It's Not Your Fault

It's Not Your Fault
Alexa : Part 38



10 November 1997.


"Tidak. Aku tidak mau melanggar prosedur Sir Miller. Jadi lebih baik kalau aku mengurus pembatalannya saja," ujar pegawai administrasi yang mengurus pesanan dari Mark William itu.


Pegawai administrasi itu kemudian tampak menghubungi seseorang di telepon.


Sedangkan, Damian yang sudah ikut duduk di depan meja kantor, menatap Alexa di sampingnya.


"Maafkan, aku. Aku pasti terlihat seperti sedang memanfaatkanmu sekarang ini," ujar Damian.


"Tapi, di jam-jam sekarang, akan jarang sekali kita bisa mendapatkan pesanan baru....


... Daripada kita bertiga menganggur karena tidak ada pengantaran sama sekali, makanya aku mengatakan hal itu," lanjut Damian beralasan.


11:35.


Alexa melihat waktu di arloji di tangannya.


Berdasarkan *pengalaman yang beberapa kali mereka rasakan, kalau di wilayah Barat kota ini, di waktu-waktu seperti sekarang, lalu masih belum mendapatkan pesanan, maka bisa sampai keesokan harinya mereka akan menganggur.


(*ex : chapter 57 paragraf 10, sampai chapter 59)


Oleh karena itu, Alexa memaklumi tingkah Damian yang seolah-olah akan memaksakan keadaan untuk menerima perjanjian kontrak dari Mark William.


"Aku sudah melakukan pembatalan pada pihak William's. Kalian bisa menunggu pesanan baru di luar saja," ujar pegawai administrasi, yang tampak baru saja meletakkan gagang telepon, kembali ke tempatnya.


Alexa dan Damian, buru-buru berdiri dan beranjak keluar dari area kantor itu.


"Ada apa?" tanya Benny yang tampak heran melihat Alexa dan Damian, yang berjalan keluar dari kantor tanpa membawa apa-apa.


"Orderan untuk empat orang penumpang, sedangkan kita yang ada di sini hanya bertiga. Jadi, orderan Mark William dibatalkan," jawab Damian.


"Ooh ... Ya, sudah. Kalau begitu, kita menunggu saja. Siapa tahu akan ada orderan lain," sahut Benny.


***


12:48.


Alexa, Damian dan Benny yang baru selesai makan siang, duduk bersebelah-sebelahan, sambil mengangkat kaki ke atas meja.


Mereka bertiga duduk bersantai sambil menghisap rokok, ditemani tiga cangkir kopi yang baru saja dibuat oleh Damian.


Tidak ada yang bisa mereka bertiga lakukan, karena belum ada kabar akan adanya pesanan yang baru, walaupun hanya satu.


Tiba-tiba, terdengar suara mesin mobil yang memecah kesunyian di tempat itu, dan tampaknya kendaraan itu memasuki halaman gudang.


Tentu saja itu bukan kurir, karena kalau itu kendaraan dari salah satu kurir, maka kendaraan itu akan langsung masuk ke dalam gudang, dan bukannya berhenti, apalagi parkir di halaman saja.


Semua mata memandang ke arah beberapa orang, yang tampak berjalan masuk ke dalam gudang.


Terlihat di situ, Mark William bersama dua orang laki-laki lain.


"Mark? Apa yang dia lakukan di sini?" tanya Damian.


Alexa hanya terdiam, begitu juga Benny yang tampaknya, sama bingungnya dengan Alexa dan Damian, akan kedatangan Mark William di gudang itu.


Benar-benar tidak biasa, kalau melihat ada klien yang datang ke gudang.


Karena biasanya, kalau sampai ada pelanggan yang datang ke gudang, itu hanya untuk mengurus barang kirimannya yang bermasalah yang di sita, dan di simpan di dalam gudang.


Mark William tampak tersenyum lebar, ketika matanya beradu pandang dengan Alexa, dan saat itu juga, Mark menghampiri Alexa, di mana tempat Alexa sedang duduk sekarang.


"Hai, Alexa!" sapa Mark, sambil mempertahankan senyuman di wajahnya.


"Sir!" Alexa balas menyapa.


"Silahkan duduk!" ujar Benny.


Mark mengambil tempat duduk di samping Alexa.


Sedangkan dua laki-laki lain yang bersamanya yang mungkin adalah bodyguard-nya, salah satunya terlihat pergi ke area kantor, sementara yang satunya lagi berdiri diam di dekat tempat Mark duduk.


"Katanya, kamu menolak kontrakku karena alasan prosedur keamanan. Benar begitu?" tanya Mark membuka percakapan.


"Jadi, kalau aku membatalkan satu penumpang, maka kamu bisa menyetujui kontrakku itu?" tanya Mark lagi.


"Umm ... Iya, Sir!" jawab Alexa ragu, karena dia sebenarnya tidak terlalu mau untuk menerima kontrak yang diajukan oleh Mark sekarang ini.


"Sulit sekali untuk mendapat kesempatan, agar aku bisa menghabiskan waktu denganmu," ujar Mark. "Bagaimana kalau kamu berhenti bekerja di sini, dan menjadi supir pribadiku saja?"


"Pffftt ...! Anda jangan bercanda, Sir. Saya sudah merasa nyaman dengan pekerjaan ini, dan tidak terpikir untuk menggantinya dengan pekerjaan lain," sahut Alexa.


***


13:15.


Mark membatalkan satu penumpang yang akan ikut bersamanya, dengan begitu, ajuan untuk kontrak Alexa, Damian dan Benny, akhirnya dilanjutkan.


Perjanjian yang mengikat Alexa dan kedua rekan sesama kurir selama delapan hari ke depan, akan mengantarkan Mark dan dua orang yang akan ikut bersamanya, ke mana saja Mark ingin pergi.


"Ke mana tujuan kita yang pertama, Sir?"


"Daerah xx di distrik Timur."


Setelah Mark menjawab pertanyaan Alexa, mobil yang dikendarai oleh Alexa segera melaju di jalanan, disusul mobil Damian, lalu Benny yang mengemudikan mobilnya di paling belakang.


***


Perjalanan kali ini, rasanya sama saja seperti perjalanan yang sudah dilakukan Alexa bersama Mark William di waktu-waktu sebelumnya.


Perbedaannya hanya di tempat yang mereka kunjungi.


Di setiap bagian kota yang mereka datangi, di setiap harinya, di jam-jam tertentu, Mark akan diantar ke beberapa gedung-gedung kantor, yang berada di beberapa wilayah perkantoran yang berbeda-beda.


Menurut sedikit penuturan Mark kepada Alexa, dia sedang mengurus bisnis keluarganya, yang tersebar di hampir semua penjuru arah mata angin kota Hills.


Rencananya, setelah selesai mengatasi semua persolan di kantor cabang yang ada di seluruh bagian kota Hills, dan menyempatkan diri untuk beristirahat selama beberapa hari, Mark nantinya akan melanjutkan pekerjaannya untuk mengurus kantor cabang bisnis keluarganya yang ada di luar kota.


***


"Sudah lima tahun belakangan ini, aku turun tangan sendiri untuk melakukan semua pekerjaan ini....


...Biasanya, kalau mendekati akhir tahun, maka di saat-saat itu akan menjadi hari-hari yang sibuk. Entah karena akan ada pergantian kepemimpinan di kantor cabang....


...Ataupun pemeriksaan langsung, untuk membuktikan laporan yang diberikan oleh masing-masing kantor cabang....


...Seharusnya, pekerjaan ini tidak perlu aku lakukan sendiri, dan bisa diserahkan kepada kaki tangan yang menjadi kepercayaan keluarga....


... Namun orang tuaku bersikeras, agar aku yang menanganinya sendiri, agar aku bisa sambil belajar untuk persiapan menjadi ahli waris utama Willing Grup," kata Mark menjelaskan.


"Orang yang melihat dari luarnya saja, mungkin mengira kalau jadi orang kaya, apalagi pewaris utama dari bisnis raksasa milik keluarga, adalah hal yang menyenangkan....


...Namun sebenarnya tidak demikian. Di balik semua kemewahan yang terlihat, untuk menjadi seorang CEO, butuh banyak kerja keras, berupa waktu, tenaga, dan pikiran....


... Jadi, kalau ada orang yang mengaku-ngaku kalau dia adalah seorang CEO, namun waktunya lebih banyak dipakai bersantai-santai saja, maka perlu dipertanyakan status 'CEO'nya itu," lanjut Mark.


Bagi Alexa, Mark saat ini terdengar seperti sedang mengeluhkan hidupnya.


"Umm ... Tapi paling tidak, anda tidak perlu khawatir memikirkan, apa ada sesuatu yang bisa untuk dimakan di besok hari, kan?!" sahut Alexa, sambil menatap lurus ke jalanan.


"Apa maksud perkataanmu itu?" tanya Mark.


"Sir! Anda pasti tahu, kalau ada orang yang harus bekerja sejak pagi sampai malam, bahkan bisa sampai keesokan paginya lagi....


...Dia menghabiskan waktu, tenaga dan pikirannya, namun masih tidak sanggup untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya....


...Sedangkan anda, masih bisa bersenang-senang, saat pekerjaan anda sudah selesai anda kerjakan....


... Maafkan saya, Sir! Saya bukan berniat menggurui. Tapi alangkah baiknya, kalau anda tetap mensyukuri apa yang anda miliki sekarang ini, maka anda tidak akan merasa terlalu lelah," ujar Alexa.


"Seberapa banyak yang kamu tahu, tentang aku yang bersenang-senang?" tanya Mark.


"Ugh? ... Sir ...? Dari semua yang aku katakan tadi, anda hanya mendengarkan bagian bersenang-senangnya saja?" Alexa balik bertanya.


"Aku mendengar semuanya. Tapi aku penasaran, tentang rumor apa yang kamu dengar tentang aku," ujar Mark.