
Sore menjelang.
Rinda bersama kedua anak kembar nya pun berpamitan pulang karena sudah ada Siena dan Kenta yang menggantikannya menjaga Inka disana.
" Jaga dirimu baik-baik dan jangan merepotkan mereka, hmmm?" ucap Rinda dengan nada lembut nya.
Inka pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
" Maaf, besok ibu tak bisa kemari karena harus mengantarkan adik-adik mu ke sekolah barunya," lanjut Rinda sambil mengusap lembut puncak kepala Inka.
Dia mengecup kening Inka terlebih dahulu sebelum pergi dari ruangan itu.
Inka hanya tersenyum dan melambaikan tangannya pada mereka yang mulai pergi dari ruangan itu.
Siena menghampiri Inka dan memegang tangannya. Wanita paruh baya itu duduk di kursi yang ada di samping ranjang Inka.
" Bagaimana keadaan mu saat ini, Sayang?" tanya Siena.
" Aku sudah lebih baik, Aunty. Hanya saja masih merasa ngilu di kedua kaki ku," sahut Inka sambil tersenyum pada Siena.
" Syukurlah. Kau harus bersabar, sayang. Kau pasti akan kembali berjalan dan kau harus semangat untuk sembuh," sahut Siena sambil tersenyum.
Inka hanya tersenyum dan kembali menatap kearah langit-langit kamar itu. Pikirannya terbang ke masalah hubungan nya dengan Daxon.
' Apa aku harus memberi tahu Aunty masalah itu? sepertinya dia belum mengetahui tentang masalah itu,' batin Inka.
" Apa yang kau pikirkan, sayang?" tanya Siena dan langsung membuat Inka terkejut.
" T-tidak. Aku tidak memikirkan apapun," sahut Inka gugup.
Siena tersenyum dan menggenggam tangan Inka.
" Katakan saja jika ada sesuatu yang menggangu pikiran mu," ucap Siena.
Kenta menatap kearah Inka. Dia sudah mempersiapkan segalanya jika Inka mengatakan hal itu pada Siena.
" Tentang hubungan ku dengan Daxon, bisakah kita membatalkan pertunangan ini?"
Siena terkejut mendengar perkataan Inka.
" Apa yang kau bicarakan, sayang? Kenapa tiba-tiba? Apa ada masalah di antara kalian?" tanya Siena cemas.
Inka tak langsung menjawab.
' Ternyata benar, Aunty tidak tahu tentang masalah itu,' batin Inka.
" Kita tidak mungkin bisa menikah, Aunty. Karena ..."
' Kenapa hatiku sangat sakit? Kenapa aku tak mampu meneruskan ucapan ku?' batin Inka.
Siena mengusap air mata yang menetes di pipi Inka. Dia masih bertanya-tanya ada apakah gerangan.
" Karena apa, sayang? Katakan saja," ucap Siena.
" Aku ... Aku tak bisa meneruskan hubungan ini, Aunty. Dia ... dia harus bertanggung jawab dan menikahi perempuan itu," ucap Inka sambil terisak.
Siena terkejut. Tapi dia belum mengerti sepenuhnya apa yang di katakan oleh calon menantunya itu.
Di balik pintu ruangan itu. Daxon mendengar tangisan Inka dan juga perkataan nya.
" Apa maksudmu, sayang? Aunty tak mengerti. Perempuan mana yang harus di nikahi Daxon? Apa dia berselingkuh di belakang mu? Katakan saja pada Aunty. Biar Aunty yang memberinya pelajaran," geram Siena.
Inka menggelengkan kepalanya dengan cepat. Dia tak kuasa untuk menjelaskan perkataan nya dan hanya menangis.
" Itu hanya sebuah salah paham, Inka. Masalah itu sudah di selesaikan," kata Kenta bangkit dari sofa nya.
Pria paruh baya itu berjalan menghampiri ranjang Inka. Sementara Inka terkejut dengan penuturan Kenta.
" Apa maksudmu, Honey? Masalah apa? Kau menyembunyikan sesuatu dari ku?" sahut Siena khawatir.
Lalu Kenta lebih mendekat kearah Inka. Pria itu menunduk dan mengambil tangan Inka.
" Perempuan itu sudah ada di balik penjara karena sudah menjebak Daxon. Dan ada seseorang yang menyuruh nya untuk melakukan hal itu, dia juga sudah di hukum atas perbuatannya!" kata Kenta dengan suara berat nya.
" Ada apa ini? Kenapa aku semakin bingung?" tanya Siena yang memang tak mengetahui apapun tentang masalah itu.
" Sssstt ... Nanti akan aku jelaskan pada mu, Honey," ucap Kenta menatap kearah wajah bingung sang istri.
" Ya. Kau memiliki hutang penjelasan padaku!" tegas Siena.
Inka menatap kearah Kenta yang berbicara serius di depan nya.
" T-tapi, Uncle. Aku melihat sendiri wanita itu mengatakan bahwa dia hamil anak Daxon. Tapi Daxon malah menolak nya," ucap Inka masih kekeh dengan apa yang dia dengar di malam sebelum kecelakaan itu terjadi.
" WHATT!!! Beraninya anak itu!!" geram Siena yang kini sudah mulai mengerti akar dari permasalahan itu.
CEKLEK
Daxon masuk kedalam ruangan itu. Siena menoleh dan menatap tajam kearah sang putra.
Wanita paruh baya itu menghampiri sang putra dengan segala kekesalan nya.
PLAAKK