
2 Desember 1990.
Dengan semua kesibukan yang dilakukan Alexa di setiap hari-harinya, tanpa terasa sudah beberapa bulan berlalu, sejak Alexa bekerja menjadi supir pribadi bagi keluarga Ruppert.
Beberapa perubahan yang terjadi secara perlahan-lahan, tidak terlalu dirasakan oleh Alexa.
Selain perubahan drastis akan tempat tinggalnya yang berpindah dari kediaman keluarga Hoover, ke rumah pribadi keluarga Ruppert, di bulan Juli yang lalu.
Selain pertemuan Alexa dan Mister Hoover, ayahnya Roy di kantor tempat bekerjanya yang sama seperti Mister Ruppert, intensitas pertemuan antara Alexa dengan Roy dan ibunya, berkurang drastis.
Karena di dalam beberapa bulan belakangan, perjalanan Madam Meir Ruppert ke luar kota, semakin sering dilakukan.
Perjalanan jarak jauh, mengharuskan Alexa dan Mistress Ruppert menginap di luar kota, hingga menghabiskan waktu-waktu Alexa sampai ke hari-hari Minggu setiap bulannya, yang seharusnya menjadi hari libur bagi Alexa.
Bukan itu saja.
Saat Alexa tidak harus mengantar Mistress Ruppert ke luar kota, atau tidak perlu mengantar Mister Ruppert ke sana kemari di kota, Alexa harus melanjutkan latihan menembak dan kelas taekwondo yang sudah terlanjur dia ikuti.
Alexa sempat mau berhenti berlatih dua ilmu bela diri itu, namun setelah mengalami beberapa kali situasi yang mengancam keselamatan, mau tidak mau, Alexa harus terus berlatih agar bisa membela diri.
Dengan begitu, komunikasi antara Alexa dan Roy sebagian besar hanya dilakukan lewat sambungan telepon.
Itupun, terkadang Alexa tidak bisa bicara dengan Roy, entah karena saat Alexa menelepon lalu Roy sedang tidak berada di rumah, atau sebaliknya, ketika Roy menelepon Alexa, lalu Alexa masih berada di luar kota.
Tapi, tidak hari ini.
Di hari Minggu pertama di bulan Desember, Alexa yang bisa mengambil hari liburnya, karena Mistress Ruppert tidak sedang ada keperluan di luar kota, Alexa ingin memanfaatkan waktu liburnya dengan menemui Roy di rumahnya.
Tanpa perlu menghubungi Roy lebih dulu, Alexa lantas mendatangi kediaman keluarga Hoover, setelah semua tugasnya di rumah keluarga Ruppert sudah selesai dia kerjakan.
09:00.
Namun kelihatannya, Alexa mungkin harus menelan pil pahit, ketika dia tiba di rumah keluarga Hoover.
Di dalam kamar, Roy tampak sedang bersama seorang wanita yang terlihat cukup akrab dengannya.
Walaupun, hati Alexa seakan-akan sedang diiris-iris, namun Alexa berpura-pura tenang, dan memasang raut wajah senangnya seperti biasa.
Alexa berharap kalau Roy dan teman wanitanya itu memang hanya berteman dan tidak ada hubungan lebih dari itu.
"Alexa! Perkenalkan! Ini Claire!" ujar Roy sambil tersenyum lebar, memperkenalkan wanita yang bernama Claire itu kepada Alexa.
Alexa lantas mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Claire, wanita yang cantik dan anggun, dan tampaknya berasal dari kalangan keluarga berada.
"Alexa!" kata Alexa memperkenalkan diri.
"Claire!" Wanita bertangan halus dengan kulit bersih terawat itu, tersenyum saat berjabat tangan dengan Alexa.
"Aku sedang bersiap-siap untuk kuliahku di luar kota yang tidak lama lagi akan dimulai," ujar Roy.
"Claire akan berkuliah di universitas yang sama denganku. Jadi, kami berdua akan berangkat bersama-sama ke sana."
Kata-kata selanjutnya yang keluar dari mulut Roy, sanggup membuat Alexa merasa sangat kecewa.
Apalagi, ketika Alexa melihat kalau Claire tampak sering menyentuh Roy, saat mereka bercengkrama, walaupun ada Alexa di situ.
Dari sorot mata dan tingkah manja bercampur sedikit genit Claire, Alexa bisa menduga kalau wanita itu tertarik kepada Roy.
Roy saat ini, memang masih terlihat biasa saja saat berhadapan dengan Claire.
Namun bagi Alexa, jika Roy sering bersama-sama dengan Claire, maka tidak menutup kemungkinan kalau lama kelamaan, Roy juga mungkin akan merasakan perasaan tertarik yang sama kepada Claire.
Ditambah lagi, sikap Roy yang rasanya tidak seperti biasanya kepada Alexa saat Claire ada di situ, membuat Alexa semakin merasa yakin, kalau perkiraannya, kemungkinan besar akan terjadi.
"Bagaimana pekerjaanmu?" tanya Roy, membuyarkan lamunan kosong Alexa.
Alexa memandangi Roy yang masih terlihat sibuk mengemas barang-barangnya ke dalam koper, lalu, Alexa akhirnya ikut membantu Roy melipat pakaian, yang masih berhamburan di atas tempat tidur.
"Kapan kamu pergi ke luar kota?" tanya Alexa.
"Besok pagi," jawab Roy. "Aku akan kembali ke sini sebentar untuk Thanksgiving. Apa kamu nanti bisa merayakannya bersama kami di sini?"
"Aku tidak tahu," jawab Alexa. "Kalau aku tidak sedang keluar kota, mungkin aku akan datang ke sini."
Roy menarik ritsleting kopernya hingga menutup. Pakaian yang hendak dia bawa sudah selesai dikemas.
"Mommy tadi berencana untuk memasak kari, untuk makan siang. Katanya, Mommy merasa kalau kamu akan datang ke sini hari ini," ujar Roy.
"Benarkah?" ujar Alexa. "Untung saja aku datang kalau begitu. Kalau tidak, aku akan sangat menyesal karena melewatkan makan siang yang enak."
Alexa berusaha sebisanya agar dia tetap terlihat ceria di depan Roy, seolah-olah tidak ada yang membuatnya merasa terganggu dan sedih.
"Kita nanti akan semakin jarang bisa bertemu," celetuk Roy, sambil menarik kopernya hingga tersandar di dinding dekat pintu kamarnya.
"Roy!"
Alexa belum sempat menanggapi perkataan Roy tadi, tiba-tiba Claire yang tampak baru saja kembali dari kamar mandi, menyerukan nama Roy dan tampak ingin kembali bercengkrama dengannya.
"Bla ... Bla ... Bla...."
"Bla ... Bla ... Bla...."
Alexa tidak memperhatikan apa yang sedang dibicarakan antara Claire dan Roy, dan lebih terfokus untuk memperhatikan gerak-gerik Claire yang tampak menggenggam tangan Roy dengan erat.
Alexa tidak tahan lagi melihat tingkah mesra Claire kepada Roy di dalam kamar Roy itu, namun Alexa juga tidak bisa melarangnya.
"Aku akan membantu Mommy-mu memasak di bawah," ujar Alexa.
Tanpa menunggu tanggapan dari Roy, Alexa lantas keluar dari kamar Roy, dan berjalan menuruni tangga, menemui ibunya Roy yang tampak mulai sibuk mempersiapkan bahan-bahan untuk masakan makan siang.
Walaupun tangan-tangan Alexa sibuk membantu pekerjaan ibunya Roy, namun pikirannya sibuk memikirkan apa saja yang dilakukan oleh Roy dan Claire di lantai atas.
Alexa menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskannya pelan, untuk menenangkan dirinya sendiri.
Tidak ada yang bisa Alexa perbuat.
Meskipun Alexa menyeret Roy saat itu juga untuk berjalan-jalan bersama dengannya, dan meninggalkan Claire dengan kegenitannya, namun saat Roy sudah pergi ke universitas nanti, Alexa tidak akan bisa menghalang-halangi Roy untuk bersama-sama dengan Claire.
Dengan demikian, tidak ada gunanya walau Alexa memaksakan keinginannya sekarang ini, hanya menjadi hal yang sia-sia saja.
Hingga Alexa hampir kembali ke kediaman keluarga Ruppert, Alexa tidak mendapatkan kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama-sama Roy saja.
Karena Claire baru pulang dari rumah Roy, setelah selesai jam makan malam.
"Sering-seringlah datang ke sini, walaupun aku tidak berada di sini," ujar Roy. "Dengan aku yang kemungkinan jarang kembali ke sini, Mommy dan Daddy pasti akan merasa senang kalau kamu datang menemui mereka."
Sambil tersenyum, Alexa mengangguk pelan. "Iya. Asalkan aku tidak sedang bekerja, aku akan datang menemani orangtuamu."
Malam sudah semakin larut, dan sudah waktunya bagi Alexa kembali ke kediaman keluarga Ruppert.
"Aku harus pergi!" kata Alexa lalu membuka kedua tangannya lebar-lebar.
Roy mendekat dan berpelukan dengan Alexa untuk berpamitan.
"Hati-hati di jalan! Belajarlah yang baik di sana! Jangan lupa untuk menjaga kesehatanmu!" ucap Alexa.
"Kamu juga. Jaga kesehatan, dan berhati-hatilah dalam bekerja!" sahut Roy.