
Malam menjelang. Bahkan jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, namun pasangan pengantin baru itu belum menampakkan batang hidungnya.
Mereka masih mendekam di dalam kamar dan disibukkan dengan kegiatan panas yang tak henti - hentinya mereka lakukan.
Lenguhan demi lenguhan terdengar bersahut-sahutan di dalam kamar panas itu. Daxon tak menepati janjinya untuk tak menyentuh sang istri dan menunggu nya benar-benar pulih.
Dia tak bisa menahan hasrat nya, karena Inka pun terus menggoda nya. Dan disinilah mereka saat ini, di dalam kamar yang di penuhi gairah panas oleh kedua pasangan pengantin itu.
" Aaahhh ..."
Lenguhan panjang pun terdengar dari bibir keduanya saat mendapatkan puncaknya untuk yang kesekian kalinya.
Daxon merebahkan tubuhnya di samping sang istri dan memeluknya.
" Aku lapar," kata Inka.
Pria itu bangkit dan membalik tubuh sang istri agar menghadap kearahnya.
" Maaf. Aku benar-benar kehilangan kendali," kata Daxon lirih sambil mengusap lembut pipi halus Inka.
Wanita itu tersenyum dan mengecup bibir sang suami.
" Tidak apa, aku yang menggoda mu, Beby. Karena aku memang sangat ingin mengandung benih mu."
Daxon tersenyum dan mengecupi wajah Inka bertubi-tubi.
" Beby ... Aku lapar," kata Inka menutup mulut Daxon yang terus mencium nya.
" Baiklah. Aku akan meminta pelayan membawa kan makanan untuk kita," sahut Daxon bangkit dan mengambil ponselnya yang ada di meja nakas.
" Tapi aku ingin makan di luar. Aku bosan seharian ini terkurung didalam kamar ini," sahut Inka yang membuat Daxon melihat kearah nya.
" Kau yakin?" tanya Daxon memastikan.
Wanita itu mengangguk kan kepalanya dengan cepat. Dengan mata yang berbinar seolah memohon.
" Baiklah. Kau ingin makan di restoran mana?" tanya Daxon kembali merangkul bahu sang istri.
" Aku ingin makan di cafe yang ada di sebelah villa. Disana sepertinya sangat nyaman dan pemandangan nya sang indah," sahut Inka.
" Oke. Tapi sebelum itu kita harus membersihkan diri dulu."
Daxon bangkit dan langsung membawa sang istri kedalam kamar mandi. Mereka mandi bersama dan Daxon membantu sang istri dengan senang hati.
Dia bahkan menyelipkan iklan panas dimana Inka terus menggerus dan menahan tangan nya. Inka bahkan menutupi pandangan mata Daxon saat pria itu menatap dengan tatapan lapar pada tubuhnya.
Hingga 30 menit berlalu. Mereka baru menyelesaikan kegiatan mandi bersama itu.
Inka merasa sangat beruntung karena memiliki suami perhatian seperti Daxon. Pria yang dia temui di aplikasi dating dan dengan pertemuan yang penuh dengan drama.
Daxon menyadari tatapan sang istri dan dia pun menatap nya.
" Kenapa kau menatap ku seperti itu? apa kau menginginkan benih ku tumpah di rahim mu lagi?" tanya Daxon sambil memakai kan dress cantik pada tubuh Inka.
Inka terkekeh dan memukul lengan sang suami.
" Kenapa di otak mu hanya seputar itu?" sahut Inka.
Daxon tertawa kecil dan mengecup bibir sang istri.
" Itu karena kau sangat sangat Hot dan aku sangat ingin menyentuh mu lagi dan lagi," kata Daxon dengan wajah yang berada tepat di hadapan Inka.
Inka terkekeh dan menjauhkan wajah pria tampan yang kini menjadi suami nya.
" Done. Let's go Beby!"
Inka tersenyum saat Daxon memanggil nya dengan sebutan itu. Pria itu menggendong tubuh Inka keluar dari kamar.
.
.
Kini mereka sudah ada di cafe yang berada tepat di samping villa. Bahkan Daxon tak membawa mobilnya dan hanya berjalan kaki ke cafe itu sambil mendorong kursi roda Inka karena memang jarak nya yang sangat dekat.
Inka terus menyunggingkan senyum nya sambil menatap takjub kearah pemandangan indah yang ada di hadapannya.
Hingga pelayan datang dan mereka mulai menyantap makanan nya.
Tiba-tiba ada seorang wanita yang berpenampilan seksi menghampiri meja mereka.
" Dax ... kau disini?"
Inka dan Daxon menatap kearah wajah wanita itu. Bahkan wanita cantik itu langsung duduk di kursi yang ada di samping Daxon.
" Boleh aku bergabung?" tanya wanita itu yang kini sudah duduk tanpa meminta izin dari kedua manusia itu.
" Kau masih bertanya setelah kau menduduki kursi itu? Pergilah karena aku tak ingin di ganggu siapapun," sahut Daxon sinis.
Inka hanya memperhatikan mereka dan raut wajah sang suami yang tampak tak suka dengan kehadiran wanita itu.
" Kau masih marah padaku, Dax? aku benar-benar minta maaf," kata wanita itu sambil memegang tangan Daxon yang sedang memegang pisau steak.