
Satu bulan berlalu.
Hubungan rumah tangga Inka dan Daxon berjalan dengan begitu harmonis. Tidak ada kendala dari keduanya karena mereka benar-benar kompak dan jika ada suatu masalah mereka akan langsung menyelesaikan nya tanpa harus mengulur waktu.
Inka sangat rutin menjalani terapi nya karena dia memang sangat ingin kembali berjalan. Daxon selalu setia menemani nya saat dirinya sedang melakukan terapi untuk kakinya.
Bahkan saat ini Inka sudah mulai bisa berdiri sendiri. Daxon bahkan memberikan dokter yang terbaik untuk sang istri karena dia sangat tahu keinginan Inka yang begitu semangat untuk kembali berjalan.
Pria itu juga pernah menawarkan pada Inka agar melakukan terapi itu di mansionya saja. Dia akan mendatangkan dokternya langsung ke mansion agar Inka tak perlu repot-repot pergi ke rumah sakit lagi.
Namun Inka menolak hal itu. Dia lebih memilih untuk menjalani terapi itu di rumah sakit karena dengan begitu dia juga bisa banyak bersosialisasi dengan pasien lain yang juga mengalami nasib yang sama seperti dirinya.
Selama 3 Minggu belakangan ini, Inka meminta pada dokter untuk menambah jadwal terapi nya. Hingga dokter pun menyetujui nya bukan hanya karena Inka adalah istri dari Daxon tapi juga karena dia melihat semangat Inka yang ingin segera bisa berjalan kembali.
Dan Inka menjalani jadwal terapi nya itu 3 kali dalam satu minggu. Itu juga membuat nya merasakan perkembangan yang sangat signifikan di kakinya.
Wanita itu juga rutin melatih otot-otot di kakinya sepanjang hari dengan di bantu sang suami. Jika pria itu sedang berada di perusahaan maka Inka akan berlatih berjalan dengan bantuan pelayan yang cukup dekat dengan nya.
Daxon bahkan pernah menawarkan seorang perawat yang akan standby di mansion agar bisa membantu Inka. Namun lagi-lagi Inka menolak karena dia lebih nyaman jika dia berlatih dengan Bibik Mar.
.
.
Malam menjelang.
Inka sedang berada di dalam kamar nya. Wanita cantik itu sedang berbicara dengan seseorang dari seberang telepon nya.
Dia duduk di kursi roda nya dan menghadap kearah jendela besar yang ada di kamar nya.
Dia tengah asik bersenda gurau dengan sahabat nya yang tak lain adalah Erlina.
Meskipun hanya sekedar berbicara lewat telepon itu tak membuat sikap mereka berubah. Mereka mengobrol ringan dan bersenda gurau bersama hingga membuat Inka tak menyadari akan kehadiran seseorang yang kini sudah berdiri di belakangnya.
Ya. Daxon berdiri di belakang Inka dan memperhatikan sang istri. Sebenarnya dia ingin masuk kedalam ruang kerja nya yang ada pas disebelah kamar nya.
Namun saat mendengar tawa sang istri dari dalam kamar membuat Daxon mengurung kan niatnya untuk masuk kedalam ruang kerja nya. Dan akhirnya dia lebih memilih untuk masuk kedalam kamar nya karena dia penasaran kenapa Inka tertawa dan dengan siapa dia tertawa.
Dan Daxon bisa menebak dengan siapa wanita itu berbicara.
" Lalu apa yang kau lakukan pada wanita pengganggu itu, Er?" tanya Inka yang masih dengan tawanya.
" Aku menarik rambut panjangnya dan membawanya keluar dari area pesta itu. Kau tahu? teriakan wanita itu menjadi pusat perhatian disana dan tak bisa di bayangkan betapa malunya dia di pesta itu."
Inka terus tertawa saat mendengar kan cerita dari Erlina yang mendapati seorang wanita tengah menggoda sang suami terang-terangan di depan umum.
" Aku melepaskan nya begitu saja saat berada di lobby hotel itu dan dia tersungkur ke lantai. Penampilan nya sangat kacau dan memalukan, dan akan ku pastikan dia tidak akan berani muncul ataupun menggoda suami ku lagi," ucap Erlina.
" Ya. Sepertinya aku akan melakukan hal yang sama seperti mu jika ada wanita yang menggoda Daxon. Bahkan mungkin akan lebih parah darimu, Er! Aku tidak akan pernah membiarkan pelakor memiliki kesempatan untuk merayu suami hot ku," sahut Inka yang membuat Daxon langsung terkekeh.
Inka menoleh dan dia sedikit terkejut saat melihat sang suami yang tengah tertawa di belakangnya.
Wanita itu mengerutkan keningnya dan mulai mengerti jika ternyata sang suami sudah ada di belakangnya sejak tadi.
" Er ... besok aku hubungi lagi. Pria menyebalkan itu sudah datang dan menguping pembicaraan kita sejak tadi," ucap Inka dan kembali membuat Daxon tertawa.
" Iiishh ... dia benar-benar menyebalkan. Yasudah, besok kita lanjutkan lagi dan aku akan ke mansion mu. Bye!"
Panggilan itu pun berakhir. Inka memutar kursi roda nya dan mendekat kearah sang suami yang masih menertawainya.
" Sejak kapan kau menguping?" tanya Inka mengintrogasi Daxon.
Pria itu mendekat dan berlutut di hadapan sang istri.
" Sejak kapan? aku lupa," sahut Daxon yang berhasil membuat Inka mencebik.
Daxon mengecup bibirnya dan menggendong tubuh sang istri. Dia membawa Inka duduk di ranjang dan memangku nya.
Dia menatap netra Inka dan saling menautkan bibirnya sebentar.
" Lalu apa yang akan kau lakukan pada wanita yang mencoba menggoda suami hot mu ini, Beby?"
Inka mencebik dan memukul lengan Daxon. Pria itu kembali terkekeh dan langsung memagut bibir sang istri yang menurut nya sangat menggemaskan.