It's Not Your Fault

It's Not Your Fault
Alexa: Part 6



18 Juni 1990.


Kemarin, Alexa benar-benar dicoba kemampuannya untuk mengemudi oleh Mister Ruppert.


Tidak hanya mengantarkan Mister Ruppert ke kantor, hampir setiap satu jam, Alexa harus mengantar Mister Ruppert ke sana kemari, hingga hampir semua bagian dari kota itu, terjelajahi oleh Alexa.


Kelihatannya, Mister Ruppert benar-benar sibuk dengan pekerjaannya, yang mengharuskannya untuk mengurus segala sesuatu yang wajib dia kerjakan di luar kantor.


Alexa kembali ke kediaman keluarga Hoover—keluarga Roy—setelah jauh di malam hari, dan cukup membuat Roy dan keluarganya merasa cemas.


Tapi, kesibukannya itu membuahkan hasil yang baik, karena Mister Ruppert menerima Alexa bekerja, sebagai supir pribadi mereka.


Ya ... Mereka.


Karena, saat istri dari Mister Ruppert tidak ke luar kota, maka Alexa akan menjadi pengemudi bagi Mister Ruppert.


Bahkan, Mister Ruppert mempercayakan Alexa untuk membawa SUV—salah satu mobil Mister Ruppert—pulang ke kediaman keluarga Hoover, agar Alexa tidak perlu diantar ayah Roy saat akan bekerja.


06:12.


Dengan penampilan yang hampir sama seperti kemarin pagi, Alexa sudah bersiap-siap untuk makan pagi bersama keluarga Hoover, sebelum mendatangi kediaman Mister Ruppert.


"Knock! Knock!"


Suara ketukkan di pintu kamarnya, membuat Alexa buru-buru membuka pintu, lalu seketika itu juga Roy tiba-tiba memeluk Alexa, hingga Alexa hampir terjatuh karena terkejut.


"Alexa! Hari ini, apa kamu akan pulang terlambat lagi?" tanya Roy.


"Ugh ...? Kenapa?" Alexa balik bertanya. "Aku tidak tahu kapan aku bisa pulang. Tergantung jadwal Mister Ruppert."


"Kalau kamu sibuk bekerja terus, kapan kamu bisa menemaniku lagi?" tanya Roy.


"Pffftt ...! Kenapa kamu jadi manja begini?" ujar Alexa, sambil tertawa kecil. "Kata Mister Ruppert, hari Minggu aku libur. Kita bisa jalan-jalan nanti."


"Janji?" tanya Roy. "Aku mau mengajakmu pergi bersamaku nonton bioskop."


"Okay! Aku janji!" sahut Alexa sambil tersenyum lebar. "Sekarang, aku harus buru-buru bersiap-siap."


"Masih ada sedikit waktu. Aku masih mau memelukmu sebentar lagi," ujar Roy. "Hati-hati di jalan, ya?! Jangan membuatku cemas!"


"Siap, bos!" sahut Alexa.


***


07:25.


Sembari memanaskan mesin mobil, Alexa membersihkan sedan Volvo hitam milik Mister Ruppert sekedarnya, sambil menunggu Mister Ruppert siap untuk berangkat ke kantornya.


"Selamat pagi!"


Suara seorang wanita, menyapa alexa hingga membuat Alexa berbalik, dan melihat ke arah datangnya suara.


Kemarin, setelah Sir Hans Ruppert selesai dengan kegiatannya di luar rumah, lalu Alexa mengantarkannya pulang, mungkin karena rasa bersalah, karena mengetahui bahwa Alexa belum makan malam, padahal jam makan malam sudah terlewatkan, Sir Hans Ruppert mengajak Alexa untuk ikut makan malam di rumahnya itu.


Saat makan malam itu, sekalian menjadi kesempatan bagi Alexa, agar bisa saling mengenal dengan Madam Meir Ruppert, istri dari Sir Hans Ruppert.


Di rumah itu hanya ada Mister Ruppert dan istrinya saja, karena kata Mister Ruppert anak laki-laki mereka satu-satunya, sudah berkuliah dan tinggal di tempat terpisah dari orangtuanya itu.


Sekilas menurut penilaian Alexa, selisih usia antara Sir Hans Ruppert dan istrinya itu tampaknya terpaut cukup jauh, karena Mistress Ruppert masih terlihat cukup muda.


Namun untuk keseluruhannya, saat menghabiskan waktu makan malam bersama, Mistress Ruppert sama ramahnya dengan Mister Ruppert, mereka berdua menerima dan memperlakukan Alexa dengan baik.


"Selamat pagi, Madam!" sahut Alexa, ketika melihat istri dari Mister Ruppert yang tampak berdiri sambil tersenyum melihatnya.


"Alexa sudah sarapan?" tanya Mistress Ruppert.


"Sudah, Madam!" jawab Alexa. "Saya sudah sarapan di rumah keluarga Hoover, sebelum saya datang ke sini."


"Maafkan saya, Madam. Tapi, apa saya bisa sambil melanjutkan membersihkan mobil ini?" lanjut Alexa.


"Silahkan! Tidak perlu meminta maaf. Justru saya yang mengganggu pekerjaanmu," ujar Mistress Ruppert.


"Tidak apa-apa, Madam," sahut Alexa, lalu lanjut mengelap bagian badan kendaraan itu.


"Alexa! Semalam saya lupa memberitahu, kalau saya berencana untuk keluar kota besok lusa," ujar Mistress Ruppert.


"Alexa nanti bersiap-siap, ya?! Kita akan tinggal di sana kurang lebih tiga hari, sebelum kita kembali ke sini," lanjut Mistress Ruppert.


"SUV!" jawab Mistress Ruppert. "Tapi, mobil itu tampaknya butuh diperiksakan di bengkel."


"Umm ... Kalau begitu, besok sebelum mengantar Mister Ruppert, saya akan menyinggahkan mobil itu di bengkel," ujar Alexa. "Apa ada bengkel khusus?"


"Umm ... Saya kurang tahu," jawab Mistress Ruppert. "Alexa tanyakan saja kepada Hans, ya?!"


"Iya, Madam!" sahut Alexa.


"Selamat pagi!" sapa Mister Ruppert, yang tiba-tiba sudah berada di garasi.


"Selamat pagi, Sir!" sahut Alexa.


"Honey! Nanti, tunjukkan kepada Alexa, di mana bengkel langgananmu," ujar Mistress Ruppert.


"Ooh ... Iya!" jawab Mister Ruppert, sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. "Apa Alexa sudah diberitahu tentang perjalananmu?"


"Sudah."


"Sudah, Sir!"


Mistress Ruppert dan Alexa menjawab pertanyaan Sir Hans Ruppert, hampir secara bersamaan, lalu tanpa berlama-lama lagi, Alexa kemudian membukakan pintu mobil bagi Sir Hans Ruppert.


"Hati-hati di jalan!" ujar Mistress Ruppert.


"Iya, Madam!" sahut Alexa, sambil memasuki kendaraan itu, dan duduk di belakang kemudi.


Alexa dengan cekatan mengemudikan kendaraan beroda empat itu, mengarah langsung ke kantor tempat Mister Ruppert bekerja, tanpa perlu menanyakan arah jalannya lagi.


Selama di perjalanan, sesekali Alexa melihat Mister Ruppert yang meraba kumisnya yang tebal, sambil membaca beberapa lembaran kertas berkas yang dia letakkan di atas pahanya.


Alexa jadi terpikir akan ayah Roy, yang memiliki pekerjaan yang sama seperti Mister Ruppert itu.


Tapi kelihatannya, ayahnya Roy tidak sesibuk Mister Ruppert.


Ketika melihat Mister Ruppert sudah berhenti membaca, dan seperti sedang melamun sambil menatap ke luar jendela, Alexa mencoba mencari tahu hal yang membuatnya penasaran.


"Sir!" seru Alexa. "Apa anda keberatan, kalau saya bertanya sesuatu tentang pekerjaan anda?"


"Tidak," jawab Mister Ruppert. "Apa yang Alexa ingin tahu?"


"Apa pekerjaan anda dan Sir Hoover itu sama?" tanya Alexa.


"Umm ... Saya kepala kejaksaan, sedangkan Sir Hoover, bisa dibilang sebagai bawahan saya di kantor," jawab Mister Ruppert. "Tapi, ketika sedang di luar kantor, kami hanyalah sahabat lama."


Alexa akhirnya mengerti, kenapa ayahnya Roy tampak bisa berbicara santai, saat di rumah Mister Ruppert kemarin pagi.


"Alexa! Apa pernah belajar ilmu bela diri?" tanya Mister Ruppert.


"Tidak, Sir!" jawab Alexa.


Mister Ruppert tampak mengerutkan alisnya dalam-dalam, sambil memegang dagunya, seolah-olah sedang memikirkan sesuatu.


"Hari ini saya tidak sedang banyak pekerjaan di luar kantor," celetuk Mister Ruppert tiba-tiba. "Apa Alexa mau berlatih menembak?"


"Ugh ...?" Alexa terbelalak. "Maaf, Sir. Anda bilang apa tadi?"


"Saya ingin agar Alexa mampu membela diri, ..." ujar Mister Ruppert.


"... dan menurut saya, belajar menembak adalah latihan dengan hasil yang tercepat, dibandingkan mengikuti pelatihan ilmu bela diri seperti karate atau taekwondo....


... Nanti setelah Alexa kembali dari luar kota, Alexa akan saya daftarkan di kelas taekwondo di dojang milik kenalan saya. Apa Alexa mau?" lanjut Mister Ruppert.


"..." Alexa terdiam untuk beberapa saat. "Baik, Sir! Saya mau!"


"Bagus!" ujar Mister Ruppert terdengar bersemangat.


"Alexa tidak perlu repot mengantar mobil ke bengkel, saya akan meminta orang di bengkel untuk mengurusnya....


... Setibanya kita di kantor, nanti saya berikan alamat tempat latihan menembak yang bagus. Alexa bisa memakai mobil ini untuk pergi ke sana," lanjut Mister Ruppert.


"Maaf, Sir! Tapi, apa di usia saya sudah bisa memegang senjata api?" tanya Alexa.


"Tenang saja! Saya akan mengurusnya. Karena yang terpenting, paling tidak, Alexa bisa menggunakan senjata untuk membela diri," jawab Mister Ruppert.