Forced Wedding

Forced Wedding
44. Acara BBQ



Malam menjelang. Er baru keluar dari kamar mandi nya setelah membersihkan tubuhnya.


Wanita itu berjalan menuju koper dan mengambil pakaian nya.


Dengan cepat Er memakai pakaiannya karena kebetulan Arga sedang ada di luar. Setelah itu dia juga ikut keluar dari kamar.


" Dimana semua orang?" gumam Er yang tak melihat satu orang pun di dalam resort itu.


Lalu dia mencari ke halaman belakang resort yang langsung menghadap ke tepi pantai.


Dia begitu terkejut saat melihat banyak orang di sana. Ada beberapa pria dan wanita yang sedang asik berpesta dan barbeque disana.


" Disini Er!!" teriak Audie sambil melambaikan tangannya pada Erlina.


Erlina tersenyum dan menghampiri Audie yang tengah memanggang beberapa daging, sosis dan yang lainnya.


" Aku akan membantumu," ucap Erlina.


Lalu tiba-tiba ada tangan yang memeluknya dari belakang. Dia menoleh dan pria itu langsung mencium pipi nya.


" Arga ... lepaskan aku. Disini banyak orang," ucap Er.


" Tidak. Karena pesta ini memang sengaja di adakan untuk merayakan pesta pernikahan kita untuk para teman-teman ku yang tak bisa menghadiri pernikahan kita," sahut Arga dan menghirup aroma wangi dari ceruk leher Erlina.


" Stop. Itu geli," ucap Er.


Seorang wanita dari jauh menatap tajam kearah pasangan pengantin baru yang sedang bermesraan.


" Kau cemburu?" tanya wanita yang duduk di sebelah nya.


" Tidak. Aku hanya kesal saja, kenapa bukan aku wanita beruntung yang di nikahi oleh Arga," ucap wanita itu dengan tatapan yang masih tertuju pada Er dan Arga.


Becca adalah wanita yang dulu dekat dengan Arga. Dia terobsesi dengan pria itu, namun dia tetap tak bisa menggapai pria itu.


Dan sekarang dia mendengar kabar bahwa Arga sudah menikah. Hal itu cukup membuat nya kesal, kenapa wanita lain dengan mudah menjerat pria itu sementara dirinya tidak.


" Nikmati pesta ini, Bec. Dan jangan sampai kau di depak dari sini karena terus menatap Arga," ucap wanita yang duduk di sampingnya.


.


.


Arga dan Er menikmati makan malam nya bersama. Mereka terlihat sangat bahagia dari raut wajahnya.


" Sepertinya rencana kita berhasil," bisik Audie pada Almer.


" Ya. Itu pasti, sweety," sahut Almer.


Lalu mereka berjalan kearah tepi pantai dan mulai berdansa disana.


Er melihat kearah tepi pantai tempat dimana teman-teman Arga sedang menari disana.


" Kau mau menari dengan ku?" ucap Arga sambil mengulurkan tangannya pada Er.


Erlina tersenyum dan memegang tangan Arga. Mereka pun menari bersama dan bergabung dengan yang lainnya.


Becca menatap sinis kearah Arga dan Er yang sedang menari. Dia melihat sikap manis Arga pada sang istri yang tak pernah dia tunjukkan pada wanita manapun.


Er melihat kearah wanita yang tengah menatap sinis ke arah nya.


" Siapa wanita itu?" tanya Er dengan sedikit berteriak di dekat telinga Arga.


Arga menoleh sekilas kearah Beca.


" Bukan siapa-siapa. Dia hanya fans berat ku," sahut Arga sambil merengkuh pinggang Er.


" Pantas saja di terlihat sinis pada ku," sahut Er.


" Jangan menggubris nya. Anggap saja dia sebagai patung ," ucap Arga.


Erlina pun menganggukkan kepalanya sambil terus menari sambil mengangkat tangan nya.


Arga tak melepaskan tangan nya dari pinggang Er dan hal itu membuat Beca semakin memanas.


" Ehemm." Wanita itu berdehem dan membuat Er menoleh kearah nya.


" Haii ... Kau pasti salah satu teman Arga. Selamat menikmati pesta ini, Nona," kata Er ramah.


Wanita itu tak menanggapi perkataan Erlina. Dia hanya menatap sinis kearah wanita itu.


" Ar ... aku ingin bicara denganmu," ucap Beca sambil memegang lengan Arga.


Arga menepis tangan Beca yang memegang lengan nya.


" Bicaralah ... aku akan mendengar kan mu," sahut Arga.


" Tapi disini berisik, Ar. Aku ingin bicara berdua dengan mu," bujuk Beca.


" Bicara disini atau tidak sama sekali!!" tegas Arga.


" Baiklah. Tapi usir dulu wanita mu itu," ucap Beca sinis.


Bukannya menyuruh Er pergi, Arga malah merengkuh pinggang Er hingga menempel ke tubuh nya.


" Dia istri ku!! dia akan mendengar kan pembicaraan kita juga disini. Cepat katakan karena aku tak punya banyak waktu," kata Arga sambil menciumi leher jenjang Er.


" Ar ... Stop it," ucap Er menahan kepala Arga.


Hal itu membuat Beca begitu kesal.


" Baiklah. Apa istimewanya wanita ini di bandingkan aku, Ar? sejak dulu aku selalu berusaha untuk mendapatkan cinta mu, tapi kau selalu menolak ku dan berkata tak ingin menikah dengan wanita manapun. Tapi lihat? kau bahkan sekarang memperkenalkan wanita ini sebagai istri mu di hadapan publik," kata Beca mengutarakan kekesalan nya.


Hal itu membuat Arga dan Er saling menatap dan tertawa. Dia mengingat bagaimana perjodohan itu terjadi dengan tiba-tiba dan membuat mereka saling terikat.


" Ku rasa itu bukan urusan mu, Nona. Pergilah karena kita tak punya waktu untuk meladeni mu," ucap Erlina.


Wanita itu sangat kesal dan ingin menjambak rambut Er namun dengan sigap Arga menahan tangan Beca.


" Pergi atau kau mau aku seret dari sini," ucap Arga dingin.


Lalu menghempaskan tangan Beca dengan kasar.


" Tapi Ar __"


Dia tak meneruskan ucapannya saat melihat Arga dan Er yang sudah berciuman dengan begitu panas di depan matanya.


Dan membuat Beca tak tahan melihatnya. Dia langsung pergi dari tempat itu dengan segala kekesalan nya.


Arga terus mencium bibir Er meskipun Beca sudah pergi dari sana. Er menikmati ciuman panas itu.


Pasangan pengantin baru itu seakan lupa posisi mereka saat ini. Lalu terdengar para teman-teman nya yang bersorak melihat adegan ciuman itu.


Hingga membuat Arga melepaskan tautan bibir nya.


" Lakukan di kamar pengantin mu, Ar!!" teriak salah satu teman Arga.


" Kau menodai mataku yang suci, Ar!!" teriak Pria yang satunya lagi.


Semua orang yang ada disana tertawa mengejek. Mereka tak menyangka Arga yang di kenal tak akan mau menikah, kini terlihat sangat bucin terhadap sang istri.


Hal itu membuat pipi Er merona karena malu. Lalu Arga langsung menggendong tubuh Erlina di hadapan teman-temannya.


" Lanjut kan pesta kalian!! aku ingin melanjutkan kegiatan ku," ucap Arga yang langsung mendapat sorakan dari para temanya.


Erlina menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Arga. Dia merasa malu dengan apa yang telah dia lakukan barusan. Meskipun itu hanya berciuman.


Arga membaringkan tubuh Er di atas ranjang setelah ada di dalam kamarnya. Dia langsung melanjutkan adegan yang tadi terhenti.


" Kau akan melakukan nya lagi?" tanya Er saat melihat sang suami yang sudah membuka pakaian nya.


" Kenapa? kau lupa kita pengantin barunya disini, Honey?" sahut Arga yang sudah menindih tubuh Er.


Er tersenyum dan mereka langsung berciuman dengan panas di atas ranjang yang empuk itu.