Forced Wedding

Forced Wedding
39 ( Gangguan)



Arga melepaskan ciumannya. Kini dia beralih menciumi leher jenjang Er dengan tangan yang memijat kedua benda bulat yang ada di bawah nya.


Lalu Arga mengalihkan ciumannya. Tangan nya sudah melepaskan pengait bra yang di kenakan Er. Dan dia langsung melahap apa yang ada di baliknya.


Er melenguh saat pria itu memainkan lidah nya di puncak dada Er. Tangan nya mencengkram kuat rambut Arga.


Tangan Arga tak tinggal diam. Tangan nakalnya menerobos masuk ke sela-sela paha Er dan bermain lihai disana.


Hingga membuat Er mengeluarkan suara seksi nya. " Akhhh ..." desah Er.


Arga menatap wajah Er yang sedang berkabut gairah. Senyumnya merekah saat dia sudah berhasil membangkitkan gairah sang istri.


Lalu tibalah di adegan inti dari kegiatan itu. Namun ketika Arga ingin membuka kain segitiga yang menutupi miliknya.


"Aaakkkhh!!! Singkirkan hewan itu!! Dari punggung ku!!! Almeerr!!!" teriak Audie.


'Shiitt. Mereka mengganggu kegiatan ku saja,' batin Arga.


" Audie ... kenapa dia berteriak seperti itu?" kata Er panik.


Er bangun dan langsung memakai sweater nya tanpa melihat wajah Arga yang sedang menahan rasa kesalnya.


" Ayo, Ar. Pakai bajumu, ada apa dengan tenda sebelah," kata Er sambil mengambil celana nya yang baru karena yang tadi sudah di robek oleh Arga.


Hal itu membuat Arga begitu kesal melihat sang istri yang sudah mengenakan pakaian lengkap nya.


" Heiii ... Apa yang kalian lakukan di sana!!" teriak Arga yang hanya muncul kepalanya saja dari balik tendanya.


" Ar!!! Tolong aku!! Ada kecoak di punggung Audie!!" teriak Almer dan hanya muncul kepalanya saja sama seperti Arga.


" Heiii ... Al!! Bagaimana kau bisa meminta bantuan pada Arga. Aku sedang tidak memakai bajuku!!" teriak Audie dari dalam tenda.


Arga dan Erlina langsung meledakkan tawanya. Mereka sama-sama tahu bahwa Almer phobia pada serangga itu.


Mereka membayangkan bagaimana ekspresi terkejut Al saat sedang asik mencumbu sang kekasih dan ternyata ada kecoak di punggung Audie.


" Heeeii ... berhenti menertawakan ku!!" teriak Almer.


Pria itu berusaha melepaskan tangannya yang sedang di tarik oleh Audie. Dia sangat jijik melihat kecoak itu dan seakan melupakan posisi tubuhnya yang sedang tak mengenakan pakaian nya dan hanya mengenakan boxer nya.


Arga memakai kembali baju dan celananya. Karena Er yang memaksa nya.


Er dan Arga pun langsung keluar dari tenda nya setelah mengenakan pakaian lengkap.


" Ku mohon cepat tolong aku, Brother," kata Almer memohon.


" I Hate you, Al!!" teriak Audie karena Almer tak kunjung menyingkirkan hewan itu dari punggungnya. Dan malah meminta pertolongan pada Arga.


Parahnya, pria itu ternyata phobia dengan kecoak. Bahkan Al sampai berkeringat dingin saat melihat hewan itu langsung.


"I'm sorry, Sweety. Aku tidak mau mati karena hewan itu," kata Almer yang membuat Er dan Arga tertawa keras.


" Iiiiishh ... badan mu saja kekar dan berotot. Tapi lihat ... Kau langsung keok hanya dengan melihat satu kecoak saja," omel Audie.


"Kau juga takut sama hewan itu, Beby," sahut Almer.


" Aku tidak takut. Aku hanya jijik, cepat singkirkan hewan ini dari ku!!!" teriak Audie.


Sementara Er dan Arga terus tertawa melihat kekocakan dari pasangan itu yang sama-sama takut pada kecoak.


" Heiii ... berhenti tertawa!! Cepat singkirkan hewan itu dari dalam tenda ku!!" teriak Almer.


Lalu Arga bergerak melangkah kan kakinya mendekati tenda Al.


" Eeeiitt ... Jangan biarkan Arga masuk kedalam tenda ini. Apa kau mau pria lain melihat tubuh seksi ku!!" tegas Audie dari dalam tenda yang membuah Arga mengehentikan langkahnya.


" See ... kau dengar sendiri, kan?" kata Arga.


" Er ... aku tahu kau bukan wanita yang lemah, aku tahu kau wanita yang tak pernah takut dengan apapun. Dan aku sangat mengingat saat kau melemparkan beberapa kecoak padaku dulu, aku mohon Er," kata Almer memohon pada Erlina.h


" WHATT!! jadi kau pernah di lempari kecoak oleh, Erlina? CK ck CK ... Aku tak bisa membayangkan bagaimana ekspresi wajah mu saat itu," kata Arga dengan tawanya.


" Seperti itulah ekspresi nya, Ar," sahut Er dengan tawanya.


"Oouuwh ... Thank you, Er. Kau pahlawan ku," kata Audie lega. Wanita itu langsung memakai kembali pakaian nya.


"Hiiiiiyy ..." kata Er sambil mendekatkan kecoak itu di depan wajah Almer.


" ERLINA!!! JAUHKAN HEWAN ITU DARI KU!!" teriak Almer yang membuat Er dan Arga kembali tertawa.


"Heii ... Sweety! kita belum menyelesaikan kegiatan panas kita!!" teriak Almer yang sudah melihat sang kekasih mengenakan pakaian nya.


" Tidak ada kegiatan apapun!! aku mau tidur!!" tegas Audie dan membuat Er dan Arga tertawa begitu keras.


Arga menghentikan tawanya saat melihat wajah Erlina yang sudah memerah karena terus tertawa.


.


.


Setelah kejadian itu. Er dan Arga memutuskan untuk berada di luar tenda.


Arga kembali menyalakan api unggun yang sudah padam. Pria itu menambah kan ranting kayu kering sebelum menyalakannya.


Erlina memperhatikan gerak gerik Arga. Dia tersenyum saat membayangkan apa yang sudah terjadi pada hubungan mereka.


'Pria tampan dan hot itu suamiku,' batin Er sambil menopang dagunya.


Senyum menghilang saat dia mengingat masa lalunya. Hatinya kembali berdebar dia pun berteriak.


"TIDAAAKK!!" teriak Er sambil menutup telinga nya dengan tangan nya.


Arga terkejut mendengar teriakkan Er. Dia langsung menghampiri sang istri.


" Ada apa?" tanya Arga.


Almer dan Audie pun keluar dari dalam tenda saat mendengar teriakkan Er.


" Ada apa, Ar? apa terjadi sesuatu?" tanya Almer sambil menghampiri Erlina.


Semua melihat kearah Er yang masih menunduk dan menutup telinga nya. Dia sesekali menggelengkan kepalanya dan bergumam pelan.


"Aku sudah gila!! Aku benar-benar sudah gila karena hal itu!!" kata Er tegas sambil menggelengkan kepalanya.


" Er ... ada apa?" tanya Audie mendekatkan diri pada Erlina.


Wanita itu tak menjawab. Dia hanya menggigit kuku jarinya dengan kaki yang bergerak-gerak bergetar.


Arga melihat gerak-gerik tubuh Er. Dia sangat tahu bahwa ada sesuatu yang sedang di cemaskan oleh Erlina.


Arga mengulurkan tangannya pada Er. Wanita itu mendongak kan kepalanya melihat kearah Arga yang menatapnya.


"Ikut denganku," kata Arga.


Wanita itu hanya menggelengkan kepalanya.


Lalu Arga berlutut di hadapan Erlina.


" Aku akan membawa mu ke suatu tempat dan kau akan melupakan kegelisahan mu," kata Arga meyakinkan.


Erlina menatap kearah Arga.


' Tidak, Er. Jangan gunakan perasaan mu, semua pria sama saja. Dia pasti akan menghianati mu suatu hari nanti jika kau menggunakan perasaan mu,' gumam Er dalam hati.


"Cerita kan pada kami apa yang kau takutkan, Er?" kata Audie sambil memegang tangan Er yang dingin.


"Aku tidak apa-apa, aku baik-baik saja," sahut Er dengan menatap kearah Arga, Almer dan juga Audie secara bergantian.


"Kau yakin?" tanya Almer.


"Iya. Aku hanya teringat dengan trauma masa kecilku," sahut Er.


Arga masih menatap tajam kearah Erlina yang kembali menggigit kuku jarinya. Dia sangat tahu bahwa wanita itu masih dalam keadaan gelisah.


Al dan Arga pun saling menatap. Mereka memikirkan hal yang sama tentang Erlina.