
Hari ini mereka tidak ada kegiatan karena hari weekend. Mereka hanya berdiam diri di resort sembari bermain di tepi pantai.
Erlina sedang berenang bersama Arga di laut yang air nya sangat jernih itu. Sementara Inka hanya berdiam diri di pinggir pantai melihat kemesraan Er dan Ar.
Daxon berjalan kearah nya dengan membawa ban besar. Pria itu hanya mengenakan celana training pendek dan bertelanjang dada.
Dia melempar ban nya ke tengah laut dan dia duduk di sebelah Inka.
Wanita itu hanya diam tanpa menyapa Daxon yang tengah menatapnya.
" Kau tak berenang?" tanya Daxon dan hanya di tanggapi gelengan kepala oleh Inka.
" Kau masih memikirkan masalah itu?" tanya Daxon lagi dan di jawab anggukan kepala oleh Inka.
" Hufft ... apa kau sedang puasa bicara? kau seperti orang bisu."
Dan sekali lagi Inka menganggukkan kepalanya.
Hal itu membuat Daxon tertawa dan mengacak-acak rambut Inka.
" CK." Inka hanya berdecak dan mengalihkan wajahnya kearah samping.
Daxon mengikuti arah wajah Inka dan terus menatap nya secara intens.
" Kau cantik juga ternyata," kata Daxon menggoda Inka.
Wanita itu tak menjawab.
" Tenanglah, aku tak seburuk yang Arga katakan pada mu," kata Daxon.
" Ya. Aku memang sudah meniduri banyak wanita, tapi percayalah! itu karena mereka sendiri yang mendekat dan menggoda ku. Jadi bukan sepenuhnya keinginan ku," lanjut Daxon.
" Itu sama saja. Intinya kau pria brengsek dan kurang ajar!" tegas Inka.
Daxon hanya tersenyum dan mengangkat kedua bahunya.
" Jadi bagaimana?" tanya Daxon.
" Bagaimana apanya?" sahut Inka tanpa melihat kearah Daxon.
" Kau mau menikah dengan ku?" tanya Daxon sambil menatap wajah Inka dari samping.
Inka terkekeh mendengar ucapan dari pria itu.
" Kau melamar ku?" tanya Inka dengan tawanya.
Daxon hanya mengangkat kedua bahunya.
" Aku hanya ingin mencoba meyakinkan mu dan menghargai mu," sahut Daxon.
Inka semakin terkekeh mendengar perkataan Daxon.
" Menghargai ku? setelah semua yang kau lakukan padaku?" sahut Inka sambil menggelengkan kepalanya.
" Why? memang nya apa yang aku lakukan pada mu? aku bahkan tak meniduri mu," sahut Daxon.
Inka menatap tajam kearah Daxon. Tapi pria itu malah tersenyum mempesona pad Inka.
" Kau terpesona pada ku?" tanya Daxon yang membuat Inka tersadar dari lamunan nya.
" Isshh ... no way," sahut Inka memalingkan wajahnya.
Daxon hanya tersenyum miring.
" Kita naik ban itu bersama? bagaimana?" tanya Daxon.
Inka menatap ke sebuah ban besar yang mengapung di lautan.
" Tidak. Aku disini saja," sahut Inka.
" Baiklah." Daxon beranjak dan berjalan kearah belakang Inka.
Tiba-tiba ada seseorang yang mengangkat tubuh Inka dan menggendong nya.
" Sayangnya aku tidak pernah menerima penolakan. Apa lagi dari wanita yang akan menjadi istri ku," kata Daxon sambil berjalan kearah laut.
" TURUN KAN AKU, DAXOOONN!!" teriak Inka.
" Aku bisa tuli jika kau berteriak seperti itu, sayang." Daxon langsung membekap mulut Inka dengan ciuman nya.
Wanita itu tak lagi berteriak. Dia hanya terpaku dengan ciuman Daxon, meskipun sekejap tapi pria itu juga menyesap dalam bibirnya.
Lalu Daxon menurunkan Inka ke atas ban yang mengapung. Wanita itu hanya terus menatap kearah wajah tampan Daxon.
Seringai tipis terlihat di bibir Daxon. Pria itu membawa ban itu ke tengah laut sambil berjalan di dalam air yang tak terlalu dalam.
Inka terus menatap Daxon hingga pria itu melangkah kan kakinya dan memagut kembali bibir Inka yang menggoda di matanya.
Kali ini Inka membalas ciuman itu. Dia bahkan mengalungkan tangannya di leher Daxon.
Mereka berciuman secara intens dan itu terlihat oleh Arga dan Erlina.
" Mereka seperti pasangan yang sedang di mabuk asmara," kata Erlina.
Arga menutupi pandangan Er dengan tubuh nya yang berdiri di hadapan Erlina. Lalu dia menyatukan keningnya dengan kening sang istri.
" Itulah pesona seorang pria. Wanita tak akan bisa lama menolak pesona nya," kata Arga dengan bibir yang menempel di bibir Er.
Erlina mengalungkan tangannya di leher Arga dan menatap nya.
" Kau benar. Bahkan aku juga tak bisa menolak pesona mu terlalu lama."
Mereka pun langsung berciuman dengan begitu intens di tengah laut. Dua pasangan itu saling berciuman di tengah laut yang damai.