
S2 Inka - Daxon 37
Semua pegawai tampak menundukkan kepalanya saat berpapasan dengan sang big bos. Mereka juga tersenyum ramah pada Inka karena mereka sudah bisa menebak bahwa wanita cantik yang sedang duduk di kursi roda itu adalah istri dari sang bos.
" Aku tak menyangka, bos kita yang super galak dan tegas ternyata bisa menjadi sosok suami yang sangat perhatian pada wanita nya," bisik salah satu pegawai wanita yang baru saja berpapasan dengan mereka.
" Ya. Tuan Daxon terlihat sangat mencintai istrinya, itu sangat terlihat jelas dengan semua perlakuan manis nya," sahut wanita lainnya.
" Ehhemm ... Kalian dibayar untuk bekerja, bukan untuk bergosip," kata asisten Daxon yang tiba-tiba berdiri di belakang dua pegawai itu.
Dua wanita itu langsung menundukkan kepalanya dan melanjutkan pekerjaannya.
Sementara itu, Jo tampak hanya melihat sambil menggelengkan kepalanya.
.
.
Kini Inka dan Daxon sudah berada di dalam ruangan kerja Daxon yang sudah lumayan lama di tak di tempatinya. Tapi ruangan itu tetap rapih dan bersih.
Inka mengedarkan pandangannya kesegala sudut diruangan itu. Daxon masih tetap mendorong kursi roda nya hingga dia menghentikan langkahnya saat berada di depan dingin kaca dan disana mereka melihat pemandangan kota dari atas sana.
Daxon melangkah dan berlutut di hadapan Inka. Pria itu memegang tangan Inka dan mencium punggung tangan nya.
" Kau suka berada disini?" tanya Daxon.
" Ya. Aku suka karena pemandangan dari sini sangat indah," sahut Inka sambil tersenyum.
" Kau ikut dengan ku ke ruangan meeting, oke?"
Inka langsung menggelengkan kepalanya, karena dia takut akan menggangu jalannya meeting itu jika dia ikut dengan Daxon.
" Aku disini saja, karena aku ingin membaringkan tubuhku di sofa itu saja," sahut Inka sambil menunjuk kearah sofa.
" Kau lelah?" tanya Daxon.
Inka langsung mengangguk kan kepalanya dan pria itu tersenyum.
Tok tok tok
Terdengar suara pintu di ketuk. Daxon langsung mempersilahkan tamunya untuk masuk.
CEKLEK
Tampaklah asisten Daxon dari balik pintu, dia melihat kearah sang bos yang tengah berlutut di hadapan sang istri dan itu membuat dia tersenyum saat melihat betapa manis perlakuan sang Bos pada sang istri.
" Maaf, Bos. Semua sudah menunggu Anda di ruangan meeting," kata asisten Daxon dengan sopan.
" Ya, sebentar lagi aku akan kesana," sahut Daxon.
Pintu pun langsung tertutup kembali saat asisten Daxon sudah menyampaikan informasi nya.
Inka mengedarkan pandangannya di kamar yang berukuran tak terlalu besar itu. Disana ada ranjang dan juga lemari.
Daxon menghentikan kursi roda itu di dekat ranjang dan dia langsung mengangkat tubuh sang istri ke ranjang.
" Istirahatlah disini, aku tahu kau pasti sangat lelah."
Inka tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Pria itu membalas senyuman dari sang istri dan mendekatkan wajahnya pada wajah sang istri.
Lalu dia mengecup kening Inka dengan begitu dalam dan beralih mengecup bibirnya sebelum dirinya pergi ke ruangan meeting.
" Setelah ini ada yang akan mengantar kan minuman kemari, aku akan ke ruang meeting terlebih dahulu karena aku sudah ditunggu," kata Daxon dan Inka hanya menganggukkan kepalanya.
" I love you," ucap Daxon lembut.
Inka kembali mengangguk kan kepalanya dan memejamkan matanya karena dia sudah merasa sangat mengantuk.
Daxon masih disana dan membuat Inka kembali membuka matanya dan menatap heran pada sang suami.
" Go," sahut Inka dan membuat Daxon menggigit bibirnya karena gemas dengan sang istri.
Inka mendorong dada bidang Daxon dan pria itu melepaskan pagutannya.
" Kau sudah di tunggu, Beby. Jadi pergilah karena aku ingin tidur," kata Inka.
Daxon mengusap lembut puncak kepala Inka dan sekali lagi mengecup bibirnya.
" I love you, aku tidak akan lama," sahut Daxon.
" Hmmm," sahut Inka singkat sambil kembali memejamkan matanya.
" Heyy ... I love you!" tegas Daxon karena tak kunjung mendapatkan balasan cinta dari sang istri.
" Hmmm aku tahu," sahut Inka malas.
Daxon kembali gemas dan langsung menekan kedua pipi Inka hingga membuat bibir nya mengerucut di depan nya, lalu dia menyesapnya dengan kuat.
" Eenngghh !!" teriak Inka dalam ciuman itu.
" I love you, jawab aku!!" tegas Daxon yang masih tak melepaskan pipi Inka.
" Me too!!" teriak Inka dengan bibir yang masih mengerucut dan itu membuat Daxon tertawa puas dan melepaskan pipi Inka.
" Lain kali di jawab dengan langsung, Oke?"
Inka terkekeh sambil menganggukkan kepalanya.
Dan Daxon pun meninggalkan ruangan itu.