
2 November 1992.
Buku kecil berisi panduan kerja, cukup menarik perhatian Alexa untuk membacanya dalam waktu yang cukup lama, setelah selesai mempersiapkan kendaraannya.
Di dalam buku itu, tercatat kalau para kurir diharuskan untuk memeriksa barang kiriman pelanggan, bahkan dijelaskan tata cara pemeriksaan barang yang wajib dilakukan para kurir, dan memastikan kalau barang itu tidak berisi bahan peledak.
Pantas saja, di dalam mobil terdapat stetoskop dan alat pendeteksi logam, pikir Alexa.
Ternyata itu akan digunakan untuk memeriksa barang kiriman dari pelanggan, dan semua barang kiriman yang mencurigakan akan masuk dalam daftar paket bermasalah, lalu harus dibawa ke kantor untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Setelah dilakukan pemeriksaan di kantor, barulah akan ditentukan, apakah barang akan terus diantar ke alamat tujuan, atau akan dikembalikan kepada pengirimnya, atau malah mungkin disita oleh pihak kantor, berdasarkan otoritas yang dimiliki oleh Sir Miller.
Sebenarnya, memang sempat melintas di pikiran Alexa, kalau-kalau ada pelanggan berniat jahat kepada seseorang, maka bisa saja dia mengirimkan bom waktu ke alamat yang dia tuju.
Tapi, setelah membaca panduan kerja itu, Alexa mengerti kalau tidak semudah itu orang bisa mengirim benda berbahaya, untuk mencelakakan penerima maupun kurir yang mengantarnya.
10:25.
"Alexa! Masuk ke kantor sekarang!"
Seruan yang memanggil nama Alexa, menggema lewat pengeras suara di dalam gudang.
Dari balik dinding kaca area kantor, Alexa bisa melihat kalau pekerja wanita di dalam sana, tampak melambai-lambaikan tangannya ke arah Alexa.
Alexa bergegas masuk ke dalam ruangan berdinding kaca itu, lalu menghampiri meja kerja di mana wanita yang bekerja sebagai petugas administrasi itu menunggu.
"Ini!"
Di atas meja, terdapat beberapa benda yang berupa kartu identitas diri khusus yang menunjukkan kalau Alexa adalah pegawai di bisnis ekspedisi itu, dua lembar kemeja seragam kerja, lengkap dengan sebuah topi.
Berikut juga, selembar kertas berisikan data tempat pengisian bahan bakar yang sudah ditentukan lokasinya di tiap bagian kota, maupun yang ada di luar kota, disodorkan bagian administrasi itu kepada Alexa.
"Kamu bisa tidak memakai kelengkapan itu, dan cukup membawanya saja di dalam *LV-mu (*Light Vehicle). Tapi, saat bertemu costumer, ID card harus kamu pakai....
...Jangan pernah singgah membeli bahan bakar di luar dari tempat yang sudah ditentukan. Apalagi saat sedang membawa barang dari costumer....
...Kamu hanya bisa menambah bahan bakar di setiap tempat yang tercatat di situ, tanpa perlu kamu membayar dan cukup memperlihatkan ID card-mu itu saja....
...Setiap kamu selesai mengantar barang, kamu tidak perlu kembali ke sini. Kamu bisa mendatangi kantor terdekat yang ada di wilayah pengantaranmu, dan beristirahat serta menunggu pesanan baru di sana....
...Satu lagi! Kamu tahu kalau kamu sudah membawa barang pelanggan di dalam LV-mu, maka kamu tidak bisa singgah di sembarang tempat, bukan?! Jadi perkirakan waktu perjalananmu....
...Jika jarak tempuh akan membuatmu melewatkan jam istirahat makan, sebaiknya kamu mengambil makanan yang bisa menjadi pengganjal perutmu, di tempat pengisian bahan bakar....
... Di setiap tempat pengisian bahan bakar, kamu bisa meminta roti isi dan air mineral pada pegawai di sana, untuk menjadi pengganti makan siang atau makan malammu sementara, sampai kamu selesai melakukan pengantaran."
Wanita itu menjelaskan kepada Alexa, lalu kembali menyodorkan selembar kertas tambahan ke atas meja.
"Pesanan pertamamu. Jemput dan segera antarkan sesuai alamat yang tertera di situ," kata wanita itu, sambil menunjuk dengan pandangan matanya, lembaran kertas yang sudah dipegang oleh Alexa.
"Kalau ada masalah, atau apapun juga yang kamu kurang mengerti dan butuh bantuan, kamu bisa menghubungi kantor lewat radio....
"Baik. Terima kasih!" sahut Alexa.
"Tanda tangani berkas ini!" Wanita itu menyodorkan sehelai kertas di atas lembaran tipis papan kecil, lalu menunjuk salah satu bagian di atas permukaan kertas, yang harus Alexa tanda tangani.
"Alexa! Hati-hati di jalan!" kata wanita itu, berpesan.
"Iya. Terima kasih!" ucap Alexa lagi, lalu berjalan keluar dari area kantor itu.
Sambil berjalan menuju mobil yang akan dia pakai, Alexa membaca tulisan yang ada di sehelai kertas yang dipegangnya.
Penjemputan barang berada dalam wilayah bagian Utara kota Hills, di mana Alexa berada sekarang, lalu, alamat pengantarannya berada di bagian Selatan kota.
Tanpa berlama-lama, setelah mencocokkan alamat tertera dengan peta yang ada di dalam mobilnya, Alexa bergegas mengeluarkan mobilnya dari parkiran dan langsung mengarah ke alamat penjemputan.
Di perjalanan ke alamat penjemputan, Alexa memikirkan bagaimana terorganisirnya sistem kerja di bisnis pengantaran barang milik Sir Miller itu.
Walaupun jam kerjanya yang tidak menentu dan cukup beresiko tinggi, namun untuk keseluruhannya, Alexa menganggap kalau pekerjaan itu adalah pekerjaan yang bagus.
***
Setelah menerima paket dari pelanggan, Alexa segera memeriksa barang bawaan yang berukuran kurang lebih 50 kali 50 centimeter persegi yang terbungkus rapi, sesuai dengan prosedur pengambilan barang.
Merasa kalau tidak ada yang mencurigakan dari barang itu, Alexa bergegas mengantarkan barang, mengarah ke bagian Selatan kota Hills yang menjadi alamat penerimanya.
Segala sesuatunya dilakukan oleh Alexa sesuai dengan arahan yang dia dapatkan di kantor tadi.
Alexa singgah menambah bahan bakar di tempat yang sudah ditentukan, sekaligus mengambil roti isi dan air mineral untuk mengganjal perutnya.
Mau tidak mau, Alexa memakan roti isinya sambil tetap berkendara, karena tidak ada kesempatan baginya untuk singgah di sembarang tempat.
Karena Alexa hanya sendirian di dalam mobil, dalam perjalanannya, sesekali Alexa ikut bergabung dengan pembicaraan para kurir lewat radio, untuk menghilangkan rasa jenuhnya.
Dengan jarak tempuh yang cukup jauh, kurang lebih 390-an Mil jauhnya dari titik lokasi penjemputan barang, walaupun Alexa berkendara dengan kecepatan rata-rata 55 sampai 65 Mil/jam, dan hanya berhenti sekali untuk mengisi bahan bakar, tetap saja, Alexa baru tiba di alamat tujuan setelah matahari sudah tenggelam.
Setibanya di alamat penerima, dan menyerahkan barang bawaannya dengan memastikan bahwa penerimanya memang sesuai dengan data yang ada, Alexa kemudian bergegas mendatangi kantor di bagian selatan kota Hills itu untuk beristirahat.
Sesuai dengan perkataan Sir Miller, Alexa mendapati gudang cabang di bagian kota itu, memiliki fasilitas yang sama dengan gudang yang berada di bagian Utara kota Hills.
Setelah membersihkan diri dan menikmati makan malamnya dengan situasi normal, Alexa masih menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dengan sesama para kurir, yang sama-sama beristirahat di tempat itu.
Namun, di setiap perbincangan yang Alexa lakukan bersama rekan kerja barunya, baik di bagian Utara kota maupun saat ini ketika dia sedang berada di bagian Selatan kota, Alexa tidak pernah menyebutkan jenis kelaminnya.
Dan kelihatannya, para kurir yang berbincang-bincang dengannya, entah memang tidak perduli, atau memang tidak menyadari kalau Alexa adalah seorang wanita, tampak memperlakukan Alexa sama seperti kurir lainnya yang berjenis kelamin laki-laki.
Alexa ditawari rokok, bahkan beberapa kaleng bir sempat disodorkan kepadanya, meskipun Alexa menolak dengan halus, karena dia yang tidak terbiasa merokok, apalagi meminum minuman beralkohol.
Malam itu, tanpa sempat merasakan istirahat yang cukup, Alexa masih menerima satu tugas pengantaran lagi, yang mengarah ke bagian Barat kota Hills.