acara pesta berlangsung.


Jadi, kalau sampai Madam memberikan uang agar Alexa berbelanja pakaian, entah apa alasannya yang sebenarnya, yang jelas menurut Alexa, sebaiknya dia mengikuti saja keinginan Madam dan Sir Ruppert itu.


Alexa kemudian menerima amplop pemberian madam Ruppert.


"Tapi, Madam! Apa aku bisa memakai setelan jas saja? Aku sama sekali tidak nyaman kalau harus memakai gaun," tanya Alexa.


"..." Madam Ruppert tidak segera menjawab pertanyaan Alexa, dan hanya terdiam untuk beberapa saat, seolah-olah sedang memikirkan sesuatu.


"Baik! Terserah kamu saja! Toh, tidak akan ada yang tahu, apakah kamu laki-laki atau perempuan," kata Madam Ruppert.


"Baik, Madam! Terima kasih!" ucap Alexa. "Apa ada yang bisa aku bantu, sebelum kami pergi berbelanja?"


"Tidak ada," jawab Madam Ruppert.


"Sebaiknya, kalian pergi berbelanja sekarang, agar kalian memiliki cukup waktu untuk memilih. Karena kita akan ke pesta sebelum jam tiga," lanjut Madam Ruppert.


"Baik, Madam. Terima kasih!" Alexa mengulang ucapan terima kasihnya.


Madam Ruppert lalu berjalan masuk ke dalam rumah, meninggalkan Alexa yang masih berdiri di sana.


"Benar kan, kataku?" ujar Louis, bangga.


Alexa yang tidak menanggapi perkataan Louis, lalu berjalan kembali mengarah ke garasi, untuk mengeluarkan salah satu mobil Sir Ruppert dari dalam garasi itu.


"Kenapa kamu tidak mau memakai gaun? Kenapa malah mau memakai setelan jas?"


Louis yang tampaknya sedari tadi menahan diri, akhirnya bertanya kepada Alexa, ketika mobil yang mereka berdua pakai, sudah mulai melaju di jalanan.


Alexa yang mengemudikan mobil, melirik sebentar ke arah Louis, lalu berkata,


"Aku tidak mau repot memakai riasan wajah, kalau aku harus memakai gaun. Akan lebih ringkas dan nyaman, jika hanya memakai setelan jas."


"Tapi, apa kamu memang harus se-cerewet itu?" lanjut Alexa.


"Hahaha!" Louis tampak tertawa lebar.


"Apa yang lucu?" tanya Alexa heran.


"Maafkan aku," ujar Louis, yang tampak berusaha keras untuk berhenti tertawa.


"Aku tidak berniat menertawakan kamu. Tapi terus terang, aku memang membayangkan bagaimana lucunya kamu, jika kamu memakai gaun dan sepatu hak tinggi," lanjut Louis.


"Huuffft...!" Alexa mendengus pelan. "Kita pergi berbelanja di mana?"


"Kita langsung ke daerah pertokoan saja. Tidak mungkin kita tidak bisa menemukan sesuatu yang cocok di sana," kata Louis.


Mengingat ukuran tubuh Louis yang termasuk lebih besar dari orang kebanyakan, Alexa mengira kalau Louis mungkin harus berbelanja di toko khusus.


Itu sebabnya Alexa tadi bertanya kalau-kalau Louis memang memiliki toko yang khusus menyediakan pakaian yang sesuai dengan ukuran tubuhnya.


Tapi, karena Louis tampak yakin kalau di pusat pertokoan biasa dia bisa menemukan pakaian yang cocok dengan tubuhnya, Alexa kemudian mengarahkan kendaraan bermotor beroda empat yang dia kemudikan, langsung ke tengah kota.