It's Not Your Fault

It's Not Your Fault
Alexa : Part 22



30 Oktober 1992.


19:03.


Di sana sini terlihat pajangan horor sebagai persiapan untuk perayaan hari Halloween, ketika Alexa memasuki jalan sebuah kompleks perumahan dengan menumpang mobil Sir Miller.


Alexa sudah dipulangkan dari rumah sakit, sore tadi.


Setelah melakukan beberapa kali pertimbangan ulang, Alexa menyetujui tawaran dari Sir Miller untuk bekerja menjadi kurir di bisnis pengantaran barang, yang dikelola oleh Sir Miller.


Dengan begitu, sekarang ini Alexa pergi ke kediaman Sir Miller dan akan menetap di rumah itu, sebelum akhirnya dia nanti siap untuk bekerja.


"Kita terlambat untuk makan malam. Tapi, saya sudah mengabari istriku dan memintanya untuk menunggu hingga kita tiba," ujar Sir Miller.


Alexa hanya terdiam mendengarkan perkataan Sir Miller, tanpa berniat untuk menanggapinya.


Sir Miller kemudian tampak membelokkan arah mobilnya, masuk ke dalam halaman salah satu rumah yang ada di kompleks perumahan itu.


Setelah memarkirkan mobilnya, Sir Miller kemudian mengajak Alexa masuk ke dalam rumah.


"Daddy!"


Anak laki-laki yang tampaknya masih berusia di sekitar tujuh tahunan, berseru kegirangan ketika pintu depan rumah itu terbuka lebar.


Sir Miller segera memeluk anak itu dan menggendongnya, lalu memberi kecupan di pipinya yang kemerahan.


Seorang wanita dewasa yang membuka pintu juga mendapatkan pelukan hangat dan kecupan di dahinya dari Sir Miller.


"Alexa! Ini anak dan istri saya!" kata Sir Miller memperkenalkan, anggota keluarganya kepada Alexa.


"Ayo masuk! George sudah tidak sabar untuk memasang hiasan Halloween," ajak istri dari Sir Miller, lalu tampak bergeser ke samping seolah-olah sedang memberi jalan untuk Alexa dan Sir Miller.


"Kita langsung makan malam saja, ya?!" lanjut Madam Miller.


Alexa tidak banyak bicara, dan hanya mengikuti semua langkah dari Sir dan Madam Miller.


Sikap ramah yang ditunjukkan oleh Sir dan Madam Miller itu, hanya membuat Alexa merasa tidak nyaman, karena justru mengingatkannya kepada Sir dan Madam Ruppert.


Alexa merasa seolah-olah dia telah mengkhianati kebaikan keluarga Ruppert kepadanya selama ini.


Rasa sesak di dadanya, sampai-sampai Alexa hampir tidak bisa menelan makanannya, dan hanya mengunyahnya dengan sangat lama.


Alexa berusaha keras agar tidak menangis, dan berusaha agar tetap terlihat tenang di depan anggota keluarga Miller.


Namun tampaknya, kegelisahan Alexa tetap muncul di permukaan, hingga Madam Miller tampak menyodorkan segelas susu hangat kepada Alexa.


"Kalau Alexa tidak berselera untuk makan, paling tidak, Alexa minumlah ini," kata Madam Miller.


"Maafkan saya," ucap Alexa, sambil menyambar dengan punggung tangannya, air mata yang sempat menetes di wajahnya.


"Alexa bersabarlah. Semua sudah terjadi. Sekarang, Alexa harus tetap kuat, kalau Alexa mau pelakunya bisa tertangkap," ujar Sir Miller.


Setelah mendengar perkataan dari Sir Miller, Alexa menduga, kalau Sir dan Madam Miller mengerti dengan baik, apa yang sedang Alexa rasakan sekarang ini.


"Sister!" sapa George, sambil berjalan menghampiri tempat Alexa duduk, lalu memegang tangan Alexa.


"George ...! Jangan mengganggu Sister yang sedang makan," tegur Madam Miller pelan.


"Tidak apa-apa, Madam," ujar Alexa.


Alexa lalu mengangkat Goerge yang tampaknya ingin berpangku padanya, kemudian mendudukkan George di atas pangkuannya.


"Apa Sister Alexa mau ikut mendekorasi halaman bersamaku?" tanya George anak dari Sir Miller itu.


Sambil menatap Goerge, Alexa tersenyum lebar.


"Tentu saja," jawab Alexa. "Oh, iya! George ingin menjadi apa besok?"


"Casper!" jawab George bersemangat. "Sister mau menjadi Wendy si penyihir? Mommy punya rambut palsu."


"Pffftt ...! Okay, okay! Sister akan jadi Wendy besok," sahut Alexa sambil tersenyum lebar.


Alexa tidak menyangka, karena tingkah lucu dari George itu, Alexa akhirnya bisa makan dengan baik dan menghabiskan porsi makan malamnya.


Rasa sedih Alexa sedikit terlupakan, dan terganti dengan rasa senang, saat dia memasang hiasan Halloween di bagian beranda dan halaman rumah Sir Miller, bersama-sama dengan semua anggota keluarga Miller.


***


21:30.


Dekorasi Halloween sudah selesai terpasang, George sudah dibawa ibunya untuk beristirahat, dan sekarang ini tertinggal Alexa dan Sir Miller yang masih duduk di beranda depan rumah.


"Sir! Saya tidak memiliki pakaian ganti. Semua barang saya semua berada di rumah keluarga Ruppert," ujar Alexa.


"Saya tahu. Tidak usah khawatir. Tadi saya sudah menyuruh Igor untuk berbelanja pakaian untukmu, dan seharusnya sekarang dia sudah ke sini....


... Mungkin karena besok perayaan Halloween, jadi departemen store padat pembeli, hingga membuatnya terlambat," sahut Sir Miller.


"Aku bisa pergi—" Alexa tidak sempat menyelesaikan kalimatnya.


"Speak of the devil! Itu Igor sudah datang!" ujar Sir Miller menyela perkataan Alexa, sambil menatap ke jalan masuk rumahnya.


Alexa ikut melihat kedatangan sebuah mobil yang tampak memasuki halaman rumah Sir Miller.


Igor dan Steven tampak keluar dari dalam mobil, lalu mengambil sesuatu dari bagasi mobil yang terbuka.


Beberapa kantong belanjaan, tampak dibawa oleh Igor dan Steven yang berjalan menghampiri beranda rumah, di mana Alexa dan Sir Miller duduk.


"Kami hanya mengira-ngira saja ukuranmu. Lalu kami sempat lama memilih, karena Igor bersikeras untuk membeli pakaian wanita," ujar Steven.


"Pffftt ...!" Baik Alexa maupun Sir Miller tertawa tertahan, setelah mendengar perkataan Steven barusan.


"Jadi, apa yang kalian beli?" tanya Alexa sambil menyambut kantong belanjaan yang di sodorkan Igor dan Steven.


"Lihat saja sendiri! Itu sebagian besar adalah pilihanku," kata Steven lagi.


Alexa mengintip sedikit ke dalam kantong belanjaan, dan tampaknya berisi kemeja, kaus oblong, dan celana panjang jeans.


"Pilihan yang bagus!" ujar Alexa. "Steven! Igor! Sir! Terima kasih banyak!"


"Sama-sama." Sir Miller, Steven dan Igor menyahut ucapan Alexa secara bersamaan.


"Kenapa kalian berdiri saja? Duduklah! Malam ini kalian tidak ada tugas, kan?!" ujar Sir Miller.


"Tidak ada, Chief!" sahut Steven dan Igor bersama-sama, kemudian ikut mengambil tempat duduk di beranda depan rumah Sir Miller itu.


"Eh! Ternyata ada Steven dan Igor." Baru saja Igor dan Steven duduk, terdengar suara Madam Miller di pintu depan yang masih terbuka.


"Selamat malam, Madam!" sapa Igor dan Steven.


"Kalian mau minum apa?" lanjut Madam Miller, sambil berjalan menghampiri mereka yang sedang duduk di beranda itu.


"Tidak perlu repot-repot, Madam!" sahut Igor.


"Saya tidak akan menolak, kalau Madam memberikan saya secangkir kopi," sahut Steven, yang lantas mendapat tendangan dari Igor di kakinya.


"Hahaha!"


Madam dan Sir Miller tampak tertawa lepas, dan begitu juga dengan Alexa yang tertawa sambil menutup mulutnya dengan tangannya.


"Kalau begitu, tunggu sebentar. Saya akan membuatkan kopi untuk kalian semua," ujar Madam Miller, lalu berbalik dan berjalan masuk ke dalam rumah.


Alexa segera menyusul Madam Miller, berniat untuk membantu wanita itu, dan tidak berapa lama kemudian, Steven juga tampak menyusul ke dalam rumah.


Sepintas menurut penilaian Alexa, Steven dan Igor memang akrab dengan keluarga Atasan mereka itu, hingga mereka terlihat santai saat bersama-sama dengan Sir dan Madam Miller.


Sampai malam jadi semakin larut, Alexa bisa berbincang-bincang santai dengan Steven, Igor, Sir dan Madam Miller, di beranda depan rumah itu.


Hingga saatnya bagi Steven dan Igor pulang, lalu Alexa berikut juga Sir dan Madam Miller beristirahat untuk tidur.