Forced Wedding

Forced Wedding
S2 Inka - Daxon 11



" Hallo ... calon istri ku! kau mencari ku?"


Inka masih terpaku menatap pria yang kini sudah resmi menjadi tunangan nya.


" Kita berdansa. Hmm?"


Pria itu langsung merengkuh pinggang ramping Inka dan menatapnya.


Inka mengikuti gerakan Daxon yang terus menuntun nya menuju ke arah kerumunan orang yang berdansa.


Tatapan mata mereka saling terpaut tanpa berkedip. Entah apa yang di rasakan oleh Inka saat ini sehingga dia mampu mengimbangi seluruh gerak lincah Daxon yang sesekali memutar tubuhnya mengikuti alunan musik.


Semua mata tertuju pada pasangan itu sambil bertepuk tangan. Dan ada sepasang mata menatap tajam kearah mereka.


" Ternyata mereka benar-benar serius. Apa benar pria Casanova seperti Daxon sudah jatuh hati pada wanita biasa seperti itu?" gumam Gris yang ikut hadir di acara pertunangan itu bersama sang Daddy.


" Daddy tak menyangka, putri Daddy kalah dengan wanita biasa dan dari keluarga miskin seperti dia. CK CK CK."


Gris menoleh pada sang Daddy yang tiba-tiba berdiri di sampingnya.


" CK. Itu karena aku memang tak tertarik dengan pria itu," kilah Gris.


" Benarkah? Tapi tetap saja, Daxon lebih memilih wanita itu di bandingkan dirimu, sayang," sahut Glen Johnson.


" Daddy ... kenapa Daddy seolah membandingkan aku dengan wanita kampungan itu!" tegas Gris dan langsung pergi dari hadapan Glen.


Sementara Glen, dia hanya menggeleng kan kepalanya melihat tingkah sang putri.


" Dasar manja," ucapnya.


Saat Gris menggerutu, dia tak sengaja menabrak seorang wanita cantik di depan nya.


" Heii ... apa kau tak punya mata!!" bentak Gris.


Er mengerutkan keningnya melihat wanita itu.


" Haii girl ... kita bertemu lagi disini," kata Er dengan gaya elegannya.


" Jangan sok menyapaku karena kita tak saling mengenal!!" sahut Gris dengan nada yang ketus.


" Heii ... ada apa, Beby?" kata Arga yang muncul dari belakang Erlina.


" Tidak ada apa-apa. Aku hanya menyapa wanita ini," sahut Erlina.


Arga merengkuh pinggang ramping Er dan menatap tajam wajah wanita sombong yang tadi sudah berbicara ketus pada sang istri.


Gris menundukkan wajahnya saat mendapat tatapan tajam itu. Dia merasa terintimidasi oleh tatapan itu.


" Halo ... Tuan Glen. Senang bertemu dengan Anda disini," sahut Arga.


Lalu pandangan Glen tertuju pada sang putri yang tengah menundukkan wajahnya.


" Sayang ... are you oke?"


Arga dan Er tampak saling menatap.


" Apakah dia putri Anda, Tuan?" tanya Erlina sopan.


" Ya. Dia putri tunggal ku, ayo Gris perkenalkan dirimu pada mereka," kata Glen pada sang putri.


' What!!! yang benar saja. Kenapa aku yang harus memperkenalkan diri pada mereka?' batin Gris.


" Griss ..." panggil Glen ketika sang putri tak kunjung memperkenalkan diri.


" Emmm ... Namaku Griss Alya Johnson. Aku pewaris tunggal dari seluruh kekayaan keluarga Johnson," kata Gris memperkenalkan diri dengan sombong nya.


Er tersenyum miring melihat cara Gris memperkenalkan dirinya. Wanita itu menyebut kan namanya tanpa mengulurkan tangannya. Wajahnya berpaling dan tak menatap kearah lawan bicaranya.


Sangat sombong, itulah yang ada di pikiran Er saat ini.


" Saya Erlina Mahardika dan ini suami saya Arganta Mahardhika," kata Er dengan sopan dan anggun.


" Ah ya, Tuan Glen. Sepertinya putri Anda harus di ajarkan bagaimana bersikap dengan sopan dan anggun. Karena itu sama sekali tak terlihat dari diri putri Anda," lanjut Er.


Gris kembali menatap tajam kearah Erlina sambil mengepalkan tangannya. Dia tampak kesal karena Er sudah dengan berani mengatakan hal itu pada daddy nya.


" Ya. Itu benar, dia memang sangat manja dan angkuh. Mungkin aku harus mendidik nya dengan Ketat lagi," sahut Glen.


" Dadd ..." kata Gris tak suka.


" Aku bisa memberi saran jika kau mau, Tuan," sahut Arga.


" Ya. Katakan apa saran dari mu, Tuan Mahardika. Agar aku bisa mengubah sikap putri ku ini," ucap Glen yang membuat Gris mendelik kearahnya, namun tak di perdulikan oleh pria itu.


" Ambil semua kemewahan yang kau berikan padanya. Mau tidak mau dia harus belajar menjaga sikapnya dan tak sombong lagi. Baik, saya permisi."


Arga langsung menggandeng tangan Er pergi dari hadapan Glen dan Gris setelah memberikan saran nya.


Sementara itu. Glen tersenyum miring saat mendengar saran dari Arga.


" Aku akan mencobanya."


" Daad !!! aku tidak mau!!" teriak Gris.