
9 September 1999.
Sudah lebih dari setahun Alexa menikah dengan Mark William dan tinggal serumah bersamanya.
Sedangkan anak laki-laki Alexa semenjak dilahirkannya, diberikan Alexa kepada keluarga William, dan dirawat di rumah utama keluarga William.
Alexa tidak menyesali keputusannya untuk memberikan anaknya kepada keluarga William.
Karena menurutnya, jika anak itu bersamanya, maka mata yang memperhatikan gerak-gerik Alexa akan semakin banyak dan ketat, dengan begitu, hanya akan mempersulit keadaannya saja.
Apalagi, Alexa tahu dan yakin kalau anaknya pasti dirawat dan diperlakukan dengan sangat baik, karena anaknya itu yang akan menjadi penerus utama William's dan Willing Grup.
Jadi dengan demikian, Alexa tidak perlu mengkhawatirkan keadaan anaknya.
Bahkan, agar Alexa tidak perlu merasa sedih karena dia yang tidak merawat anaknya sendiri, setelah diperlihatkan oleh Mark ketika anaknya itu baru dilahirkannya, untuk selanjutnya, Alexa tidak pernah menemui anaknya lagi.
Cukup banyak hal yang terjadi di sepanjang tahun itu.
Salah satunya, adalah Alexa yang mendengar kabar, kalau Ayah Alexa akhirnya meninggal dunia, tidak lama setelah Alexa melahirkan anaknya.
Namun Alexa tidak pergi ke acara pemakaman ayahnya, karena Alexa yang masih dalam proses pemulihan setelah menjalani operasi Caesar.
Damian juga akhirnya tersadar dan pulih total, setelah menjalani perawatan hingga kurang lebih hampir dua bulan, sejak tindak penganiayaan yang dia alami.
Setelah Alexa mendengar kalau Damian sudah sadar, maka janjinya kepada Mark ditepati oleh Alexa, untuk menggelar pesta pernikahan mereka.
Kelihatannya, itu adalah pesta pernikahan terbesar yang pernah digelar di abad itu.
Namun meskipun bergelimangan harta yang berlimpah, bukan menjadi hal yang mudah dan menyenangkan bagi Alexa, saat menikah, dan harus hidup bersama dengan orang yang tidak dicintainya sama sekali.
Jangankan rasa cinta, Alexa justru sangat membenci Mark William, sama besar dengan rasa kebenciannya kepada seluruh anggota keluarga William, dan semua orang yang berpengaruh di dalam Willing Grup.
Bukan hanya karena alasan cinta saja, hingga Alexa tidak mau bertahan untuk berumah tangga dengan Mark.
Di saat-saat normal, Alexa memang diperlakukan seperti ratu dan dimandikan dengan kasih sayang oleh Mark.
Jika saja hal itu senantiasa berlanjut, mungkin Alexa juga akan tergerak hatinya, bahkan mungkin Alexa bisa jatuh cinta pada Mark.
Namun situasi yang berubah 180 derajat, jika Mark sedang dikuasai oleh minuman beralkohol, membuat Alexa harus berpikir dua kali untuk membuka hatinya bagi Mark.
Karena di setiap kali Mark sedang mabuk, maka dia pasti akan menyetubuhi Alexa dengan bertindak kasar.
Sehingga Alexa merasa di saat-saat itu, seolah-olah dia sedang diperkosa berulang-ulang kali.
Walaupun nanti Mark akan meminta maaf atas tingkah buruknya saat dia sudah sadar dari mabuknya, namun permintaan maaf itu tidak ada gunanya bagi Alexa.
Karena Alexa tahu kalau kejadian seperti itu pasti akan kembali terulang, selama Mark tidak mau menghentikan kebiasaannya untuk mabuk-mabukan.
Oleh karena itulah yang membuat Alexa semakin membenci Mark William, dan tidak ingin berlama-lama bertahan dalam pernikahan itu.
Selama ini, Alexa berkali-kali menyusun rencana agar bisa terlepas dari William's dan Willing Grup, namun sikap obsesif Mark William benar-benar mempersulit langkah Alexa.
Dengan begitu, Alexa tidak bisa bercerai, apalagi pergi menghilang dari keluarga William.
Bahkan dengan gilanya, tanpa memperdulikan bagaimana perasaan Alexa, keluarga William justru ingin Alexa memberikan mereka satu keturunan laki-laki lagi.
Alexa bagaikan seekor burung yang dikurung di dalam sangkar emas, bisa terbang dan meloncat-loncat, namun hanya di situ-situ saja, dan tidak bisa ke mana-mana.
Mark menampakkan dengan jelas tingkah posesifnya, hingga Alexa seakan-akan menjadi bayangan, bagian yang tidak terpisahkan dari diri laki-laki itu.
Ke mana saja Alexa ingin pergi, dia harus bersama dengan Mark.
Selain harus bersama Mark, Alexa juga pasti akan dikawal oleh beberapa orang bodyguard suruhan Mark, agar Alexa tidak bisa melarikan diri darinya.
Malam ini, Alexa yang sudah tahu dari seminggu sebelumnya kalau Mark akan bepergian ke luar kota selama beberapa hari, kembali mengatur rencana dan akan di bantu oleh Damian.
Alexa sebenarnya sudah menghubungi Sir Miller, untuk menjadi alasan bagi Alexa bepergian keluar dari rumah itu tanpa pengawalan.
Namun Sir Miller tidak bisa menemui Alexa, karena George sedang sakit, dan Sir Miller tidak bisa meninggalkannya.
Dengan kepergian Mark yang membawa beberapa orang bodyguard, maka bodyguard yang berjaga di rumah menjadi berkurang jumlahnya.
Rencananya, Alexa akan membuat pesanan palsu, hingga Damian akan mengantarkan barang untuknya.
Lalu, saat Damian menyibukkan penjaga gerbang karena senjata api yang dibawanya, Alexa akan melarikan diri dengan membawa salah satu mobil pribadi yang ada di rumah itu.
Beberapa bodyguard yang tertinggal di rumah itu, untuk mengawal Alexa, telah dilumpuhkan oleh Alexa dengan obat penenang yang dimasukkannya ke dalam minuman mereka.
21:05.
Sesuai dengan perjanjian, Damian tiba di rumah Mark di mana Alexa tinggal.
Alexa yang memang sudah menunggu kedatangan Damian, bersiap-siap di dalam salah satu mobil dalam kondisi standby di samping rumah, dengan mesin yang sudah menyala.
Damian tampak benar-benar paham akan apa yang harus dia lakukan.
SUV yang dikendarai oleh Damian, diparkirnya hingga benar-benar mendekat ke bangunan pos jaga.
Dengan begitu, sela gerbang pagar yang terbuka sedikit, masih bisa dilewati satu mobil yang lain.
Ketika Alexa melihat kalau Damian memberikan isyarat dengan menyalakan lampu jarak jauh, Alexa tahu kalau Damian berarti akan turun dari mobil dan memasuki pos jaga.
Alexa memperkirakan waktunya, saat semua petugas yang menjaga gerbang akan berada di dalam pos jaga bersama Damian.
Setelah Alexa merasa kalau itu sudah waktunya, tanpa berlama-lama lagi, Alexa memasukkan gigi persneling, dan menginjak pedal gas sampai rata dengan lantai.
Tanpa ada sedikitpun rasa ragu, Alexa melintasi gerbang pagar, saat semua penjaga sedang lengah karena keberadaan Damian dan senjata apinya.
Alexa berhasil lolos, dan tanpa banyak mengurangi kecepatan mobilnya, Alexa tetap melaju di jalanan, mengarah langsung ke bagian Utara kota agar bisa mendapat perlindungan dari Sir Miller.
Untuk beberapa waktu Alexa berkendara, kelihatannya pelariannya memang akan berhasil, karena tidak ada tanda-tanda kalau ada kendaraan lain yang membuntutinya.
Tapi, ternyata dugaan Alexa salah besar.
Kurang lebih 150 Mil sebelum mencapai perbatasan wilayah antara bagian Barat dan Utara kota, beberapa mobil yang familiar, tampak membuntutinya dengan kecepatan tinggi, saat Alexa melihat dari kaca spion.
Sialnya lagi, di daerah itu lalu lintas tiba-tiba terlihat ramai dengan kendaraan yang berlalu-lalang di sana.
"Diin! ... Diin!"
Berkali-kali, terdengar suara klakson beberapa mobil yang membuntuti di belakangnya, sambil menyalakan lampu jauh sebagai tanda, untuk mengisyaratkan agar Alexa menghentikan mobilnya.
Namun Alexa tidak mau mengurangi kecepatan mobilnya.
Jalanan yang berkelok-kelok, membuat Alexa benar-benar kesulitan untuk menyalip kendaraan di depannya yang memperlambat lajunya.
Mungkin karena saking lamanya Alexa yang tidak pernah memegang kemudi, Alexa seakan-akan kehilangan keahliannya untuk mengemudi dengan kecepatan tinggi, seperti saat dia masih menjadi kurir pengantar barang.
Beberapa kali, Alexa hampir menabrak kendaraan dari arah berlawanan, saat memaksa menyalip kendaraan di depannya.
Walaupun demikian, Alexa yang sudah bertekad untuk melarikan diri dan tidak akan kembali kepada Mark, tetap berusaha menghindar dari anak buah Mark yang menyusulnya.
Kelihatannya, Alexa memang kehilangan keahliannya.
Ketika dia menyalip kendaraan di depannya untuk kesekian kalinya, Alexa tidak bisa mengendalikan mobil yang dikendarainya lagi.
Mobil Alexa limbung dan tertahan di jalur jalan yang berlawanan arah, dan tidak bisa kembali ke jalur jalannya lagi.
Tabrakan tampaknya memang tidak bisa terhindarkan.
Walaupun Alexa masih berusaha untuk menginjak rem, dan memaksa membanting setir mobilnya yang limbung, namun tidak membuahkan hasil yang maksimal.
Sebuah minivan yang ada berada di jalurnya, dengan kecepatan yang kurang lebih sama dengan kecepatan mobil alexa, menjadi akhir dari pelarian Alexa.
Alexa masih ingat dengan jelas, suara keras yang ditimbulkan akibat kedua kendaraan bermotor beroda empat itu, yang berbenturan di jalanan.
Bahkan, Alexa masih ingat rasa sakitnya, saat kemudi yang berbentuk lingkaran itu menghantam bagian bawah dadanya, sebelum Alexa jatuh pingsan dan tidak ingat akan kejadian selanjutnya lagi.