It's Not Your Fault

It's Not Your Fault
Alexa : Part 21



Rasanya, kurang lebih tiga minggu waktu yang sudah berlalu, sejak alexa tersadar untuk pertama kalinya setelah kecelakaan yang dia alami.


Selama Alexa dirawat di rumah sakit, Alexa berkali-kali dikunjungi dan diperiksa oleh petugas polisi distrik Utara kota, selain dari dua petugas polisi yang selalu menjaga Alexa di ruang perawatannya.


Bahkan ada petugas polisi yang datang dari kantor kepolisian pusat, dan beberapa orang utusan khusus dari agen intelijen negara.


Kematian Sir Ruppert benar-benar menarik perhatian khalayak ramai, karena kecelakaan yang aneh itu diduga adalah pembunuhan berencana, setelah mulai terungkap sedikit demi sedikit, bukti-bukti beserta kesaksian yang mendukung dugaan itu.


Petinggi di kepolisian distrik Utara bahkan sempat berbincang cukup intens dengan Alexa, saat dia mengunjungi Alexa di rumah sakit itu.


Bukan hanya membahas tentang kasus kecelakaannya, Alexa dan petinggi polisi itu, juga membahas tentang tawarannya bagi Alexa untuk bekerja kepadanya.


Dengan alasan petinggi polisi itu mau membantu Alexa yang tidak mau hanya tinggal diam, di dalam rumah perlindungan saksi.


Alexa memang tidak berbohong, saat berkata kalau dia berniat untuk ikut mencari dua truk kontainer, yang mengakibatkan kecelakaan yang dialaminya.


Namun alasan yang dikemukakan oleh Alexa itu, juga untuk menutupi rasa ketidak percayaannya kepada petugas polisi, hingga membuatnya tidak mau ikut di dalam program perlindungan saksi.


Menurut Alexa, kemungkinan terburuk jika dia berada di bawah pengawasan kepolisian yang korup, Alexa bukannya dilindungi sebagai saksi, tapi justru Alexa mungkin akan dibunuh agar tidak bisa bersaksi di pengadilan.


Kalau sampai terjadi demikian, maka nyawa Alexa hanya akan melayang sia-sia, tanpa sempat membuktikan apa-apa.


Dan dengan begitu, maka semua orang jahat yang terkait, hingga mengakibatkan kematian bagi Sir dan Madam Ruppert, akan bebas berkeliaran tanpa merasakan ganjaran dari perbuatan mereka.


——————


"Saya membutuhkan tambahan kurir yang bisa dipercaya."


Sir Gilbert Miller, Chief departemen kepolisian distrik Utara kota Hills, tampak berusaha meyakinkan Alexa agar mau bekerja kepadanya.


"Bukankah itu Win Win Solutions?" ujar Sir Miller lagi.


Alexa tidak terlalu berminat untuk berurusan dengan petugas polisi manapun, selama pembunuhan Sir dan Madam Ruppert benar-benar terungkap, dan para pelakunya semuanya tertangkap tanpa terkecuali.


"Alexa bisa bekerja dan mendapatkan upah, sambil mencari kedua truk kontainer yang menjadi pelaku utama....


... Ditambah lagi, Alexa akan berada di dalam naungan saya, yang secara langsung akan mengawasi dan menjamin keselamatan Alexa," kata Sir Gilbert.


"Tidak. Terima kasih!" sahut Alexa tegas.


"Umm ... Saya mengerti kalau Alexa saat ini mungkin mengalami krisis kepercayaan. Jadi, saya tidak akan memaksa Alexa lagi....


... Saya akan memberikan Alexa kesempatan untuk berpikir. Jika Alexa berubah pikiran, dan mau bekerja bersama saya, Alexa bisa memberitahu petugas di sana—"


Sir Miller memberi jeda perkataannya, sambil menunjuk petugas polisi yang menemani Alexa di ruang perawatannya itu.


"... Mereka akan menghubungi saya, dan saya akan datang menemui Alexa di sini," lanjut Sir Miller.


——————


12:30.


Alexa sedang memakan makan siangnya, dengan tetap duduk di atas ranjang perawatannya.


Begitu juga kedua orang petugas polisi yang bersamanya di ruangan itu, juga terlihat menikmati makan siangnya, sambil duduk di bangku di dekat jendela.


"Tanggal berapa sekarang?" tanya Alexa.


Kedua petugas polisi itu mengangkat pandangannya, dan melihat ke arah Alexa.


"13 Oktober," jawab salah satu dari petugas polisi itu.


Alexa lalu menghitung-hitung waktu yang telah dia habiskan di rumah sakit.


"Kalau begitu, aku sudah tinggal di sini lebih dari tiga bulan?" tanya Alexa.


"Iya," jawab petugas itu lagi.


"Apa kalian berdua yang selalu berjaga selama aku dirawat di sini? Atau ada orang lain yang bergantian dengan kalian?"


Salah satu petugas polisi yang menjawab pertanyaan Alexa berkali-kali, kemudian menunjuk ke arah sudut ruangan.


Ketika Alexa melihat ke mana petugas polisi itu menunjuk, Alexa bisa melihat dua tas ransel di sana.


"Huuffft ...!" Alexa mendengus pelan. "Pasti membosankan, saat harus terus-menerus berada di tempat ini."


"Oh, iya! Kalian juga tidak perlu bicara terlalu formal padaku. Kalian sudah tahu kalau namaku adalah Alexa bukan? Panggil aku sesuai namaku saja....


... Apalagi, aku mungkin masih jauh lebih muda daripada kalian berdua," ujar Alexa, lalu lanjut menyuapkan sedikit makanan ke dalam mulutnya.


Salah satu dari petugas polisi itu tampaknya sudah selesai makan, kemudian dia berdiri dan menghampiri Alexa di ranjang.


"Aku selalu lupa untuk memperkenalkan diri," kata petugas polisi itu, sambil mengulurkan tangan kanannya.


Alexa kemudian menyambut tangan petugas polisi itu, dan berjabat tangan dengannya.


"Namaku, Igor Black," kata petugas polisi itu memperkenalkan diri. "Kamu bisa memanggilku Igor saja."


Tidak berapa lama, petugas polisi yang satunya lagi ikut menghampiri Alexa, dan melakukan hal yang sama seperti rekannya yang bernama Igor.


"Steven."


"Steven ...? Tanpa nama belakang?" tanya Alexa.


"Iya. Namamu juga begitu, kan?!" ujar Steven sambil tersenyum.


Alexa ikut tersenyum, lalu berkata,


"Walaupun mungkin memang sudah menjadi tugas kalian, tapi aku tetap berterima kasih, karena kalian berdua yang telah menjagaku selama ini."


"Sama-sama."


"Sama-sama."


Hampir bersamaan, Igor dan Steven menyahut ucapan Alexa.


***


Semenjak perkenalan Alexa dengan kedua petugas polisi bernama Igor dan Steven itu, hubungan Alexa dan kedua petugas polisi itu jadi semakin akrab.


Bahkan untuk menghilangkan rasa bosan, mereka bertiga bisa bermain catur, ataupun bermain kartu untuk menghabiskan waktu di ruang perawatan Alexa itu.


Dengan demikian, Alexa yang semakin sering berbincang-bincang dengan Igor dan Steven jadi tahu banyak tentang dua petugas polisi itu.


Ternyata, Chief departemen polisi distrik Utara kota Hills, Sir Gilbert Miller, memang memerintahkan Igor dan Steven untuk menjaga Alexa, karena berdasarkan rasa percaya dari Sir Miller kepada Igor dan Steven itu.


Bukannya Sir Miller tidak mempercayai petugas polisi lain yang menjadi anak buahnya, namun karena track record akan hasil kerja dari Igor dan Steven lah, yang membuat Sir Miller yakin untuk memilih mereka berdua untuk menjaga Alexa.


Alexa juga jadi tahu, bagaimana Sir Miller di mata Igor dan Steven, yang juga tampak mempercayai Atasan mereka itu.


"Tidak lama lagi kamu sudah bisa keluar dari rumah sakit. Apa yang akan kamu lakukan nanti? Apa kamu akan ikut dalam program perlindungan saksi?" tanya Steven.


"Aku tidak tahu," jawab Alexa. "Kalau bisa berterus-terang, aku tidak mau ikut dalam program itu."


"Lalu bagaimana? Kamu tentu juga tidak diizinkan untuk berkeliaran semaumu," ujar Igor.


Alexa terdiam untuk beberapa saat.


"Sir Miller, menawarkan agar aku bekerja menjadi kurir untuknya," ujar Alexa. "Apa kalian tahu sesuatu tentang pekerjaan itu?"


"Umm ... Setahuku, Sir Miller memang memiliki bisnis sampingan. Dia menjalankan usaha pengantaran barang lintas kota," jawab Igor.


"Mengantar barang apa?" tanya Alexa.


"Bermacam-macam, sesuai yang dikirimkan oleh pelanggannya," jawab Igor.


"Bukannya sudah ada perusahaan ekspedisi untuk pelayanan seperti itu?" tanya Alexa, yang merasa heran dengan bisnis yang dijalankan oleh Sir Miller.


"Aku rasa, mungkin karena kerahasiaannya....


...Dan selain dari privasi mereka sebagai pelanggan yang tetap terjaga, mungkin juga karena rasa aman tanpa khawatir akan kehilangan barang yang jadi jaminan oleh Sir Miller,...


... hingga banyak pelanggan yang menggunakan jasa pengantaran dari anggota kurir Sir Miller," kata Igor menjelaskan dugaannya.