It's Not Your Fault

It's Not Your Fault
Alexa : Part 11



Juni 1991.


Lambaian tangan Roy yang berdiri di depan pintu rumahnya, saat Alexa mulai melaju di jalanan dengan mobil yang dikendarainya, di malam sebelum kepergian Roy ke luar kota untuk melanjutkan sekolahnya, kelihatannya memang menjadi kali terakhir Alexa melihat laki-laki yang telah mengambil hatinya.


Karena rencana untuk bertemu kembali saat Thanksgiving, hanya menjadi rencana yang tidak dapat terlaksanakan.


Di saat Thanksgiving, Alexa ternyata harus mengantar Mister dan Mistress Ruppert di kediaman orang tua Mister Ruppert, dan menghabiskan waktu di sana.


Sekarang ini, kemungkinan bagi Alexa untuk bisa bertemu dengan Roy, semakin tidak terlihat kesempatannya.


Perubahan yang cukup signifikan kembali dirasakan Alexa, di salah satu tanggal di pertengahan bulan Juni, di tahun yang baru.


Keluarga Ruppert berpindah tempat tinggal ke kota Hills, kota di mana alexa pernah tinggal kurang lebih setahun bersama ayah dan keluarganya.


Mister Ruppert dipindah tugaskan ke kota Hills, bersamaan dengan Mistress Ruppert yang juga melebarkan sayap bisnisnya di kota itu.


Kota yang ternyata memiliki angka kriminalitas yang tinggi, namun tidak disadari Alexa selama dia tinggal di sana bersama ayah dan keluarganya waktu itu, karena Alexa yang terlalu sibuk dengan dunianya sendiri.


Selama setahun yang lalu, meskipun Alexa sudah mengikuti pelatihan menembak, namun Alexa hanya akan membawa senjata api pemberian Mister Ruppert, pada saat dia harus ke luar kota bersama Mistress Ruppert.


Lain ceritanya di kota Hills ini.


Ke mana saja Alexa pergi, walaupun hanya mengantar Mister Ruppert ke kantor tempatnya bekerja, senjata apinya selalu siap sedia di dalam dashboard mobil yang dikendarainya.


Bukan tanpa alasan, hingga Alexa harus membawa benda itu kemana saja dia pergi.


Belum sampai seminggu kepindahan Mister dan Mistress Ruppert ke kota Hills yang diikuti oleh Alexa, sudah tiga kali Alexa menghadapi percobaan pencurian mobil yang dikendarainya.


Untung saja, Alexa tidak sampai harus mengeluarkan senjata dari dashboard mobil, dan cukup melawan dengan sedikit ilmu bela diri taekwondo, yang dia pelajari selama setahun penuh kemarin, dan dibantu orang-orang yang ada di dekatnya, saat kejadian-kejadian itu berlangsung.


Bukan hanya itu, Alexa juga sempat beberapa kali membantu Mistress Ruppert, untuk mempertahankan tasnya dari pencuri di jalanan.


Alexa sama sekali tidak menyangka, kalau ternyata keamanan di kota Hills sampai seburuk itu.


Seakan-akan teror kejahatan ada hampir di setiap bagian kota.


Apalagi, di distrik Barat dan distrik Utara kota.


Alexa bahkan sampai pernah terluka sayatan cukup dalam dan lebar di bagian perutnya, karena senjata tajam dari kawanan pencuri yang menyerangnya, saat mengantar Mister Ruppert ke kantornya di distrik barat kota.


——————


"Selamat siang!"


Seorang laki-laki bertubuh tinggi tegap, memakai celana jeans biru panjang, dan kemeja putih polos berlapis jaket kulit tebal, menyapa Alexa yang baru saja selesai diobati lukanya.


"Selamat siang!" Mister Ruppert yang duduk menemani di samping Alexa, membalas sapaan dari laki-laki itu.


"Josh Baker, Detektif polisi distrik barat kota Hills, yang menangani kasus tindak percobaan perampokan yang anda alami."


Laki-laki bertubuh tegap itu yang ternyata adalah seorang Detektif polisi, memperkenalkan dirinya sendiri, lalu menunjuk ke arah satu laki-laki lain yang berdiri di sampingnya.


"Ini rekan saya, Arthur Smith."


Arthur Smith, rekan kerja dari Detektif polisi yang bernama Josh Baker itu, memiliki postur tubuh yang kurang lebih sama dengannya, namun berpenampilan lebih santai dengan jaket baseball, dan tampaknya berusia jauh lebih muda jika dibandingkan dengan Detektif Baker.


"Apa anda bisa menceritakan kronologinya?" tanya Detektif polisi yang bernama Josh Baker.


"Maafkan saya harus menyela, Sir! Tapi pasien masih harus mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut."


Seorang perawat mendadak membawa alexa ke salah satu ruangan di rumah sakit, agar mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut untuk luka memar yang Alexa dapatkan, saat perkelahian terjadi antara Alexa dan beberapa orang yang menjadi kawanan pencuri.


Sedangkan untuk interogasi yang dilakukan dua Detektif polisi itu, selanjutnya dihadapi oleh Mister Ruppert di tempat di mana Alexa meninggalkan mereka tadi.


——————


Karena kejadian itu, Mister Ruppert akhirnya menyewa seorang laki-laki yang bekerja sebagai bodyguard, yang senantiasa bersama dengan Alexa, kemana Alexa pergi mengantar Mister dan Mistress Ruppert.


Louis Dale, laki-laki berusia 27 tahun yang memiliki tubuh tinggi besar, ditambah lagi, dia memegang sabuk hitam karate, sehingga membuatnya memang cocok untuk bekerja sebagai bodyguard.


Semenjak Louis menemani Alexa, rasanya, resiko Alexa bisa terluka, menurun tingkat kerawanannya.


***


"Jam berapa sekarang?" tanya Louis yang duduk di jok penumpang, di samping Alexa yang duduk di belakang kemudi.


Alexa melihat arloji di pergelangan tangannya. "Hampir jam tiga ... 14:48."


Alexa sudah menunggu di dalam mobil bersama Louis, hingga kurang lebih hampir dua jam, namun Mistress Ruppert belum keluar dari dalam sebuah gedung Hotel, tempat Mistress Ruppert melakukan pertemuan dengan beberapa rekan bisnisnya.


"Bagaimana lukamu?"


Berbeda dari Alexa yang sudah terbiasa menunggu sendirian hingga berjam-jam di setiap harinya tanpa teman bicara, Louis kelihatannya sudah bosan menunggu, hingga akhirnya mengajak Alexa bercerita, berbasa-basi.


"Sudah hampir tidak terasa apa-apa lagi," jawab Alexa jujur, karena menurutnya bekas luka di perutnya yang mendapatkan delapan jahitan, sudah tidak terasa sakit lagi, walaupun dia mencoba menekannya dengan tangannya.


"Lukanya sudah mengering. Tinggal menunggu waktunya untuk melepaskan benang jahitannya," lanjut Alexa.


"Bagaimana kamu bisa bekerja dengan orang seperti Mister Ruppert?" tanya Louis.


"Meskipun penampilanmu tampak seperti laki-laki, tapi tentu saja kekuatanmu tidak akan seimbang, jika harus berlawanan dengan kawanan penjahat....


... Sedangkan bekerja dengan Mister Ruppert termasuk pekerjaan yang memiliki tingkat bahaya yang cukup tinggi," lanjut Louis.


"Apa kamu sedang menyepelekanku?" Alexa balik bertanya.


"Bukan begitu. Maksudku, kenapa kamu mau bekerja di pekerjaan yang beresiko tinggi seperti ini?" ujar Louis menjelaskan.


"Aku tidak lanjut bersekolah. Dengan latar belakang pendidikan yang minim, tentu aku akan kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan....


... Daripada aku jadi tunawisma, atau menjajakan tubuhku pada pria hidung belang, apa bukannya lebih baik kalau aku menerima pekerjaan seperti ini, yang penting bisa menghasilkan uang?" kata Alexa memberi alasan.


"Tapi, pekerjaan ini—" Louis tidak sempat menyelesaikan kalimatnya.


"Menurutku sebenarnya pekerjaan ini, jika hanya mengantarkan Sir atau Madam ke sana kemari, resiko terbesarnya hanyalah kecelakaan lalulintas," kata Alexa yang menyela perkataan Louis tadi.


"Sebelum Mister dan Mistress Ruppert pindah ke kota ini, pekerjaanku tidak se-beresiko seperti sekarang ini. Makanya, Mister Ruppert tidak membutuhkan tambahan pekerja untuk menjadi bodyguard....


... Karena kota buruk ini saja, hingga pekerjaan menjadi supir pribadi, malah menjadi pekerjaan yang menurut anggapanmu, adalah pekerjaan yang berbahaya," lanjut Alexa.


Louis tampak manggut-manggut seolah-olah mengerti.


"Sekarang, untuk perihal keamanan sudah menjadi tanggung jawabmu. Aku cukup menjadi supir pribadi saja. Jadi, sebaiknya kamu mengkhawatirkan dirimu sendiri," kata Alexa lagi.