It's Not Your Fault

It's Not Your Fault
Part 21



31 Januari 2000.


14:02.


Arthur baru bisa selesai di terapi di rumah sakit, di waktu yang sangat terlambat.


Karena ada sesuatu dan lain hal yang terjadi di ruang khusus untuk terapi, membuat jadwal terapi Arthur tertunda, dan membuat Arthur harus menunggu cukup lama.


Sembari mengisi perutnya dengan makan siang seadanya di kantin rumah sakit, Arthur memikirkan apa yang akan dia lakukan, untuk menghabiskan waktunya hari ini.


Arthur juga mengingat-ingat pembicaraannya dengan Josh, di mana Arthur bersikeras kalau dia tidak akan mundur begitu saja, saat mereka berdua makan siang bersama kemarin.


Akan tetapi, Arthur telah mempertimbangkan ulang segala sesuatunya, dan menurut Arthur, keras kepalanya itu memang hanyalah sesuatu hal yang bodoh dan tidak rasional.


Karena dalam hati kecilnya, Arthur sebenarnya sudah menyadari kalau dirinya telah dibutakan perasaan tertariknya kepada Alexa, hingga dia tidak mampu lagi untuk berpikiran jernih.


Arthur juga sadar kalau dia hanya mendekati Alexa secara serampangan, bahkan hingga agak sedikit memaksa demi keinginannya, tanpa lebih dulu memikirkan hal itu baik-baik, apakah yang dilakukannya itu benar atau salah.


Dengan kesadaran yang kembali penuh, membuat Arthur merasa kalau dia harus mengubah cara berpikirnya.


Sehingga, walaupun Arthur sangat ingin melihat wajah wanita itu, namun hari ini Arthur tidak akan pergi menemui Alexa.


Bagi Arthur, akan jadi percuma jika dia memaksa untuk menemui Alexa setiap hari, karena Alexa justru mungkin akan semakin gigih untuk mendorong Arthur agar menjauh darinya.


Bahkan tidak menutup kemungkinan, Alexa bisa saja hanya akan menceritakan sesuatu yang tidak akurat—kebohongan—kepada Arthur, hanya agar Arthur merasa bosan padanya.


Dengan demikian, menurut Arthur dia harus mencari tahu sendiri lebih dulu semua tentang Alexa, sebelum dia mengambil langkah selanjutnya.


Seandainya saja, setelah mendapatkan semua informasi tentang Alexa, lalu Arthur mengetahui sesuatu yang membuatnya menyadari kalau dia memang tidak bisa mendekati wanita itu, maka apa boleh buat.


Mau tidak mau, Arthur memang akan mundur dengan sendirinya, tanpa perlu membuat Alexa yang harus melakukannya.


Dengan waktu lengangnya yang masih cukup banyak, Arthur memilih untuk mendatangi kantor polisi di mana tempat dia bekerja selama ini.


Entah mengapa, firasat Arthur seolah-olah berkata kalau data dari berkas yang terkunci, ada hubungannya dengan Alexa.


Setelah menghabiskan makanannya, Arthur bergegas pergi dari rumah sakit, dan dengan menggunakan taksi, Arthur menuju ke kantor.


"Siang, Detektif! Apa anda sudah kembali bekerja?"


"Selamat siang, Detektif!"


"Siang, Detektif! Apa yang anda lakukan di sini?"


"Senang melihat anda, Detektif! Tapi, bukankah anda masih harus beristirahat?"


"Apa status anda sudah aktif kembali?"


Sapaan demi sapaan dibarengi dengan pertanyaan dari beberapa anggota kepolisian di dalam kantor yang berpapasan dengan Arthur.


Arthur masih menyempatkan untuk membalas semua sapaan dan pertanyaan dari orang-orang itu, walaupun hanya sekedarnya saja.


Dengan tetap berjalan, Arthur tidak mengurangi kecepatannya melangkah mengarah ke tujuan pastinya di dalam sana.


Ruang berkas.


Lucy yang sudah kembali bekerja, pasti akan membantu Arthur agar bisa melihat data dari berkas yang terkunci yang jadi incaran Arthur.


"Arthur?" sapa Lucy dengan tatapan heran.


Lucy tampak memperhatikan tangan Arthur yang masih memakai penyangga, lalu kembali menatap mata Arthur.


"Lucy! Kamu pasti sudah tahu tujuanku ke sini," ujar Arthur, lantas segera duduk di salah satu kursi kosong di depan meja kerja Lucy.


"Apa ada hubungannya dengan Alexa?" tanya Lucy yang tampak memastikan, dengan suara berbisik-bisik.


Arthur mengangguk pelan. "Iya."


Setelah melihat ke sana kemari untuk beberapa saat, seolah-olah sedang memeriksa keadaan di sekitarnya, Lucy kemudian mengetikkan sesuatu di papan tombol laptop yang terbuka.


"Ini!" ujar Lucy sambil mendorong laptop ke arah Arthur. "Aku sudah pernah melihatnya sebelumnya."


Tanpa menanggapi perkataan Lucy yang tampak menatap layar komputer di depannya, Arthur sudah terkonsentrasi penglihatannya di layar laptop yang menyala.


Setelah mulai membaca isi dari berkas rahasia di layar laptop itu, kelihatannya, dugaan Arthur bahwa berkas itu ada hubungannya dengan Alexa, memang benar adanya.


Halaman 1:


19 November 1997


Kepada Yth,


Chief departemen kepolisian distrik barat kota Hills.


Hal : aduan pemerkosaan


Lamp : -


Dengan hormat,


Saya yang bertanda tangan dibawah ini :


Nama : Alexa


Jenis kelamin : perempuan


Umur : 25 tahun


No. ID : xxxxx


Alamat : xxxxx , kota Hills.


Dengan ini mengadukan seseorang yang namanya saya sebutkan di bawah ini :


Nama : Mark William


Jenis kelamin : laki-laki


Umur : -


Alamat : xxxx, Kota Hills.


Saudara Mark William telah melakukan tindak pidana pemerkosaan kepada saya pada tanggal 18 November 1997, di malam hari sekitar pukul 23:00, di mess karyawan gudang penumpukan barang, di daerah xxxx kota Hills.


Pada saat itu saya sedang tertidur, tiba-tiba Mark William masuk ke dalam kamar mess. Dengan bantuan dari beberapa orang anak buahnya, mereka mengikat saya di tempat tidur. Setelah anak buahnya pergi meninggalkan ruangan itu, Mark William kemudian memaksa untuk berhubungan intim.


Demikian surat aduan ini saya buat dengan sebenarnya, semoga mendapat perhatian dan perlindungan dari departemen kepolisian distrik barat kota Hills. Atas perhatian dan kerja sama yang baik dari bapak saya ucapkan terima kasih.


Alexa


Pengadu.


Surat pengaduan yang dilaporkan oleh Alexa yang pertama kali yang bisa dibaca Arthur di dalam berkas itu, cukup membuat Arthur merasa sangat geram.


Di dalam lampiran selanjutnya, selain dari laporan tentang pemerkosaan yang dilakukan Mark William kepada Alexa, berkas itu juga berisikan data pemrosesan laporan, hingga berita acara pemeriksaan.


Namun yang mengherankan bagi Arthur, semua proses dari laporan Alexa itu tidak dilanjutkan, melainkan tampak berhenti di tengah jalan.


Kalau Arthur bisa menarik kesimpulan dari apa yang dibacanya, Arthur menduga kalau seolah-olah ada sesuatu yang terjadi di beberapa bulan selanjutnya, hingga Alexa tiba-tiba mencabut kembali laporan pengaduannya.


Selain dari kasus Alexa itu, masih banyak hal yang lain tentang ulah Mark William yang tersimpan di dalam berkas itu, yang bisa di baca oleh arthur.


Dan menurut Arthur, data-data itu bisa digunakan oleh Chief untuk menekan—mengancam—keluarga William, untuk kepentingan pribadi Chief, Atasan Arthur itu.


Arthur melirik Lucy yang duduk hampir berhadapan dengannya, dan Lucy tampaknya menyadari kalau Arthur sedang curi-curi pandang ke arahnya.


"Aku yakin kalau Alexa tidak mencintai Mark William. Dia hanya menikah dengan laki-laki brengsek itu, karena Alexa ternyata hamil setelah diperkosa oleh Mark William," kata Lucy tiba-tiba.


Lucy lalu berhenti menatap layar komputernya, kemudian bertatap-tatapan dengan Arthur di situ.


"Berkas berisikan data lengkap dari pencabutan laporan pengaduan Alexa, sudah dihapus Chief karena dianggap tidak berguna. Jadi, kamu tidak akan menemukannya di situ," ujar Lucy.


"Sebenarnya, aku sudah pernah membaca data-data tentang itu semua, saat aku menyimpannya waktu itu....


...Tapi, aku ragu dengan ingatanku sendiri, makanya aku tidak langsung memberitahumu waktu kita bertemu malam itu....


... Hingga akhirnya aku membuka berkas ini dan membacanya lagi, barulah semua ingatanku tentang waktu itu bisa kembali menjadi jelas," lanjut Lucy.