Forced Wedding

Forced Wedding
35 ( Berkemah)



" Heii ... sudah main-main nya!! Ayo kita mendirikan tenda agar bisa langsung beristirahat!!" teriak Almer pada dua wanita cantik yang tengah ber selfi ria.


Er dan Audie menoleh pada Almer secara bersamaan. Lalu mereka saling menatap.


" Dalam hitungan ketiga, kita harus berlari dan langsung melompat ke gendongan para kekasih kita," kata Audie.


" Tapi aku terlalu capek untuk berlari," sahut Er malas.


" Tidak. Itu hanya alasan mu saja, Er," bantah Audie.


" Baiklah. Jika memang kau menantang ku," sahut Er.


" 1," kata Audie. Mereka bersiap.


" 2," lanjut Er sambil menoleh pada Audie.


" TIGA!" teriak mereka bersamaan dan langsung berlari.


Er yang memiliki postur tubuh yang tinggi dan lincah. Bisa berlari dengan cepat menyusul Audie yang ada di depannya.


Almer yang sudah bisa menebak rencana Audie hanya berdiri sambil merentangkan kedua tangannya untuk bersiap menangkap tubuh sang kekasih.


Sementara Arga di dengan ekspresi datar nya menatap kearah Er yang sedang berlari kencang kearahnya.


" Sweetiii ... tangkap aku!!" teriak Audie.


Namun dengan cepat Er melompat kearah Arga dengan merentangkan kedua tangannya. Arga yang tak terlalu siap menangkap tubuh sang istri pun oleng kebelakang hingga terjatuh di atas rumput.


Mereka terjatuh dengan posisi Er yang ada di atas tubuh kekar Arga dengan tangan yang melingkar di lehernya.


Sementara Arga berada di bawah Er dengan tangan yang melingkar di pinggang ramping nya. Mereka bertatapan dengan intens dengan wajah yang begitu dekat.


Serta jantung mereka yang sama-sama berdetak begitu cepat.


Audie dan Al tersenyum melihat kemesraan alami itu yang bukanlah sandiwara lagi.


" Rencana mu lumayan bagus, sweety," bisik Almer.


Lama mereka bertatapan merasakan deru nafas yang sama-sama menerpa wajah mereka masing-masing.


Sampai Audie dan Almer berdehem lalu mereka pun tersadar dan langsung bangkit dari atas rumput.


" Selamat, Er. Kali ini kau menang," ucap Audie.


" See. Kau tak bisa meremehkan ku lagi," sahut Er dengan senyum smirk nya.


" Baiklah. Ayo kita cepat mendirikan tenda," kata Almer menggandeng tangan Audie.


Sedangkan Arga masih menatap tajam kearah Er.


" Heii ... ayo," kata Er sambil menjentikkan jarinya di depan mata Arga.


Mereka pun langsung mendirikan tenda nya masing-masing dan saling membantu satu sama lain.


Setelah selesai mendirikan tenda. Para lelaki berpencar untuk mencari kayu bakar dan mencari air.


Sementara wanita sedang memasak untuk makan siang mereka.


" Kapan kalian akan menikah?" tanya Er di sela-sela kegiatannya.


" Bulan depan, dan kau harus hadir," sahut Audie.


" Sepertinya aku tak bisa berjanji," sahut Er dengan memalingkan pandangannya.


" Apa maksudmu, Er!!" kata Audie mencebik.


" Kau tak hadir saat pernikahan ku, jadi aku tidak bisa berjanji aku bisa hadir atau tidak di pernikahan mu," sahut Er sambil menghendikkan bahunya.


" EEERRR ..." rengek Audie dan Er hanya tertawa menanggapinya.


Kini makanan sederhana itu sudah siap tersaji di atas perlak yang terbendung di atas rumput.


Tak berselang lama para pria pun datang dengan bawaannya masing-masing.


" Ooouwwhh ... kasian sekali sayangku pasti capek," kata Audie merentangkan tangannya pada Al.


Almer dengan senyum manisnya membalas uluran tangan dari sang kekasih dan duduk di sebelah nya.


" Hmmm ... sepertinya ini enak," kata Almer menatap makanan yang tersaji di depan nya.


" Ayo kita makan!!" teriak Er.


Karena piring dan sendok yang terbatas. Mereka harus satu piring bersama dan saling bersuap-suapan.


Er tampak canggung saat menyuap kan makanan ke mulut Arga. Pasalnya pria itu selalu menatap nya intens saat Er hendak menyuapkan makanan ke mulutnya.


" Biar aku yang menyuapi mu," kata Arga mengambil sendok yang ada di tangan Er.


Er hanya pasrah saja saat Arga menyuapinya makanan. Arga yang selalu menatap nya tapi Er selalu menghindari tatapan dari Arga.


' Tahan Er. Kau tak boleh melibatkan perasaan mu dalam sandiwara ini,' gumam Er dalam hati.


Kini mereka sudah menyelesaikan acara makan siangnya. Er dan Audie langsung mencuci peralatan makannya menggunakan air yang di bawa oleh Arga.


" Aku ingin istirahat dulu," kata Er masuk kedalam tendanya.


Di susul oleh Audie yang ikut masuk kedalam tendanya dan membaringkan tubuhnya.


Satu jam kemudian. Er terbangun dan langsung keluar dari tenda dengan kaki yang berjinjit seperti sedang menahan sesuatu.


Arga melihat kearah Er dan langsung menghampirinya.


" Ada apa? apa ada yang menggigit pangkal paha mu?" tanya Arga dengan sedikit berbisik. Pasalnya Er selalu memegang area itu.


PLAK


Er memukul keras lengan Arga. Pria itu hanya tertawa melihat ekspresi kesal Er.


" Aku pingin pipis," sahut Er setengah berbisik. Namun masih bisa di dengar oleh Almer yang langsung tertawa melihat tingkah Er.


" Bawa dia ke sungai, Ar!! Setelah itu aku akan menyusul!!" teriak Almer.


" Oke."


Arga langsung menggandeng tangan Er dengan cepat kearah sungai yang tak terlalu jauh dari tempat mereka mendirikan tenda.


Setibanya di sungai. Er langsung melepaskan tangan Arga yang menggandeng tangan nya.


Wanita itu membuka sendalnya dan langsung turun ke bawah yang terdapat batu besar disana.


" JANGAN MENGINTIP!!" tegas Er.


Arga hanya tertawa menanggapi nya sambil menggelengkan kepalanya.


" Akhirnya ... lega juga," kata Er setelah selesai buang air kecil.


Wanita itu langsung naik keatas dengan di bantu oleh Arga.


" Kau tak mengintip ku, kan?" tanya Er sambil memakai sendal nya.


" Tidak. Aku hanya melihat CD mu yang berwarna hitam," kat Arga Asal.


" Kauu ... Menyebalkan!!" kata Er dengan memukul lengan Arga bertubi-tubi.


Pria itu tertawa.


" Kenapa? tebakan ku benar?" sahut Arga yang langsung membuat Er menghentikan aksinya.


" Jadi kau tak mengintip?" tanya Er dengan suara yang sedikit lembut.


Arga hanya mengangkat kedua pundak nya lalu menarik tangan Er. Dia menggandeng tangan Er menuju suatu tempat.


" Kita mau kemana?" tanya Er.


Arga tak menjawab dan terus berjalan tanpa memperdulikan pertanyaan Er.


" Ar ... kau mau membawa ku kemana?" tanya Er sekali lagi. Namun juga tak mendapatkan jawaban.


" Arga ... kau mau melakukan sesuatu yang mesum padaku ya!!" teriak Er yang langsung membuat Arga menghentikan langkahnya dan menghadap kearah Er.


Pria itu menatap tajam pada Er dan mendekatkan tubuhnya pada tubuh Er. Sementara Er terpaku di tempatnya dengan menatap kearah Arga.


Deg deg deg.


Jantung Er kembali berdetak begitu kencang dan reflek dia memegang dadanya.


" Kau istri ku, jadi terserah pada ku akan berbuat apa pada tubuh mu," ucap Arga dingin.


Lalu dia langsung berbalik dan kembali menggandeng tangan Er.


" Waaah ... ini sangat indah," kata Er setelah sampai di area air terjun yang tak terlalu tinggi tapi bertingkat itu.


Arga langsung membuka baju serta celana nya di depan Er. Dan Er langsung menutup matanya.


Arga tersenyum miring melihat tingkah Er. Lalu menceburkan diri ke kolam yang ada di bawah air terjun itu.


" Kau tak mau mandi, Er? Apa kau tak merasa lengket di tubuh mu?" teriak Arga dari dalam kolam.


" Aku tak membawa baju ganti!!" teriak Er.


" Kau bisa membuka pakaian mu dan berenang dengan menggunakan pakaian dalam mu," sahut Arga.


Er mengerutkan keningnya mendengar perkataan Arga. Wanita itu menatap tajam pada Arga.


" Aku tidak akan tergoda pada mu!!" teriak Arga dengan tawanya.


Pria itu berenang kesana kemari dan membuat Er sangat ingin mencebur kan diri ke dalam air yang jernih itu.


" Ayo, Er. Kalau kau tak berenang disini jangan harap kau bisa mandi di tempat lain," teriak Arga lagi.


Er menelan saliva nya. Dia sangat merasa tidak nyaman dengan tubuhnya yang berkeringat dan lengket.


Dan tanpa berpikir panjang Er langsung membuka pakaian nya hingga hanya tersisa pakaian dalam nya saja.


Arga yang melihat aktifitas Er hanya bisa melongo melihat pemandangan indah dari tubuh seksi Er di hadapan nya.


' SHIITT ... junior ku langsung menggeliat hanya dengan melihatnya saja,' batin Arga sambil menelan saliva nya dengan susah payah.