Forced Wedding

Forced Wedding
S2 Inka - Daxon 34



Inka tampak menatap kearah tangan wanita itu yang memegang tangan Daxon. Pria itu melepaskan pisau steak nya dan langsung melepaskan tangan wanita yang sedang menggenggam tangan nya.


" Aku memaafkan mu, dan urusan selesai. Kau bisa pergi dari sini sekarang?" sahut Daxon dingin.


Wanita itu tampak menghela nafasnya dan masih menatap kearah wajah tampan Daxon.


Namun pria itu sama sekali tak melihat kearah nya.


" Kau terganggu dengan kehadiran nya, Beby?" tanya Daxon dengan nada yang di buat selembut mungkin sambil memegang tangan Inka.


Inka tersenyum dan menggeleng kan kepalanya.


" Tidak. Tapi aku tahu kau terganggu kehadiran nya," sahut Inka dan membuat wanita itu menatap sinis kearah Inka.


" Siapa kau?" tanya Wanita itu sinis.


" Dia istri ku!" tegas Daxon.


Wanita itu tampak terkejut dan menggeleng kan kepalanya beberapa kali.


" Tidak mungkin. Bukankah kau bilang di jodohkan dengan Gris? tapi dia bukan Gris!" sahut Meilin, mantan pacar Daxon.


" Ya. Karena aku yang berhasil menggagalkan perjodohan itu," sahut Inka.


Wanita itu kembali menatap kearah Inka dengan tatapan sinis.


" Itu artinya kau yang telah merebut dia dari ku!" kata Meilin sinis.


Inka terserah sinis dan menatap kearah Daxon.


" Jika dia benar-benar mencintai mu, maka dia tidak akan mudah berpaling darimu!" sahut Inka.


Meilin terkekeh dengan tatapan sinis nya yang seakan meremehkan Inka.


Wanita itu tampak menatap kearah penampilan Inka yang cukup sederhana meskipun berpakaian branded.


Lalu dia juga melihat Inka yang sedang duduk di kursi roda nya.


" Dan kau pikir dia mencintai mu, Nona?" sahut Meilin meremehkan.


" Aku sangat tahu tipe wanita idaman Daxon, dia lebih suka wanita-wanita yang bertubuh seksi dan berpenampilan elegan seperti aku. Dan lihat dirimu! CK CK CK, kau bahkan duduk di kursi roda. Apa kau wanita lumpuh, Nona?"


Inka hanya diam dan tak menimpali, sementara Daxon, pria itu tampak mengepalkan tangannya di bawah meja.


" Ahh ... aku tahu. Kau pasti wanita miskin yang sengaja menabrak kan diri ke mobil Daxon dan kau meminta pertanggung jawaban Daxon untuk menikahi mu karena kau lumpuh. Aku sangat hafal dengan karakter wanita seperti mu," lanjut Meilin.


Inka menatap tajam kearah wajah Meilin yang sangat merendahkan nya. Lalu dia langsung menjambak rambut panjang Meilin dengan keras hingga membuat wanita itu berteriak kesakitan.


" Aaakhh ... lepaskan rambutku!! itu sakit!!" pekik Meilin sambil berusaha melepaskan tangan Inka yang terus menarik rambutnya.


" Kau sudah meremehkan ku, Nona angkuh!! apa kau pikir aku wanita yang lemah meskipun aku sedang duduk di kursi roda?" sahut Inka sinis.


BRAKK


Meilin terjungkal ke belakang dengan kursi kayu yang dia duduki. Inka tersenyum sinis melirik kearah Meilin yang tengah meringis kesakitan.


Semua tamu tampak menatap kearah Meilin dan ada beberapa orang yang hanya menertawakan nya.


Sementara Daxon tampak terkekeh melihat Meilin yang terjatuh ke belakang.


" Kita pulang saja, Dax. Nafsu makan ku sudah hilang karena wanita ini!"


Daxon menganggukkan kepalanya dan dia bangkit dari kursinya. Pria itu mendorong kursi roda Inka dan melewati Meilin begitu saja tanpa ada niatan untuk membantu nya.


" Sialll!!" gumam Meilin kesal.


.


.


Kini Daxon dan Inka sedang berada di pantai di area villa. Mereka hanya menatap kearah hamparan laut yang sedang bergelombang di depannya.


Suasananya yang tenang dan dengan cahaya rembulan yang bersinar terang. Membuat Inka hanyut dan melupakan kejadian yang terjadi di cafe tadi.


Daxon hanya menemani Inka sambil duduk di pasir. Lalu pria itu bangkit dan berlutut di hadapan Inka.


" Kau mendiamkan ku, Beby."


Inka menatap kearah Daxon dan tersenyum pada nya.


" Tidak, aku hanya sedang malas berbicara," sahut Inka.


" Kau tidak marah padaku?" tanya Daxon.


" Tidak. Untuk apa aku marah padamu?" sahut Inka sambil menarik dagu pria itu dan mengecup bibirnya.


Daxon tersenyum dan membalas kecupan dari sang istri.


" Tutup mata mu," kata Daxon.


Inka mengerutkan keningnya karena tak mengerti apa yang akan di lakukan pria itu.


" Untuk apa?" tanya Inka.


" CK. Kenapa kau bawel sekali, kau hanya cukup menutup mata dan jangan banyak bertanya, Oke?"


" Tapi kau tak berniat untuk mendorong ku ke laut, kan?" tanya Inka yang membuat Daxon terkekeh.


" Tutup mata mu, sekarang!" tegas Daxon dan Inka pun langsung menutup kedua matanya dengan kedua telapak tangannya.


" Baiklah. Jangan mengintip!!" tegas Daxon dan pria itu langsung meraksi.