
Setibanya mereka di rumah sakit.
Daxon dan Arga bergegas keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam rumah sakit.
Daxon melihat sang istri yang ada di depan ruangan UGD dan dia langsung menghampiri nya.
" Beby!" panggil Daxon.
Inka mengangkat wajahnya dan menoleh ke asal suara. Wajah nya terlihat khawatir bahkan air matanya menetes.
Daxon menangkup pipi Inka dan mencium keningnya lalu memeluk nya. Sepertinya wanita itu sangat shock dan Daxon menenangkan nya.
" Bagaimana keadaan Erlina, Inka?" tanya Arga khawatir.
" Dokter masih menanganinya," sahut Inka lirih.
Arga terlihat mondar-mandir di depan ruangan UGD. Sangat terlihat jika pria itu sedang sangat mengkhawatirkan sang istri.
" Bagaimana kejadian itu bisa terjadi?" tanya Arga. Sementara Daxon masih memeluk sang istri agar wanita lebih tenang.
" Entahlah. Kejadian itu sangat cepat, dan sepertinya wanita itu sudah mengikuti kami sejak tadi. Dan tiba-tiba dia langsung mendorong Erlina lalu kabur begitu saja," sahut Inka menjelaskan apa yang dilihatnya.
" Apa Er sedang memilki masalah dengan seorang wanita, Ar? atau ada salah satu mantan mu disini?" tanya Daxon.
Arga mengerutkan keningnya dan seperti sedang mengingat sesuatu.
" Bisa kau jelaskan ciri-ciri wanita itu, Inka?" tanya Arga.
" Aku tidak sempat melihat wajah nya. Tapi wanita itu berpenampilan sangat seksi dan rambutnya panjang dan berwarna hitam," sahut Inka.
" Sepertinya aku tahu siapa wanita itu."
CEKLEK.
Tiba-tiba pintu ruangan UGD pun terbuka. Semuanya langsung menoleh kearah pintu dan melihat kearah Dokter yang baru keluar dari ruangan itu.
Arga langsung menghampiri Dokter itu untuk menanyakan bagaimana kondisi Erlina.
" Dengan keluarga Nona Erlina?" tanya Dokter itu.
" Ya. Saya suami nya. Bagaimana keadaannya, Dokter?" tanya Arga.
" Dia baik-baik saja. Hanya ada luka di bagian kepalanya dan itu tak terlalu dalam. Kami sudah menjahit nya," sahut Dokter itu menjelaskan.
Arga dan yang lain langsung bisa bernafas lega ketika mendengar keadaan Er yang hanya mengalami luka ringan.
" Boleh aku melihat nya, Dokter?" tanya Arga.
" Ya. Silahkan," sahut Dokter itu.
Arga pun langsung bergegas masuk kedalam ruangan itu dan melihat kearah sang istri yang tengah berbaring di atas ranjang rumah sakit dengan kepala yang di baluti dengan perban.
" Beby ..."
Arga menggenggam tangan Er dan mengusap puncak kepalanya.
Mendengar suara dari sang suami membuat Er langsung membuka matanya dan melihat kearah pria itu.
" Kau disini?" tanya Erlina dengan suara yang hampir berbisik.
" Hmmm ... aku sangat khawatir saat mendengar kau seperti ini. Dan aku langsung bergegas kemari," sahut Arga dan mengecup kening Er.
" Tidak perlu khawatir, aku tidak apa-apa," sahut Erlina tersenyum.
Erlina terkekeh dan membawa tangan Arga ke depan wajah nya dan mengecup punggung tangan nya.
" I love you. Terimakasih sudah mau mengkhawatirkan ku," ucap Erlina.
Arga tersenyum dan ikut mengecup punggung tangan Erlina.
" I love you to," sahut Arga.
" Aku ingin pulang, aku tidak betah berada disini. Itu membuat ku semakin pusing," kata Er.
" Tunggu sebentar lagi. Aku akan keluar dan menanyakan keadaan mu pada Dokter. Jika Dokter menyarankan kau harus di opname, maka menurut lah!" kata Arga tegas.
Erlina menghela nafasnya dan mencebik.
Lalu Arga keluar dari ruangan itu.
Kini Inka dan Daxon masuk kedalam ruangan UGD dan menemani Erlina saat Arga menghampiri dokter.
" Bagaimana keadaan mu, Er? kau membuat ku sangat shock," ucap Inka memegang tangan Erlina.
Wanita itu tersenyum dan melihat kearah sang sahabat.
" Aku baik-baik saja. Maaf sudah membuat mu khawatir," sahut Erlina tersenyum.
Daxon mengambil ponselnya dan memperlihatkan foto seorang wanita yang tengah di sekap oleh anak buahnya.
" Apa kau mengenal wanita ini?" tanya Daxon sambil menunjukkan foto itu.
Er tampak menatap kearah layar ponsel dengan kening yang berkerut. Dia mengingat wajah wanita yang tengah di ikat itu.
" Di wanita yang menggoda Arga di pesta waktu itu. Apa dia yang sudah mendorong ku!" tanya Er.
Inka mengambil ponsel sang suami dan melihat foto itu juga.
" Ya. Dia yang mendorong mu tadi, Er. Aku sangat ingat dengan baju yang dia pakai," sahut Inka dengan yakin.
" Benarkah? Mungkin dia tidak terima saat aku permalukan dia di acara pesta kemarin," sahut Er cuek.
" Lalu apa yang akan kau lakukan pada nya? apa kau mau membalas nya? sepertinya wanita ini cukup berbahaya," kata Daxon.
Dan Arga pun masuk kedalam ruangan itu bersama dokter.
" Saya aku akan memeriksa kondisi Nona Erlina terlebih dahulu. Jika memang tidak ada yang perlu di khawatir, Nona boleh pulang," kata Dokter itu.
Inka dan Daxon pun mundur dan membiarkan Dokter melakukan pekerjaannya.
" Kau sudah memutuskan apa yang akan kau lakukan pada wanita itu, Ar?" tanya Daxon.
" Aku sedang memikirkan nya. Wanita itu cukup berbahaya dan kita harus bertindak tegas," sahut Arga.
Lalu Dokter pun memberi tahu Arga dan yang lainnya. Bahwa keadaan Erlina baik-baik saja dan tidak ada yang perlu di khawatir kan.
Dokter pun mengizinkan Erlina untuk pulang.
" Terimakasih, Dokter." Kata Erlina tersenyum.
" Semoga lekas sembuh, Nona. Saya permisi," sahut Dokter itu dan langsung keluar dari ruangan itu.
" Ayo. Aku tidak sabar ingin pulang," ucap Erlina.