
Siena menampar pipi Daxon dengan keras.
" Bukankah aku sering memperingatkan mu, Dax!!! Jangan sembarangan meniduri banyak wanita!!! Karena itu akan menggangu masa depan mu!!! Dan kau lihat sekarang?" bentak Siena yang sudah sangat kesal dengan kelakuan putra nya itu.
" Iya, Mom. Maafkan aku karena tak mendengar kan nasihat dari Momy," sahut Daxon.
" Sudahlah, sayang. Masalah ini sudah selesai, Daxon hanya di jebak," kata Kenta menengahi.
" Biarpun itu hanya jebakan, tapi tak akan menutup kemungkinan bahwa akan ada wanita lain yang akan mengaku hamil anaknya, bukan?" sahut Siena geram.
" Beruntunglah itu hanya sebuah jebakan, Daxon!! Pikirkan baik-baik tentang Inka!! Bagaimana jika itu bukan jebakan? Bagaimana jika ada wanita yang benar-benar hamil anak mu!!!" bentak Siena yang sudah sangat kesal pada putranya itu.
" Kau benar-benar akan menghancurkan hati Inka!! Bahkan hati Momy juga!!" lanjut Siena.
Wanita paruh baya itu langsung keluar dari ruangan itu karena terlalu kesal dengan sang putra.
Dia bahkan membanting pintu ruangan itu. Kenta menatap tajam kearah Daxon dan langsung menyusul sang istri.
Sementara Inka. Wanita itu lekas memalingkan wajahnya karena dia tak ingin menatap wajah pria yang sudah ada di dalam relung hati nya itu.
Daxon menghela nafas panjang. Lalu dia mulai berjalan mendekati ranjang Inka.
Pria itu menarik kursi yang ada di samping ranjang dan lekas mendarat kan bokongnya disana.
Dia menatap kearah Inka yang memalingkan wajahnya sambil terus menghapus sisa air matanya.
" Aku minta maaf."
Daxon menggenggam tangan Inka. Wanita itu menepis tangan Daxon.
" Heii ... Kau masih marah padaku?" tanya Daxon.
Inka tak menjawab. Dia terus menatap kearah lain dan tak mau menatap wajah tampan itu.
" Bukankah daddy sudah mengatakan bahwa itu hanya salah paham? Aku di jebak, Beby. Wanita itu tidak hamil," ucap Daxon meyakinkan Inka.
Inka menoleh dan menatap tajam kearah Daxon.
" Ya. Itu memang sebuah salah paham dan jebakan. Tapi itu tak akan menutup kemungkinan jika nanti ada wanita lain yang mengaku hamil anak mu!!" tegas Inka.
" Tidak! Itu tidak akan pernah terjadi!!" tegas Daxon dengan lantang.
" Sudahi hubungan ini, Daxon. Aku tak mau merasakan sakit untuk yang ke sekian kalinya! Kau tak akan mengerti betapa hatiku sangat hancur ketika mendengar seorang wanita hamil anak mu," ucap Inka dengan Isak tangisnya.
" Aku tidak mau merasakan sakit itu lagi, aku benar-benar menyerah dan kau bisa mencari wanita lain untuk menikah dengan mu," lanjut Inka.
Daxon menatap wajah sendu Inka. Dia mengangkat tangan nya dan menghapus air mata Inka.
" Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Lagi pula aku sudah lama berhenti melakukan hal itu dengan wanita manapun," ucap Daxon.
" Aku berjanji masalah seperti ini tidak akan terjadi lagi." Lanjut Daxon masih meyakinkan Inka.
Namun wanita itu tak menjawab. Dia memilih untuk memalingkan wajahnya dan menutup mata nya.
Daxon masih ada disana, pria itu mengusap lembut puncak kepala Inka.
" I love you, Beby. I love you so much, hanya kau satu-satunya wanita yang akan mengandung benih ku."
Ucapan Daxon begitu menyentuh di hati Inka. Hingga wanita itu kembali membuka matanya dan menatap kearah mata tajam Daxon.
Daxon menggenggam tangan Inka dan mencium punggung tangan nya.
" Aku berjanji, tidak akan ada wanita lain yang akan mengaku hamil anak ku. Aku sangat yakin dengan itu. Hanya kau, hanya kau Inka. Kau yang akan mengandung dan melahirkan anak-anak ku kelak," ucap Daxon dengan air mata yang menetes.
Inka semakin menangis saat melihat air mata lelaki Casanova seperti Daxon menetes.
" Kau bisa memegang janji mu itu? Kau yakin?" sahut Inka.
" Ya, Aku sangat yakin, Beby."
" Jika kejadian seperti ini terulang kembali. Maka seketika itu pula aku akan pergi dari mu!" tegas Inka.
" Tapi aku tidak akan membiarkan mu pergi dari ku, sampai kapanpun!" sahut Daxon dan langsung memeluk wanita yang dia cintai.
Inka kembali menangis dalam pelukan itu. Dia membalas pelukan itu dan sudah merasa tenang karena masalah itu kini sudah selesai.
Siena dan Kenta mengintip di balik pintu. Mereka tersenyum menyaksikan drama yang terjadi antara Inka dan Daxon.
Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi dan memberikan waktu berdua untuk Putra dan calon menantunya.